My Man Is The CEO Of Casanova

My Man Is The CEO Of Casanova
UPIK ABU



Jam istirahat pun tiba, semua mahasiswa mulai memenuhi area kantin universitas.


"Kantin yuk, mereka udah nunggu disana" ajak Jessica berdiri disamping meja Elena


Elena mengangguk dan langsung berdiri untuk keluar dari dalam kelas itu, tiba tiba ada yang menghadang langkah mereka berdua.


"Mahasiswi baru gaya nya selangit, aku dengar kamu masuk jalur beasiswa ya" ucap seorang mahasiswi yang sekelas dengan Elena


Elena memutar bola matanya malas, Elena sudah bisa menebak pasti ada orang yang memusuhinya disini.


"Kami ga punya waktu" ketus Jessica hendak menerobos tetapi ditahan oleh kumpulan 4orang wanita itu.


"Apa teman mu ini tuli? atau bisu?" ucap seorang wanita lainnya


"Aku yang tuli apa kau?" ketus Elena yang mulai kesal


"Jaga bicara mu upik abu, dia ini Riska, putri dari kepala dosen di Universitas ini" ucap wanita yang lain.


Wanita yang mengatai Elena tulus bernama Riska Azain, ibunya adalah Meddi Azain istri dari agger Azain salah satu keluarga terpandang.


Riska mempunyai tiga teman yang bernama Ririn, Amel dan juga Gita, mereka adalah mahasiswi yang sering membully mahasiswi lainnya.


Riska di kenal sebagai ratu kampus karena kecantikan yang dimiliki nya dan juga sebagai putri kepala dosen.


Kedatangan Elena membuat posisi nya terancam karena wajah Elena yang jauh lebih cantik darinya.


"Apa ada masalah?" tanya Elena santai


"Jaga bicara mu, aku bisa saja menendang mu dari Universitas ini upik abu" ketus Riska yang tersulut emosi


"Upik abu, nama yang cukup indah, terimakasih dan sampai jumpa" ucap Elena dan berlalu pergi bersama Jessica.


Setiap orang yang berselisih dengan Elena akan langsung terpaku melihat kecantikan gadis ini.


Banyak dari mereka yang mengenal Elena karena ketenaran gadis ini didunia maya.


Elena memasuki kantin membuat semua mata langsung tertuju kepadanya, Elena ingin sekali memaki orang orang ini.


"El, Jessi" teriak Dita dari bangku kantin yang ada di sudut.


"Apa kalian lama menunggu?" tanya Jessica yang sudah duduk bersama Elena


"Belum lama, mau pesan?" tawar Dita dan mereka pun setuju.


"Hay, kamu mahasiswi baru di kelas bisnis dan ekonomi ya? perkenalkan nama aku Arga dari kelas kedokteran" ucap seorang pria yang duduk tepat diseberang bangku Elena.


Elena terus fokus pada ponselnya, gadis itu tidak menyapa balik salam perkanalan dari Arga.


Arga Sagara, putra CEO nomor empat dinegara ini, Arga putra tunggu dari Ardi Sagara yang satu fakultas dengan Rasya.


Rasya memberi kode pada Arga agar diam karena sahabatnya ini tidak suka dipaksa.


Dari kejauhan, Riska melihat Arga yang memulai pembicaraan dengan Elena dan itu membuatnya cemburu.


Arga saja sangat dingin kepadanya, lalu kenapa dengan gadis ini terlihat sangat berbeda dan juga hangat.


Arga dikenal sebagai mahasiswa tertampan dan paling berkompeten, Arga akan menjadi dokter muda yang akan lulus tahun depan.


Selesai dari kantin Elena pun memutuskan untuk kembali ke kelas bersama Jessica karena kelas akan dimulai 10 menit lagi.


Brukkkk


Ada yang mendorong Elena dari belakang, dengan kesigapan yang gesit tubuh Elena hanya terhuyung tidak jatuh.


"Apa maksud mu?" bentak Jessica memandang Riska tajam.


Riska lah pelaku nya, dia mendorong Elena cukup keras hingg Elena terhubung ke depan dan cukup jauh untung saja wanita itu seimbang.


"Apa? aku tidak sengaja" ucap Riska dengan santai.


Dughhhhhh


"Awwww" Elena menginjak kaki Riska dengan keras membuat wanita itu meringis


"Upsss, aku tidak sengaja" ucap Elena dan berlalu pergi


"Ahhh ****, berani nya kau sialan!" teriak Riska yang tersulut emosi.


Baru kali ini ada orang yang berani membalas apa lagi melawan dirinya yang paling ditakuti di Universitas mewah ini.


Riska dan komplotan nya pun mengejar Elena yang sudah menghilang dibalik Tembok, tepatnya gadis itu sudah masuk kelas lebih dulu.


