My Man Is The CEO Of Casanova

My Man Is The CEO Of Casanova
KALUNG DAN RAHASIA



Di kediaman mewah Zicon, ruangan yang tadinya tampak bersih dan rapi kini terlihat seperti kapal pecah karena perabotan berserakan dimana mana.


"Kemana anak anak sialan itu membawa gadis itu hah? kita harus sampai lebih dulu dari pada Bram!" tanya Areta pada kaki tangan nya.


"Ke markas tengah hutan nyonya, lebih baik kita berangkat sekarang nyonya" usul pria kaki tangan Areta.


"Berani beraninya mereka membohongi ku dengan akting pertengkaran, ayo pergi!" titah Areta dan berlalu lebih dulu.


Iring iringan mobil Areta dan pengawalnya pun keluar dari pekarangan rumah mewah miliknya.


Sepanjang perjalanan Areta terus mengumpat karena tindakan bodoh kedua cucunya yang terlanjur mencintai gadis incaran Areta.


"Setelah mendapatkan kuncinya dan membuka ruangan itu gadis itu akan ku bunuh di depan mereka semua" gumam Areta mengepalkan tangan nya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di sebuah mansion tengah hutan, Fito terkejut setelah mendengar ucapan abang nya bahwa dia lah yang menculik Elena.


Memang Lucas lah pria misterius yang membawa Elena kemansion ini, tindakan nekat Lucas ini membuat Fito sangat marah.


"Apa kau tidak berfikir keselamatan kita bang? mereka pasti sudah mengetahui keberadaan kita!"


"Tidak ada yang tahu mansion ini baik itu oma"


"Siapa bilang hah? beberapa hari ini oma menguntit mu dan tahu bahwa kau sering datang ke mansion ini!"


Brakkk


Lucas langsung menggebrak meja setelah mendengar ucapan adik semata wayang nya ini.


"Sialan, dia pasti sudah berangkat kemari, perketat penjagaan sekarang" titah Lucas pada anak buah nya.


"Bang, aku tidak perduli dengan serangan Aron tetapi oma yang berjanji akan membunuh El jika mendapatkannya" ucap Fito.


"Apa maksud mu?"


"Kau lupa? oma mengincar Elena karena harta tersembunyi milik kakek Anthony dan kuncinya adalah El sendiri bang!"


"Lalu? setelah membuka ruangan rahasia itu Elena akan bersama ku bukan?"


"pikiran yang salah Lucas, oma akan membunuh El karena El adalah berlian berharga milik kakek Anthony!" bentak Fito.


Lucas terkejut, karena perdebatan akan dirinya dan Areta membuat Lucas tidak mengetahui rahasia yang belakangan ini sudah dibuka Areta kepada Fito.


"Kau tahu dari mana?"


"Oma sendiri yang bercerita, dia menceritakan semuanya kepada ku agar aku tidak seperti dirimu" jawab Fito.


"Akhirnya sampai pada mu cucu tersayang ku" ucap Areta yang tiba tiba sudah berada di ruang keluarga mansion mewah itu.


"O..oma?"


"Kenapa? tekejut? sudah oma katakan kepadamu agar tidak menjadi pembangkang Lucas, tapi apa yang kau lakukan?"


Lucas menatap Areta tajam, rasa cintanya kepada Elena mengalahkan rasa takutnya kepada Areta selama ini.


"Tapi aku harus berterimakasih kepada cucu ku yang sudah berhasil membawa wanita itu kepada ku tanpa harus aku yang mengotori tangan ku"


"Ti..tidak oma, jangan aku mohon aku sangat mencintai El oma dia cinta pertama dan terakhir ku oma" ucap Lucas memohon


"Kau bodoh Lucas, apa kau tidak sadar bahwa kematian papa mu karena wanita sialan itu?" bentak Areta


"Tidak oma, ini bukan salah El oma aku mohon jangan sakiti dia"


"Aku akan membunuh nya demi ketenangan kematian putra ku Lucas dan juga dendam ku kepada Anthony selama ini"


"Oma, dendam oma kepada kakek tapi kenapa El yang menjadi korban nya!" bentak Lucas yang tidak mengerti dengan jalan fikir Areta.


