My Man Is The CEO Of Casanova

My Man Is The CEO Of Casanova
MENCARI



Malam yang dingin dan berangin menemani Aron yang sedang mencari keberadaan istrinya yang kini ntah dimana.


"Rekaman CCTV di hapus tuan dan Halid sedang berusaha mengembalikan nya" lapor Zio.


Mereka kini sudah berada didepan universitas tempat Elena belajar tepatnya diparkiran tempat mobil Elena berada.


Aron menggenggam ponsel Elena yang terjatuh tepat di samping mobil itu dan tas Elena juga ada disana serta kunci mobilnya.


"Aron" panggil Bram yang datang bersama istrinya.


"Dimana El, nak?"


"El akan ketemu ma, mama tenang saja ya" ucap Aron mengelus lembut pundak Ani.


"Kamu dimana nak mama mencari mu sayang" gumam Ani yang sudah mulai panik karena kabar kehilangan putrinya.


"Jangan jangan Arilandro" tebak Jonathan membuat kedua pria itu langsung menoleh.


"Arilandro, habis kau hari ini jika istri ku terluka" gumam Aron dan langsung masuk kedalam mobilnya meninggalkan mereka semua.


"Ayo susul Aron dia sedang emosi" ucap Jonathan.


Bram pun langsung masuk kedalam mobil nya diikuti istrinya, Jonathan dan juga Harlina yang memutuskan untuk pergi semobil.


"El kamu dimana nak" lirih Ani yang sudah berderai air mata.


"Tenanglah nak"


"Tidak bisa bik, aku tidak tahu bagaimana keadaan El sekarang"


"Elena gadis yang baik dia akan baik baik saja sampai kita datang menjemputnya" ucap Harlina memeluk Ani.


Jonathan dan Bram pun langsung adu pandang sesaat, apa mereka tidak salah dengar? Harlina terdengar cukup khawatir dengan keadaan Elena dan juga mencoba menenangkan ibu wanita itu.


Di mobil Aron, Aron terus menambah kecepatan mobilnya agar cepat sampai di kediaman Arilandro yang diketahui telah menculik istrinya.


"Jika benar kau yang menculik istriku maka kau akan mati hati ini Arilandro" ucap Aron dengan rahang yang sudah mengeras.


Beberapa saat kemudian mobil yang dikendarai Aron pun sampai lebih dulu di kediaman mewah milik Arilandro.


"ARILANDRO KELUAR KAU SIALAN!" teriak Aron dari gerbang depan.


"Tuan Aron? ada apa tuan malam malam kesini?" tanya salah satu pengawal Arilandro.


"Katakan kepada tuan mu itu temui aku sekarang ini, kembalikan istriku!"


"Apa maksud tuan? disinin ti..."


"Ada apa ini ribu ribut ribut?" tanya Arilandro yang muncul dari belakang.


Bughhhhh


Bughhhhh


Bughhhhh


Aron langsung melayangkan bogeman kewajah Arilandro membuat pria itu terhuyung kebelakang.


"Apa apaan kau Aron!" bentak Arilandro yang tidak Terima diserang tiba tiba.


"Brengsek kau sialan!" bentak Aron.


Bughhhhh


Bughhhhh


"Nak sudah nak kita tanya dulu" ucap Bram yang berusaha melerai perkelahian keduanya.


"Apaan apaan kau memukul ku tanpa alasan brengsek!" bentak Arilandro yang ditahan oleh Bram.


"Kembalikan istriku bedebah!" Bentak Aron.


"Istriku tid... ehhh apa yang terjadi? dimana El paman?" tanya Arilandro.


Mereka langsung saling pandang, apakah tebakan mereka salah? Arilandro tidak tahu dimana Elena.


"Dimana El paman?" desak Arilandro.


"El menghilang, tujuan ku kemari mencari istriku"


"Menghilang?" terkejut Arilandro dengan jawaban Aron.


"Kami fikir El bersama mu nak"


"Tidak paman, aku tidak ada keluar rumah satu hari ini" jawab Arilandro jujur.


"Lalu dimana putriku?" lirih Ani yang terus menangis dalam pelukan Harlina.


Citttttttt


Suara ban berdecit dari sebuah mobil sport berwarna biru yang tiba tiba datang mengalihkan pandangan mereka.


Rico turun bersama Abeng dengan tergesa, raut keduanya terlihat begitu khawatir dan juga cemas.


"Dimana adikku?" tanya Rico dengan aura yang sudah menghitam.


"Belum ada titik terang nak" jawab Bram.


"Rico nak cari adikmu nak, mama mohon bawa dia kembali dengan selamat" ucap Ani memeluk putranya.


