My Man Is The CEO Of Casanova

My Man Is The CEO Of Casanova
KABUR



Sore hari yang cerah, Elena sedang mondar mondari didalam kamar mandi seperti setrikaan baru wkwk.


"Aku tidak bisa terus berada disini, mereka pasti mencariku" gumam Elena yang masih berniat kabur dari Aron


"Kau memang baik Aron tapi aku tidak bisa, aku takut kalau aku menyakiti hatimu nanti aku tidak bisa membalas Cintamu"


"Ck, bunda Laras pasti sedang kebingungan mencariku, ini sudah hampir sebulan aku terkurung disini"


"Sayang kenapa lama sekali" teriak Aron dari luar karena Elena sudah didalam kamar mandi sekitar setengah jam lamanya.


"I..iya aku akan keluar" ucap Elena dan melanjutkan memakai pakaian nya


Elena keluar dari kamar mandi dan melihat Aron sedang menatapnya tajam membuat Elena bergidik takut


"Kenapa lama sekali?" tanya Aron memicingkan matanya


"Suka ku lah" ketus Elena mendorong tubuh Aron dan pergi meninggalkan nya.


Elena sebenarnya sangat takut dengan tatapan Aron yang seperti itu hanya saja gadis itu menahan rasa takutnya agar Aron tidak memandang nya lemah.


"Harus sampai kapan kau mengurung ku disini Aron, antarkan aku pulang aku mempunyai dunia ku sendiri" ucap Elena menatap Aron


"Aku tidak mengurung mu Elena, aku calon suami mu aku berhak mengatur mu" ucap Aron dengan wajah dingin


"Sejak kapan kau menjadi calon suami ku hah? kau tahu aku membenci pria bahkan tidak mau menikah lalu kenapa memaksa?"


"Pulangkan aku Aron, kau mengurungku di penjara mewah ini! aku seperti tahanan bagimu!" bentak Elena meluapkan emosi nya


"Apa kau tidak mengerti juga? aku ingin menjaga dan melindungi mu Elena" ucap Aron mencoba menahan emosi nya


"Aku tidak butuh perlindungan mu! aku sudah biasa hidup sendiri tanpa siapa pun yang menjaga ku"


"Lepaskan aku Aron! aku bukan wanita mu!" bentak Elena dengan nafas memburu


"Kau sudah mulai berani meninggikan nada bicara mu didepan ku" ucap Aron dengan rahang mengeras


"Kau seharusnya mengerti Aron, jika kau mencintaiku kau tidak akan mengurung ku seperti ini"


"Aku seperti tahanan di mansion mu ini, aku bukan anjing peliharaan yang bisa kau jinakkan Aron!" teriak Elena dengan emosi yang menggebu


"Kau sudah menguji kesabaran ku Elena Gresya" ucap Aron dengan penuh penekanan.


"Mau apa kau? jangan dekati aku!!" bentak Elena yang berjalan mundur menghindari Aron.


Aron terus berjalan mendekati Elena dengan wajah yang sangat menakutkan seperti harimau yang ingin menerkam mangsa nya.


Elena terus mundur tanpa melihat belakang nya, hingga akhirnya Elena jatuh keatas kasur dan langsung ditindih Aron


"Lepaskan aku Aron!!" teriak Elena meronta ronta


Aron Menciumi wajah Elena dan juga leher jenjang gadis itu, gaun yang Elena gunakan juga sedikit terbuka seperti mendukung suasana.


"Lepaskan aku brengsek" umpat Elena meronta ronta dalam kungkungan tubuh Aron


Gairah Aron sudah naik saat harum tubuh Elena menguar di indera penciuman nya membuat Aron semakin buas mengecupi setiap inci tubuh wanita itu.


"Lepaskan aku" ucap Elena mulai menitikan air mata


Aron yang sudah tersulut gairah seakan tidak mendengar is akan tangis wanita kesayangan nya.


Bahkan Aron merobek gaun berwarna merah muda itu, hingga memperlihatkan tubuh mulus berkulit seputih susu.


"Lepaskan aku!" teriak Elena dengan suara isakan yang terdengar pilu


Aron pun tersadar dengan isakan Elena yang semakin kencang, dan juga tangan Aron yang basah saat menyentuh pipi gadis itu.


Tangis Elena semakin deras saat Aron tak kunjung bangkit dari tubuhnya, tubuh kecil itu kini bergetar karena takut.


"Maafkan aku sayang" lirih Aron bangkit dari tubuh Elena dan menarik selimut untuk menutupi tubuh Elena.


Elena langsung terduduk dan menjauhi Aron dengan air mata yang terus berlinang, Elena tidak berani menatap mata Aron yang sangat menakutkan malam ini baginya.


Hati Aron terenyuh saat melihat air mata yang luruh dipipi Elena, Aron merutuki dirinya karena tidak bisa menahan emosi dan diri nya sendiri.


Aron pergi meninggalkan Elena dikamar itu yang masih terus menangis dengan air mata yang deras.


Kini Aron sedang duduk disebuah mini bar yang ada di mansion itu, Aron mengacak rambutnya karena tindakan bodohnya tadi.


Tiga pria kepercayaan Aron menghampiri Aron, karena melihat tuan muda mereka yang sedang tidak baik baik saja.


"Kita ke bar yuk tuan" ucap Zio memberi solusi.


