My Man Is The CEO Of Casanova

My Man Is The CEO Of Casanova
PAKET



Hari ini Elena sudah kembali kuliah, pagi yang sangat cerah seakan mendukung aktifitas gadis itu.


Elena turun ke lantai dasar bersama Aron, Elena sudah siap dengan menggunakan rok diatas lutut berwarna hitam yang dipadu dengan sweater crop berwarna cream, Elena juga menggunakan sepatu sport.


"Pagi semuanya" sapa Elena


"Pagi"


"Pagi sayang, kamu cantik sekali hari ini" puji Jonathan


"El akan kembali kuliah papi dan bertemu dengan sahabat El"


"Kau sangat menyayangi mereka nak"


"Tentu saja karena mereka sudah seperti kakak kandung ku"


"Sudah, ayo kita makan" ajak Aron.


Selesai sarapan bersama, Elena pun langsung berangkat bersama Helga dan juga Amey.


"Oma menghubungi mu lagi?" tanya Jonathan pada putranya saat mereka mengantar Elena berangkat kuliah sampai depan teras.


"Tidak ku angkat, hanya saja dia mengirimi ku pesan"


"Papi tidak menyukai Melisa, pertahankan Elena jika sampai kau berpaling maka kau bukan putraku"


"Aku sudah sangat menyayangi El pih, mustahil aku menghianati nya disaat aku mengorbankan banyak hal demi memilikinya"


"Pilihan yang bijak" ucap Jonathan dan meninggalkan putranya yang akan berangkat ke perusahaan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Elena sedang berjalan memasuki gedung universitas itu, semua mata memandang gadis itu apa lagi kulit putih nya yang bersinar saat diterpa sinar matahari.


"Elena" panggil Jessica langsung memeluk gadis itu


"I really miss you"


"Really?"


"Yes, I miss you"


"hehe aku juga" ucap Elena membalas pelukan Jessica.


Dua sahabat Elena yang lain pun bergabung dan memberikan pelukan hangat untuk gadis itu.


"Jadi benar semua karyawan di Smith Groupe tahu kamu calon istri Aron?"


"Mau bagaimana lagi, mereka sudah sangat keterlaluan" jawab Elena sembari berjalan bersama ketiga sahabat nya.


"Ahhh syukurlah mereka sudah dipecat" gumam Rasya


"Tapi kasihan ga sih, mereka pasti sulit mendapat pekerjaan"


"Aelahh El, ngapain kasihan sama orang kurangin deh tuh rasa iba"


"Hooh padahal lebih bagus sikap mu yang tegaan" celetuk Jessica membenarkan ucapan Dita


"Jangan sembarangan ngomong, walaupun kelihatan tega sebenarnya El ga setega itu kok" ucap Rasya


Dita dan Jessica mengangguk, memang Elena terlihat ketus dan tega kepada siapa saja yang mengganggu nya.


Hanya saja pasti masih ada rasa iba dihati gadis ini saat membalas perlakuan orang yang sudah menyakitinya.


"Yuhu upik abu" panggil Riska


Elena menahan tangan Dita saat sahabat nya itu ingin membalas perkataan Riska yang terdengar kurang ajar.


"Biarkan saja, ayo kita pergi" ajak Elena dan Dita pun hanya bisa menurut.


Elena sudah duduk di bangku nya dan pelajaran pun sudah dimulai, semua mata mahasiswa fokus pada dosen yang ada didepan.


Ponsel Elena berkedip, gadis itu langsung membuka pesan yang masuk.


"NON ADA PAKET DIRUMAH" isi pesan dari Amey.


Elena mengerutkan kening nya, Elena merasa dirinya tidak memesan apa pun melalui via online.


"Maaf buk saya permisi sebentar ke toilet"


"Cepat kembali"


Elena langsung berlalu keluar, sesampainya diluar Elena langsung menghubungi Amey guna menanyakan paket yang datang.


"Halo Mey, siapa pengirimnya?"


"Tidak ada non hanya nama penerima nya dan itu nama nona"


"Coba kalian buka saja ya, aku sedang ada kelas nanti pulang akan aku lihat"


"Jadi kami boleh cek dalam nya non?"