"Karena wanita itu adalah hal paling berharga di keluarga Agarandra, dia berlian yang disembunyikan Anthony ataupun Bramasta selama ini, Lucas!" bentak Areta


"El tidak tahu apa pun oma, ambil saja harta nya tapi jangan sakiti wanita ku oma"


"Kau fikir kau bisa menghalangiku untuk membalaskan dendam ku? tidak Lucas!" teriak Areta.


Brakkkkkk


Pintu utama pun dibuka paksa, terlihat kubu Aron yang sudah menyerang pasukan Areta dan juga Lucas.


"Kembalikan istriku Lucas!"


"Akhirnya kau datang juga Aron, apakah aku harus membuat acara pernikahan ku dengan El sekarang ini?"


Aron pun langsung menyerang Lucas hingga pertempuran di ruang keluarga itupun tidak bisa dielakkan.


Buhhhhhh


Bughhhhh


Aron terus melayangkan bogeman untuk Lucas yang dibalas juga dengan sigap oleh Lucas.


Disaat mereka semua bertarung, secara diam diam Areta berjalan menuju kamar yang diyakini sebagai tempat Elena disekap.


Didalam kamar, Elena mulai keringat dingin karena mendengar pertengkaran dan suara tembakan dari luar.


"Apakah itu Aron? Aron selamatkan aku" gumam Elena yang sudah gemetar.


Ceklekkkk


Pintu kamar pun terbuka, Elena mengerutkan kening nya saat melihat wanita tua yang masuk bukan suaminya.


"Siapa anda?"


"Kau sangat cantik wanita kecil tapi sayang hidup mu tidak akan lama lagi" ucap Areta menyeringai.


Elena pun terkejut mendengar ucapan Areta, Elena tidak mengenal wanita tua ini tapi kenapa ingin membunuh nya.


"Si...siapa anda? aku tidak mengenalmu"


"Kasihan sekali selama ini mereka menyembunyikan hal besar dari dirimu Elena Gresya Agarandra"


Elena semakin terkejut karena wanita ini tahu nama nya bahkan nama belakang nya yang dimiliki papa nya.


"Apa mau mu?"


"Nyawa mu tentu saja, setelah membuka ruang rahasia milik kakek mu maka aku akan membunuhmu untuk membalaskan dendam ku"


"De..dendam apa? aku tidak tahu masalah mu dengan siapa dan ada hubungan apa dengan ku?" tanya Elena yang mulai bingung.


"Sangat disayangkan kau harus mati dalam keadaan tidak tahu apa pun anak kecil, satu yang harus kau tahu bahwa ini semua terjadi karena kesalahan kakek dan papa mu"


"Apa maksud mu? jangan menjelekkan mereka, kakek ku sudah tiada!"


"Siapa bilang?" ucap Areta menyeringai.


"Di..dia memang sudah meninggal saat aku berusia 5 tahun"


"Jika papa mu saja bisa memalsukan kematian lalu bagaimana dengan kakek mu itu hem?" ucap Areta dengan senyum kemenangan.


"Mustahil, itu sudah sangat lama bahkan aku tidak mengetahui wajah nya secara langsung"


"Apa ini yang orang orang katakan bahwa menantu keluarga Smith sangat pintar? kau terlihat seperti wanita bodoh anak kecil"


Areta semakin berjalan mendekati Elena yang terus mundur hingga tersudut dipintu kaca balkon.


Dorrrrr


"Akhhhhhh"


"Kau takut? ck ck ck, cucu Arga Agarandra takut dengan kekerasan ternyata, hahaha lucu sekali"


Areta menodongkan pistol kearah Elena membuat Elena terbelalak dengan tubuh yang sudah gemetar.


"Berikan kalung itu" ucap Areta menengadahkan tangan nya.


"Ka..kalung apa? aku tidak tahu apa pun"


"Kalung yang dijadikan kunci untuk menuju ruang rahasia, setelah aku mendapatkan kalung itu aku akan memotong tangan mu untuk membuka pintu itu"


"Pi..pintu apa? aku tidak mengerti, ruang rahasia apa dan apa hubungannya dengan kalung?" tanya Elena yang masih bingung.


"Biar aku ceritakan kepada mu..."


.


.


.


Otw Flashback yaw😁