
Dihari yang sama juga Elena, Aron dan juga Jonathan memutuskan untuk kembali kerumah mereka.
"Ingin membeli sesuatu sayang?" tawar Aron saat mereka sudah ada didalam mobil
"Tidak, kita pulang saja karena aku ingin istirahat" ucap Elena menyandarkan kepalanya didada Aron.
Beberapa saat kemudian mobil yang ditumpangi mereka sampai didepan rumah mewah milik Aron.
Terlihat Harlina dan Melisa yang sedang duduk di bangku teras rumah menampilkan raut tak suka.
Aron pun menggendong Elena menuju kedalam rumah karena wanita itu ketiduran karena kelelahan.
Jonathan yang menaiki mobil yang berbeda dengan Aron pun terkejut melihat menantunya ada dalam gendongan Aron.
"El kenapa?" tanya Jonathan panik
"Tidur pi" jawab Aron berbisik
"O..ohh ayo kita bawa kekamar, kau benar benar keterlaluan membuatnya kelelahan begini" gerutu Jonathan menatap sebal kearah putranya.
Mereka pun masuk kedalam tanpa memperdulikan Harlina dan Melisa yang menatap mereka.
"Jonathan begitu hangat dengan gadis itu sangat berbeda dengan pribadinya selama ini" batin Harlina menatap kepergian tiga orang itu.
"Lihatlah wanita matre itu oma, dia akan menggerogoti harta Aron secara perlahan nantinya" ucap Melisa mempengaruhi.
"Tenang saja sayang dia pasti akan ditendang dari rumah ini" jawab Harlina menyeringai.
Helga yang tanpa sengaja mendengar pembicaraan kedua orang itu pun mengepalkan tangan nya.
"Helga"
"Ayam ayam, aishhh kau ini mengejutkan saja" gerutu Helga
"Ada apa?"
"Aku mendengar obrolan Melisa dan nyonya besar, sepertinya mereka merencanakan sesuatu untuk menyingkirkan nona muda"
Amey yang mendengar itupun mengepalkan tangan nya, muak sekali Amey harus terus diam seperti ini.
"Ehhh kau mau kemana?" tanya Helga menarik baju Amey yang hendak berlalu.
"Ingin menghampiri mereka, wanita itu akan terus menghasut nyonya besar jika kita diamkan"
"Maka nona muda akan membunuh mu karena merusak rencananya" ucap Helga memperingatkan.
"Lalu harus bagaimana?"
"Sudahlah kita harus menjaga nona muda saja"
"Ck jika bukan karena nona muda, akan ku tebas leher wanita gila itu" gerutu Amey dan berlalu pergi.
Helga pun hanya menggelengkan kepalanya saja dan berlalu mengikuti langkah Amey yang ntah mau kemana.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dirumah keluarga Zicon, Lucas baru saja kembali dengan wajah sendu dan itu dilihat oleh Fito adiknya.
"kau kenapa bang?"
"Hari ini aku menemui El"
Deghhhh
Fito langsung memandang kearah abang nya, selalu ada rasa cemburu saat Lucas membahas tentang Elena dihati Fito.
"Kau menemuinya? pengawal keluarga Smith dan Agarandra sekarang memperketat penjagaan El bang"
"Aku tahu Fito, aku tidak sebodoh itu untuk menemuinya secara terang terangan, aku menyamar sebagai OB untuk bisa melihatnya" Jawa Lucas jujur.
"Kau sudah mencintai nya ternyata" ucap Areta yang ternyata mendengar percakapan kedua cucunya.
Lucas hanya menatap datar kearah oma nya, Lucas sudah memantapkan hatinya untuk melawan Areta yang ingin menyakiti Elena.
"Jawab oma Lucas"
"Iya oma, aku sudah mencintai Elena putri dari orang yang oma musuhi, apa salahku?" bentak Lucas
"Kau mulai membela mereka Lucas? kau membela orang yang sudah membunuh papa mu?"
"Mereka tidak membunuh papa oma, papa yang memancing kematian nya sendiri!"
"Dimana otak mu Lucas!" bentak Areta yang semakin tersulut emosi.
"Oma fikir aku tidak tahu hah? selama ini mencoba menabur kebencian antara aku dengan keluarga El"
"Seandainya dia mencintaimu juga pun Bram tidak mungkin merestui hubungan kalian karena kalian masih bersaudara!"
"Apa pun itu aku tidak perduli oma, aku mencintai El dan akan selamanya seperti itu"
Pyarrrrr
Lucas berlalu pergi sembari menyenggol vas kesayangan milik Areta hingga hancur berkeping-keping.