Brakkkkk


Riska menggebrak meja Elena, sedangkan Elena terus fokus pada buku ditangannya sembari mendengarkan musik dari earphones di telinganya.


"Hey upik abu" panggil Riska tetapi Elena tak merespon


Plakkkkkk


Riska menampar pipi Elena cukup keras membuat pipi putih itu menjadi merah dan terasa perih


"Kau tuli hah? jangan macam macam dengan ku jika ingin berkuliah dengan tenang disini" ancam Riska


Elena mengeluarkan sekantung es batu dari dalam tas nya dan langsung menempelkan pada pipi nya agar merahnya sedikit memudar


"Aku putri kepala dosen disini bedebah!" bentak Riska yang semakin emosi


"Ohhhh" Elena kembali fokus pada bukunya.


Mahasiswa lain yang sudah disana pun tercengang dengan ucapan Elena yang seakan tidak gentar dengan ancaman Riska.


"Oh doang?" ketus Amel


"Jadi? aku harus mengatakan kepada seluruh kelas, Heyy kalian semua lihatlah aku ditampar oleh putri kepala dosen, begitu?" ucap Elena


"Kau ya.."


"Ada dosen" ucap salah seorang mahasiswa yang baru datang.


Riska langsung pergi ke makanya dan menghadiahkan Elena tatapan tajam, sedangkan Elena hanya memutar bola matanya malas.


Jam pulang kuliah pun tiba, Elena sudah berjalan menuju parkiran dimana mobil Jessica berada.


Ketiga sahabat Elena tahu jika gadis ini menutupi identitas barunya sebagai calon nyonya muda Smith.


"Hay upik abu, mau numpang sama Jessi? idiww kalau aku jadi kamu, aku ga bakal kasih tumpangan ke dia Jess" ucap Ririn memandang Elena remeh.


"Mobilku kok situ yang sewot" ketus Jessica dan berlalu dengan mobilnya bersama Jessica.


Tidak jauh dari Universitas, mobil yang dikendarai oleh Jessica pun berhenti, tepat disamping mobil putih milik Elena yang dikendarai Helga.


"Ck, kau seperti buronan El" ketus Jessica


"Diamlah kau brengsek, aku hanya ingin bermain main dengan mereka" ucap Elena


"Ck tapi mereka akan terus membully mu" ucap Jessica yang tidak mengerti dengan pemikiran Elena


"Kau tidak membayangkan bagaimana keterkejutan mereka saat tahu aku siapa hah? coba bayangkan, pasti lucu" ucap Elena terkekeh


"Oke baiklah, tapi jangan sampai kau terluka atau aku yang akan membunuh mereka" ucap Jessica


"Iya si paling takut darah" ucap Elena membuka pintu mobil


"Cih bocah kecil" gerutu Jessica.


Elena keluar dari dalam mobil Jessica dan langsung masuk kedalam mobilnya secara cepat agar tidak diketahui oleh siapa pun.


Helga hanya bisa menghela nafas melihat tingkah nona mudanya, sedangkan Amey terkekeh geli.


"Anda seperti detektif yang sedang mencari bukti kejahatan Non" kekeh Amey menoleh kepada Elena


"Itu salah satu mimpi ku Mey, iyakkk seru sekali jika seperti itu, bagaimana jika kita bermain seperti itu nanti dirumah?" tawar Elena


"Kau salah bicara Mey" ucap Helga menggelengkan kepala nya


"Hehe, bagaimana jika kita bermain makan makan saja" tawar Amey


"Permainan apa itu?" tanya Elena


"Ya kita akan ber..."


"Helga Stopppp!" ucap Elena membuat Helga ngerem mendadak


"Ada apa non?" tanya Helga


"Itu, tunggu disini aku akan mem..."


"Tidak usah turun, biar Amey saja yang membeli non" ucap Helga dan disetujui oleh Elena


"Mey buatkan yang berbentuk kucing, kelinci dan juga beruang" ucap Elena sembari menatap penjual gula kapas pinggir jalan.


Amey mengangguk dan langsung keluar dari mobil untuk membeli apa keinginan nona mudanya itu.


Dirumah, Aron sedang berdiri di teras rumah sembari memasukkan kedua tangan nya kesaku


Aron pulang kantor lebih dulu dari pada Elena pulang kuliah, dan kini pria itu menunggu gadis kecilnya.


Saat melihat mobil Elena memasuki pekarangan rumah, Aron menarik sudut bibirnya dan tersenyum tipis.


Elena keluar dari dalam mobil dengan membawa sebuah gula kapas berbentuk kucing, dua lagi dipegang oleh Helga dan Amey


"Sayang" ucap Elena mengecup pipi Aron dan memeluk pria itu.


"Bagaimana hari mu?" tanya Aron


"Baik, aku membeli gul..."


Dorrrrrr


"Akhhhhhhh"


.


.


.


Comment dong biar author tau ada yang baca.