"Iya boleh, Aron pasti marah jika itu isinya macam macam"


"Baik non"


Elena langsung menutup panggilan itu dan kembali ke kelasnya karena jam pelajaran masih berlanjut.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Apa ga izin ketuan muda juga?" tanya Hugo memastikan


"Tidak usah ada aku disini, buka saja" titah Jonathan.


Dua orang Pengawal membuka paket itu yang memang berukuran besar, paket itu diletakkan di halaman rumah kediaman mewah itu.


Mata kedua pengawal itu terbelalak saat melihat isi dalam paket itu.


Karena penasaran, Helga dan Amey pun mendekati kedua pengawal yang hanya diam mematung dengan wajah terkejut itu.


"Ahhhhh" teriak Amey terkejut saat melihat isinya.


Jonathan, Zio dan Hugo pun langsung mendekat, mereka pun tidak kalah terkejut dengan isinya.


"Kenapa ada kepala manusia didalamnya, dan lihatlah anggota tubuhnya terpisah" ucap Hugo.


Isi paket itu adalah tubuh seorang wanita yang sudah ter mutilasi dengan beberapa bagian, kepala nya terletak dipaling atas dengan wajah menghadap atas.


Darah segar pun langsung keluar dari segala sisi kotak itu dan menodai halaman rumah mewah itu.


"Saya tidak membayangkan bagaimana jika nona yang membuka ini tuan besar" ucap Zio geleng kepala.


"Panggil Aron pulang" titah Jonathan.


Bik Minah yang mendengar percakapan mereka dari teras rumah dengan ditemani beberapa pelayan pun jadi khawatir.


Paket itu tertuju atas nama nona mudanya, sudah bisa dipastikan mereka ingin mengusik Elena.


20 menit kemudian, mobil yang dikendarai Halid pun memasuki pekarangan rumah mewah itu.


"Ada apa papi?" tanya Aron mendekati papinya.


Mata Aron terbelalak saat melihat apa yang ada didalam sebuah kardus yang sedang orang orang ini kelilingi.


"Tertuju kepada nona tuan muda, penerimanya nona"


"Siapa yang mengirim?"


"Tidak tahu, kami sudah melacaknya tetapi kurir tadi sudah mati dibunuh" ucap Hugo memberi informasi.


"Bagaimana keadaan kampus?"


"Semuanya terlihat baik baik saja tuan, nona juga tidak ada yang mengganggu"


"Cepat singkirkan itu, bisa saja Elena pulang lebih awal" titah Aron.


Dan benar saja, baru saja para pengawal dan pelayan itu selesai membersihkan paket itu mobil yang dikendarai Jessica masuk ke pekarangan rumah.


Jonathan dan Aron menghela nafas lega, paling tidak hanya tinggal mencari alasan paket yang akan ditanyakan oleh Elena.


"Aku langsung pulang deh ya"


"Hati hati ya, by"


Jessica langsung melajukan mobilnya pergi karena masih ada beberapa urusan dengan keluarga nya.


"Loh sayang, kamu udah pulang?" tanya Elena menatap Aron


"Urusan kantor sudah selesai sayang"


"Oh iya mana paket aku Mey?" tanya Elena


"Maaf non ternyata paket saya hehe, kemarin saya pakai nama nona tapi lupa izin" jawab Helga yang sudah Breafing dengan yang lain.


"Ya ampun, aku fikir ada paket nyasar atau pemberian fans aku"


"Hehe maaf non lain kali saya akan izin lebih dulu"


"Tidak apa, asal jangan paket kita yang tertukar nantinya" ucap Elena tersenyum hangat.


"Oh iya sayang, tadi ada yang nitipin aku amplop buat kamu" ucap Elena merogoh tas nya.


"Amplop? dari siapa sayang?"


"Tidak tahu, pria itu memakai hoodie dan masker yang sangat tertutup dan aku bertemu dengan nya didepan kampus"


"Kamu melihat wajahnya nak?"


"Tidak pih, dia mengatakan bahwa dia teman mu dan aku hanya melihat matanya yang Hitam pekat" jawab Elena.


"Kamu udah buka ini?"


"Belum, kan buat kamu jadi ga aku buka, aku masuk dulu ya, yuk bik aku mau ice cream" Elena berlalu pergi bersama ketiga wanita itu.


Aron langsung membuka amplop yang Elena berikan tadi, seketika raut wajah Aron dan Jonathan berubah menggelap.


Pyarrrrrrrrrr


.


.


.


Cie digantung wkwk.