"Mama tidak mau, mama ingin ikut mencari adik mu mama ingin melihatnya Rico" tolak Ani.


"Mama dengar aku, aku akan membawa El kembali dengan selamat tanpa kurang apa pun, mama kembali ya istirahat dirumah"


Ani pun mengalah dan pergi bersama Harlina dengan diantar oleh Zio yang membawa mobil sendiri.


"Ayo kita cari El, Aron" ajak Rico dan langsung masuk kedalam mobilnya bersama Abeng.


Mereka semua pun meninggalkan kediaman Arilandro, Arilandro masih berdiri memandangi kepergian mereka.


"Akua harus mencari El" gumam Arilandro dan berlalu masuk kedalam rumah nya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dikamar yang bernuansa serba hitam, Elena mulai mengerjapkan matanya dan merasa bagian belakang nya sangat sakit.


"Awwwwwsss" lirih Elena mendudukkan tubuhnya.


"Kamar siapa ini? dimana aku? ini bukan kamar ku dan Aron" gumam Elena melihat sekeliling kamar.


"Kamu sudah bangun sayang?" tanya seorang pria yang muncul dari balkon.


Elena memicingkan matanya, wajah pria ini sangat asing baginya Elena juga tidak pernah melihat nya.


"Siapa kamu? dan dimana ini?"


"Di kamar ku sayang, apakah masih sakit?" tanya pria itu ingin menyentuh leher belakang Elena tetapi ditepis oleh Elena.


"Jangan sentuh aku, pasti kau yang memukul ku waktu diparkiran kampus kan? kau yang menculikku!" bentak Elena.


"Sayang kamu tidak mengerti, aku sudah sangat lama menunggu mu selama ini jadi apa salah nya aku menculikmu, kamu calon istriku"


"Singkirkan tangan sialan mu itu, aku sudah menikah dan lihat ini" ucap Elena menunjukkan cincin pernikahan nya dengan Aron.


Mata pria itu langsung menajam saat melihat cincin berlian indah yang sudah tersemat di jari manis wanita pujaan nya.


Pria itu ingin mengambil cincin itu dari jari Elena tetapi ditepis oleh Elena dengan tatapan yang tajam.


"Kau fikir kau siapa bisa memiliki ku hah?"


"Kau seharusnya mengerti Elena Gresya, bertahun tahun aku menunggu mu untuk menikah dengan ku"


"Dan sekarang lepaskan aku karena aku sudah menikah, carilah wanita lain karena aku tidak akan mau menikah dengan mu" ucap Elena.


"Tidak, aku akan mengurus perceraian mu dengan Aron setelah itu kita akan menikah dirumah ini"


"Jangan gila, aku tidak mengenal mu lepaskan aku sialan aku sudah mempunyai suami aku tidak mau menikah dengan mu!"


"Aku tidak menerima penolakan darimu, aku sangat muak melihat mu bermesraan dengan suami mu dan juga melihat banyak pria menginginkan mu"


"Aku tidak perduli dengan dirimu lepaskan aku!" bentak Elena.


"Apakah kau tidak memikirkan perasaan ku El? aku sangat menyayangi mu"


"Kau menyayangi ku tapi cara mu salah dengan menculikku dari suamiku"


"Aku ingin memiliki mu Elena"


"Aku membenci mu sialan, lepaskan aku!"


Plakkkk


Elena melayangkan satu tamparan yang cukup keras untuk pria itu hingga pipi putih itu menjadi memerah.


Mata pria itu langsung berkaca kaca, pria itu dengan sigap mendorong tubuh Elena dan menindih nya.


"Lepaskan aku, jangan macam macam brengsek!" bentak Elena.


Pria itu menahan tangan Elena diatas kepala dan langsung mendekatkan wajah nya ke wajah Elena hingga bibir mereka bersatu.


"Mmmpphhh" Elena terus meronta dengan menjejakkan kaki nya.


Bughhhhhh


Lutut Elena menghantam tepat diperut pria itu hingga akhirnya pria itu melepaskan ciuman nya.


Elena mendorong kuat tubuh pria itu hingga menjauh, Elena mulai meneteskan air matanya karena sudah merasa takut.


"Ma..maafkan aku sayang"


"Lepaskan aku, aku mohon suami ku pasti mencariku" ucap Elena memohon.


Pria itu langsung mengalihkan pandangan nya karena tidak tega melihat Elena menangis karenanya.


"Tetaplah disini sampai hari pernikahan kita tiba" ucap pria itu dan berlalu pergi, tidak lupa pula mengunci pintu balkon dan kamar itu.


"Aron tolong aku hiks.."


.


.


.


Siapa yang nebaknya salah? 🤣