Hugo memukul kepala Zio karena memberi masukan bodoh yang bisa membuat hubungan Elena dan Aron merenggang.


"Kita pergi" ucap Aron dan berlalu lebih dulu diikuti tiga pria kepercayaan nya.


Dari balkon kamar Elena mengintip kepergian Aron bersama tiga orang kepercayaan nya.


"Saatnya aku kabur" gumam Elena yang sudah memakai piyama berwarna hijau muda.


Elena mengendap endap keluar dari kamar, pintu kamar yang biasa dijaga kini sudah tidak lagi karena Aron sering dirumah.


"Ya sudah" ucap pengawal satu lagi.


Elena yang mendengar itu pun langsung mengambil kesempatan, Elena berlari dengan langkah mungil nya.


Mansion yang memang tidak ramai membuat Elena leluasa bergerak, Elena masuk kedalam garasi yang diisi dengan banyak jenis mobil.


Elena melihat dua pengawal tadi sudah berada dalam mobil jeep berwarna hitam yang hendak keluar garasi.


Elena langsung masuk kedalam bagasi mobil jeep itu agar bisa keluar dari Mansion mewah ini.


Mobil jeep itu pun bergerak, Elena sangat benci tempat gelap dan dibagasi ini sangat gelap membuat Elena sesak nafas.


"Aku harus tahan, aku harus bisa keluar dari sini" batin Elena mengusap peluh yang membasahi kening nya.


Setelah menempuh perjalanan tiga jam lamanya, dan Elena pun hampir saja kehilangan nafas.


Mobil jeep yang dikendarai pengawal Aron pun berhenti disuatu tempat, Elena secara perlahan membuka pintu bagasi mobil jeep itu.


Elena mengintip sekitar, setelah memastikan semuanya aman Elena bergegas keluar dan lari secepat mungkin dari sana.


Elena terus berlari tanpa arah, yang terpenting dirinya bisa menjauh dari pengawal milik Aron.


Malam semakin gelap dan dingin, Elena tidak tahu dimana dirinya sekarang bahkan semuanya terlihat asing.


Setelah memastikan jaraknya sudah jauh dari pengawal Aron, Elena berjalan pelan karena merasa lelah di kaki nya.


Elena hanya mengenakan piyama berbahan satin yang tidak menghangatkan, Elena memeluk dirinya sendiri karena merasa dingin.


Elena berdiri di tepi jalan berharap sebuah mobil lewat dan bisa mengantar nya ke apartemen nya.


Dari kejauhan Elena bisa melihat sebuah cahaya mobil bergerak kearahnya, Elena melambaikan tangan agar mobil itu berhenti.


Mobil itu berhenti tepat didepan Elena "Tuan, aku mohon bantu aku" ucap Elena menangkup kedua tangan nya didepan dada.


Seorang pria paruh baya yang mengendarai mobil itu pun memicingkan matanya melihat gadis cantik sendirian malam malam begini.


"Masuk lah" ucap pria itu mengizinkan Elena


Elena langsung masuk kedalam mobil pria itu, seketika tubuhnya menghangat karena mobil nya cukup nyaman


"Terimakasih tuan, bisakah anda mengantar saya kekota A, saya akan membayar anda disana"


"Uang saya berada di apartemen, berapa pun akan saya bayar saya mohon" pinta Elena dengan wajah memelas


"Berarti gadis ini tidak tahu jika ini masih wilayah kota A" batin pria itu menatap datar Elena


"Baiklah" pria itu pun setuju "Minumlah ini kau terlihat lelah" ucap pria paruh baya itu memberikan sebotol air mineral kepada Elena.


"Terimakasih tuan" ucap Elena menerima air mineral itu karena memang merasa haus setelah berlari cukup jauh.


Elena menenggak minuman itu hingga habis setengah, tanpa Elena sadari pria paruh baya itu menyeringai sembari mengendarai mobilnya.


Di tempat yang berbeda tepatnya disebuah bar, Aron sedang duduk dihimpit dua wanita dengan pakaian yang sangat kekurangan bahan.


Drttt Drtt


Ponsel Hugo bergetar, Hugo langsung melihat ada panggilan dari salah satu pengawalnya yang berjaga di mansion.


"Katakan!" ucap Hugo setelah sedikit menjauh dari Aron


"Maaf tuan, nona muda kabur" ucap pengawal dari seberang sana


"Jangan bercanda, cari di setiap sudut markas" ucap Hugo yang tidak ingin langsung percaya


"Kami suan mencarinya, Nona masuk kedalam mobil pengawal yang keluar tadi" ucap pengawal itu dengan nafas terengah


"Ahhh sial" umpat Hugo mematikan panggilan itu.


Hugo kembali mendekati Aron dan kedua sahabat nya dengan wajah yang sangat gugup


"Ada apa Hugo?" tanya Halid yang melihat wajah Hugo tampak berbeda.


"Pergi kalian" ucap Aron mengusir dua ******* dari sana.


Setelah kedua wanita itu pergi Aron memandang Hugo dengan datar, itu membuat Hugo semakin gugup


"Nona muda kabur tuan" ucap Hugo menundukkan kepalanya


"APAAAA!!"


.


.


.


Ketemu ga nih? wkwk


Staytune dan sehat selalu hihi.