My Man Is The CEO Of Casanova

My Man Is The CEO Of Casanova
GADIS KECIL.



Seorang pria tampan, bermata biru dan berahang kokoh, tubuhnya yang tinggi dan kekar, perut kotak kotak nya membuat siapa saja akan terbuai dengan pria bak pangeran itu.


Pria kaya raya, seorang CEO diperusahaan terbesar di kota dan negara ini, wajah datar serta tatapan elang nya membuat semua wanita berbondong bondong untuk mendapatkan pria itu.


Seorang pria casanova, yang sering tidur dengan berbagai macam wanita, siapa yang tidak ingin menjadi teman tidur pria tampan dan kaya itu. banyak model papan atas yang rela menjadi teman tidur semalam nya demi merasakan kejantanan pria itu dan mendapatkan hadiah sangat berharga dan mahal.


pria itu bernama Aron Jhon Smith, CEO muda di perusahaan Smith Groupe, berumur 25tahun.


Siang ini, aron mengunjungi sekolah paket yang dibangun ya, sekolah itu sudah terkenal dengan fasilitas mahal nya.


aron datang bersama asisten nya yang bernama halid, halid adalah salah satu orang kepercayaan aron dibagian perusahaan.


aron tengah duduk bersama halid dan kepala yayasan di sebuah ruangan, ruangan itu berdinding kaca sehingga orang yang didalam ruangan bisa melihat ke luar begitupun sebalik nya.


elena sedang berjalan menyusuri lorong sekolah, tadi dia selesai dari perpustakaan, kini elena memegang sebuah buku ditangan kirinya dan sebuah lolipop ditangan kanan nya.


"el tunggu..." panggil fitri teman sekelas elena, banyak yang ingin berteman dengan elena hanya saja wanita itu hanya ingin berbicara dengan fitri walaupun tidak banyak.


"ck, apa sih dari tadi ngintilin terus" ketus elena memandang fitri dengan tatapan tajam


"kantin yuk, laper" ajak fitri, elena mengerutkan kening nya, sebelum ke perpustakaan mereka sudah makan kenapa wanita ini meminta makan lagi


"sendiri aja" jawab elena meninggalkan fitri begitu saja, fitri berdecak kesal dan berlalu kearah kantin.


elena terus berjalan menyusuri lorong sekolah, elena juga melewati ruangan yang saat ini di dalam nya ada aron, halid dan juga tina. tina adalah kepala yayasan.


aron yang duduk menghadap kearah luar itu pun mata nya tertuju pada seorang gadis yang sedang melewati nya.


tina mengikuti arah pandangan aron "gadis kecil itu" gumam tina tersenyum hangat menatap kearah elena yang kini duduk di sebuah bangku dekat ruangan itu.


kebetulan juga elena duduk menghadap mereka hanya saja elena tidak tahu ada orang yang memperhatikan nya.


aron menoleh kearah tina karena mendengar gumaman wanita itu "apa dia murid baru?" tanya aron yang sering berkunjung kesekolah ini jadi sedikit tahu para murid disini.


tina mengangguk lalu menatap aron "dia gadis yang pintar tuan, prestasi nya begitu luar biasa" jawab tina dengan mata berbinar.


tina pernah meminta elena kepada laras hanya saja ditolak keras oleh laras yang sudah menganggap elena seperti putri nya sendiri, sedangkan tina pun bertujuan demikian.


aron mengangguk "hanya saja..." tina menggantung ucapan nya dan menatap elena dengan tatapan sendu


"ada apa?" tanya aron yang sedikit penasaran dengan gadis kecil yang membuat hati nya sedikit berdebar itu


tina tersenyum kecut kearah aron "dia anak yang sangat sulit bersosialisasi tuan, dia tidak ingin berbicara kepada siapa pun, jika ditanya dia hanya menjawab dengan singkat"


"dia juga tidak pernah tersenyum tuan, saya sudah menanyakan kondisi nya kepada walinya, tetapi mereka hanya mengatakan jangan memaksa gadis itu" jawab tina


aron mengangguk kecil dengan mata masih tertuju dengan elena yang terus membaca buku.


halid yang memperhatikan tuan nya itu pun merasa bingung "tidak mungkin tuan tertarik dengan anak kecil" batin halid yang melihat nata aron begitu berbinar.