"LUCASSSS!" teriak Areta yang semakin tersulut emosi.
Fito hanya bisa menundukkan kepalanya, Fito memang di kenal lugu bahkan tidak terlalu suka dengan kekerasan seperti Lucas.
"Fito kamu jangan seperti abang mu yang tidak tahu diri itu, kamu sayang sama oma kan nak?"
"Ya sudah oma tinggal dulu kepala oma sangat pusing" ucap Areta dan berlalu pergi.
"Apakah oma akan memarahi ku saat tahu aku mencintai wanita yang sama seperti Lucas? aku tidak bisa menghilangkan rasa cinta ku dari El oma aku sangat mencintainya".
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dirumah keluarga Smith, Elena baru saja bangun dari tidur nya dan sekarang menuju ke lantai dasar.
Elena berlalu kearah dapur untuk mencari sesuatu yang bisa dimakan karena wanita ini melewatkan waktu makan siang.
" Nona muda sudah bangun?"
"Hay bik, dimana Aron?"
"Tuan sedang berada di ruang gym non" jawab bik Minah.
"Itu tuan" ucap bik Minah saat melihat Aron memasuki dapur.
"Kamu sudah bangun sayang? mau makan siang?"
"Kamu udah makan?"
"Aku nunggu kamu sayang"
Elena tersenyum melihat tingkah Romantis suaminya yang terkadang membuat dirinya jengkel.
"Bik siapin makan ya kami berdua akan makan" ucap Elena kepada bik Minah.
"Kamu mandi dulu ya sayang biar lebih seger"
"Siap istriku yang cantik" ucap Aron mengecup kening Elena dan berlalu pergi.
Elena membantu para pelayan untuk menyiapkan makan siang yang sudah terlambat untuk dirinya dan juga suaminya.
"Sok rajin banget padahal benalu" ucap Melisa yang tiba tiba datang ntah dari mana.
"Kita lihat saja nanti siapa yang benalu dirumah ini"
"Kau menantang ku?"
"Seorang ratu tidak pernah bersaing dengan upik abu" jawab Elena tersenyum miring.
"Jangan terlalu bangga sialan, lihat saja suatu hari nanti aku yang akan menendang mu dari rumah ini"
"Oh ya? maka akan ku patahkan kaki mu lebih dulu sebelum melakukan itu" ucap Elena dan berlalu pergi menyusul suaminya.
"Lihat saja nanti brengsek kau akan kembali menjadi wanita murahan setelah Aron menceraikan mu dan kembali kepadaku!" bentak Melisa.
Elena tidak memperdulikan bentakan Melisa dan tetap melanjutkan jalan nya menuju lift untuk menjemput suaminya.
Sesampainya dikamar mereka, Elena mengedarkan pandangan nya saat tidak melihat keberadaan suaminya.
Suara gemercik air pun terdengar dari arah kamar mandi, ternyata Aron belum selesai mandi dan Elena pun memutuskan menyiapkan pakaian untuk suaminya kenakan.
Sembari menunggu Aron selesai, Elena memutuskan untuk duduk disofa sembari memainkan ponselnya.
Beberapa saat kemudian Elena bisa merasakan tetesan demi tetesan air jatuh membasahi wajah nya.
Elena mendongak dan melihat Aron yang membungkukkan tubuh nya kearah nya dengan hanya menggunakan handuk saja.
"Yakkk Aron aku fikir suster keramas tadi" celetuk Elena.
"Susah selesaikan? cepatlah pakai baju aku sudah lapar"
"Apa tidak ada makanan pembuka sayang?"
"Ada di ba.... ahhhhh Aron kau mau apa?" tanya Elena saat Aron tiba tiba menggendong tubuh nya.
"Menikmati makanan pembuka?"
"Hah apa yang... oh ayolah Aron ini belum ada 12 jam"
"Dia juga butuh makan sayang"
"Tapi aku juga butuh makan"
"Berbagilah dengan nya sayang setelah itu baru dirimu"
"Yakkk kenapa aku menikah dengan pria mesum seperti dirimu Aron"
"Sekarang aku hanya mesum kepada istriku" ucap Aron merebahkan tubuh Elena diatas ranjang dan lanjut melepaskan handuk nya.
Elena hanya bisa pasrah dengan perlakuan suaminya, siapa yang bisa menolak ceo mesum ini fikir Elena.
.
.
.
Wkwk ga ada adegan ya🤣
Mampir juga di karya teman author😉