My Man Is The CEO Of Casanova

My Man Is The CEO Of Casanova
PERMINTAAN



Jonathan yang sekarang tinggal dirumah Aron pun membuat Aron jengkel dengan keberadaan papinya.


Semenjak mendengar kabar banyak musuh klan nya yang mengincar Elena membuat pria itu begitu overprotective.


Seperti pagi ini contohnya, Elena hendak berangkat kuliah tetapi Jonathan dan Aron terus berebut siapa yang akan mengantar Elena.


"Kau kekantor saja Aron, Elena sama papi saja" ucap Jonathan yang kekeh dengan keputusan nya


"Perusahaan melewati kampus El papi, jadi aku saja yang antar" ucap Aron yang tidak mau mengalah.


"Bisa telat aku" batin Elena melihat arloji ditangan nya.


Elena memberikan isyarat pada Helga agar menyiapkan mobil untuknya karena Elena sudah tidak bisa menunggu.


Awalnya Helga menolak, tetapi setelah melihat waktu sudah menunjukkan jam 8 pagi membuat Helga mengalah.


"Papi saja Aron"


"Aku saja papi"


"Papi saja"


"Aron saja"


"Papi saja"


"Aron saja"


"Kenapa kau tidak mau mengalah?" ketus Jonathan


"Karena dia calon istriku" jawab Aron


Mereka terus berdebat tanpa memperhatikan Elena yang sudah pergi bersama Helga menggunakan mobil.


Bik Minah yang dari tadi memperhatikan ayah dan anak berdebat itu pun terkekeh, apa lagi melihat Elena yang sudah melarikan diri.


"Tuan besar, tuan muda, nona El sudah pergi" ucap bik Minah menahan tawanya.


"APA?" serentak keduanya terkejut


"Nona El pergi dengan nona Helga tuan" ucap bik Minah


"Tuhkan gara gara papi sih" ucap Aron yang kesal


"Kok papi? kamu yang tidak mau mengalah" ucap Jonathan yang tidak Terima disalahkan


"Ahhh sudahlah aku akan pergi kekantor saja" ucap Aron dan berlalu pergi bersama Halid.


^~^~^~^~^~^~^~^~^~^~^~^~^~^~^~^~^~^~^~^


Elena sedang lari lari menuju kelasnya, benar dugaannya bahwa dia telah telat selama 10 menit.


"Permisi buk, maaf saya telat" ucap Elena sopan kepada dosen wanita yang sedang masuk jam pelajaran di kelas Elena


"Apa alasan kamu telat?" tanya Dosen wanita itu


"Ban motor saya meledak buk dijalan" ucap Elena menundukkan kepalanya.


Jessica yang sedang melihat Elena pun berusaha untuk menahan tawanya, sahabat nya ini pasti terlambat karena perselisihan antara Jonathan dan Aron.


"Jangan ulangi lagi, duduk di kursi mu" ucap Dosen itu


"Terimakasih buk" ucap Elena dan berlalu kekursinya


"Aishhh sialan papi sama Aron, gara gara mereka aku harus telat, lihat saja nanti" batin Elena mengerucutkan bibirnya kesal.


"Drama pagi hari?" bisik Jessica


"Iya, ngeselin banget ih" gerutu Elena


Jessica terkekeh "Kalau kamu buka Identitas kamu sebagai calon istri CEO, mungkin ga akan dimarah" ucap Jessica


"Kalau itu juga aku tahu" ucap Elena malas.


Bukan tanpa alasan Elena menutupi identitas nya, Elena hanya ingin melihat seperti apa situasi disini saat dia hanya gadis biasa.


Jam istirahat pun tiba, Elena dan Jessica sudah berjalan menuju kantin dimana Dita dan Rasya sudah menunggu.


"Elena" sapa seorang pria yang berdiri di hadapan Elena.


Elena mengerutkan kening nya, dia tidak pernah melihat pria ini tetapi wajahnya memang tidak asing.


"Kamu pasti lupa sama aku kan? aku Fito, temen sekelas kamu disekolah paket" ucap pria itu.


Ternyata dia adalah Fito, pria yang mengejar Elena sedari Elena masuk sekolah bahkan hingga gadis itu lulus.


"Ohhh kamu ya" Jessica bukan Elena


"Ohhh" jawab Elena singkat dan berlalu pergi.


"Tu anak kebiasaan banget sih" gerutu Jessica


"El Jurusan apa Jes?" tanya Fito pada Jessica yang ternyata sudah saling mengenal


"Satu kelas sama aku, maaf ya sifat El emang ga bisa berubah dari dulu" ucap Jessica sungkan


"Iya tidak masalah, emm sampaikan salam ku untuk El ya" ucap Fito


"Iya akan ku sam...."