"siapa walinya?" tanya aron menoleh kearah tina yang sedang menyeruput teh nya


tina tersenyum hangat "nyonya laras dan tuan fras" jawab tina memandang aron


aron mengerutkan kening nya "bukannya anak mereka sudah meninggal?" tanya aron yang mengenal fras sebagai fatner bisnis.


"elena adalah anak angkat mereka tuan, gadis itu baru datang ke kota ini 2 bulan yang lalu" jawab tina jujur


"apa mereka mengangkat nya dari panti asuhan?" aron yang terus bertanya membuat asisten nya kian bingung dengan sikap bos nya


aron mengangguk paham, siapa yang tidak tahu dengan kedermawanan dan kelembutan nyonya fras satu itu.


karena jam istirahat masih cukup lama, elena terus melanjutkan membaca bukunya yang diambil dari perpustakaan.


plukkkkk


sebuah dompet jatuh didekat kaki elena, tepat saat seorang pria berjas hitam melewati nya.


elena mengangkat wajah nya dan memandang dompet hitam yang ada didepan nya.


elena menoleh kearah samping, dua orang pria berjalan dengan kaki panjang nya menuju arah keluar gedung besar ini.


elena memungut dompet itu "bego banget dompet nya jatuh tapi ga sadar" gumam elena.


elena memutuskan untuk mengejar pria yang menjatuhkan dompet nya tadi, ternyata pria itu sudah hampir sampai parkiran.


"permisi" teriak elena berlari dengan langkah kecil nya


pria itu pun menoleh saat mendengar suara seorang gadis, pria itu ternyata aron


"huhh.. ini dompet anda tadi terjatuh tepat didepan saya" ucap elena menyodorkan dompet itu kepada aron.


aron memandangi wajah gadis kecil yang ada didepan nya "dia menggemaskan sekali" batin aron tersenyum tipis


kring kring kring


elena menoleh kearah sekolah "dahhhh..." ucap elena berlari masuk kedalam gedung sekolah itu


aron tersenyum melihat elena yang sudah berlalu meninggalkan nya "dia imut sekali" aron menoleh ke samping


ternyata asisten nya juga ikut menatap elena yang sudah menghilang didalam gedung itu


"kita pulang" ucap aron dingin masuk lebih dulu kedalam mobil nya.


halid tergeragap mendengar ucapan aron "ehh aku terpesona hehe" kekeh halid ikut masuk kedalam mobil aron.


didalam mobil, aron sedang memandangi dompet dan sebuah pita kecil berwarna pink yang ada ditangan nya.


saat berbalik tadi pita yang ada di rambut elena terlepas dan jatuh tepat didepan kaki aron, aron mengambil nya tanpa sepengetahuan siapa pun


aron mencium pita kecil itu "wangi strawberry" gumam aron lalu tersenyum tipis.


"hehhh gadis kecil gadis kecil" aron menggelengkan kepala nya dengan kekehan kecil, bingung dengan dirinya yang tiba tiba terbayang akan wajah elena apa lagi bibir merah muda alami gadis itu.


halid yang mendengar kekehan bos nya itu pun bergidik ngeri, halid yang sedang mengendarai mobil aron menoleh kearah kaca spion, sialnya dia mendapat tatapan tajam dari aron.


susah payah halid menelan saliva nya "lah tadi tertawa kenapa sekarang berubah bengis lagi" batin aron ingin sekali mencolok mata bos nya yang sering membuatnya panas dingin itu.


.


.


.


hahaha halid kurang ajar ntar di pecat lo.


staytune dan dukung author terus ya bestie🄰