"Mau mati kau Jessi!!" teriak Elena dengan suara yang melengking membuat satu lorong menutup telinga


"Aishh toa masjid, aku duluan ya by" ucap Jessica dan berlari pergi.


Fito begitu senang bisa dipertemukan dengan Elena lagi, alasan Fito kuliah disini juga karena Elena bukan pendidikan.


"Aku bunuh kau ya?" ancam Elena


"Aelah sensi amat kayak emak emak nyidam" celetuk Jessica dan langsung mendapat tatapan tajam dari Elena


"Hehe enggak" ucap Jessica menggaruk tengkuknya yang terasa merinding.


Ntah mengapa, setiap ancaman yang keluar dari mulut Elena membuat Jessica atau pun kedua sahabat nya merinding takut.


Mereka sudah duduk di bangku kantin dengan formasi yang lengkap, Elena terus memandangi ponsel nya karena mendapati pesan dari Aron maupun Jonathan.


"Pesen apa El? biar sekalian" ucap Rasya yang sudah berdiri


"Ikutan aja" jawab Elena "Dua pria ini kenapa menjadi sangat posesif, aku kerjain kalian nanti" batin Elena tersenyum smirk.


"Eh kalian udah dapat cuti?" tanya Jessica membuka obrolan


"Kalian udah?" tanya Rasya yang kembali dengan nampan makanan nya


"Tanyak El" jawab Jessica


"One mont, banyak banyak ntar bodoh" jawab Elena


"Siapa bodoh?" tanya Dita


"Jessica bodoh" jawab Elena membuat ketiga sahabatnya tertawa


"Apa wacana? kami selalu barengan walaupun beda kelas, mungkin minggu depan" ucap Rasya


"Au deh, kamu kemana El?" tanya Jessica menoleh kearah Elena


"Kemana? kalian fikir aku bisa seenaknya keluar gitu aja" jawab Elena


"Nanti kalau kami udah dapat cuti liburan bareng sabi kali?" usul Dita


"Cari dulu tempatnya nanti aku tinggal izin" jawab Elena dan disetujui oleh yang lain.


Jam pulang kuliah pun tiba, Elena sudah berjalan bersama Jessica menuju parkiran karena seperti biasa Elena akan nebeng sampai tempat Helga menjemput.


"ELL!" teriak Fito berlari kearah Elena


"Aelahh manusia prik" gerutu Elena membuat Jessica terkekeh


"Pulang bareng yuk, kamu tinggal dimana sekarang?" tanya Fito


"Cepat ah Jess" desak Elena menarik tangan Jessica.


Jessica pun langsung melajukan mobilnya, meninggalkan Fito yang tersenyum kecut karena terus ditolak oleh Elena.


Mobil yang dikendarai Helga pun sudah memasuki pekarangan rumah mewah milik Aron.


Terlihat dua pria dengan perbedaan usia sudah menunggu Elena didepan pintu masuk utama.


"Lihatlah Helga, mereka seperti manekin" bisik Elena membuat Helga terkekeh.


"Mereka menunggu anda nona" ucap Helga


"Sosweet sekali" ucap Elena dengan nada mencibir membuat Helga tergelak.


Elena keluar dari mobil dan langsung menyambangi Aron dan juga Jonathan.


"Papi" ucap Elena mencium tangan Jonathan lebih dulu.


Aron langsung mengerucutkan bibirnya karena Elena lebih dulu menghampiri Jonathan dari pada dirinya


"Bagaimana hari mu sayang?" tanya Jonathan memeluk Elena


"Baik pih" jawab Elena


"Sayang" panggil Aron


"Hehe maaf sayang" ucap Elena mengecup tangan Aron dan memeluk pria itu.


Dengan senang hati Aron membalas pelukan Elena, sedangkan Jonathan memutar bola matanya malas.


"Aku sudah cuti kuliah sayang" ucap Elena


"Oh ya? kita mau berlibur kemana?" tanya Aron antusias


"Tidak ada, aku hanya punya satu permintaan" ucap Elena


"Katakan kamu mau apa? semuanya akan aku turuti" ucap Aron


"Janji?" tanya Elena memastikan


"Iya sayang, katakan" titah Aron


"Aku ingin bekerja" ucap Elena antusias bahkan sampai mengepalkan tangan nya ke udara.


"APAAA!!"


.


.


.


Hehe, minta dukungan dong say hihi.