My Man Is The CEO Of Casanova

My Man Is The CEO Of Casanova
KOMPLOTAN



Jonathan langsung melempar map itu dengan kasar keatas meja membuat semua orang terjingkat kecuali Elena.


"*Wanita jal*ng seperti mu berharap bisa menggantikan menantu ku? kau berharap menjadi nyonya dirumah ini? jangan harap sialan*!" bentak Jonathan.


Aron yang penasaran pun langsung menyambar map itu dan membaca isinya dengan teliti.


"Papi" panggil Elena sembari menggelengkan kepalanya.


Jonathan mendengus kasar dan kembali duduk dengan raut wajah yang terlihat masih marah.


"Kau!. .."


"Sayang, jangan berteriak baby ku nanti terkejut" ucap Elena menahan tangan suaminya.


"Biar aku perjelas, oma ingin lihat?" tawar Elena tetapi Harlina menolak dan berpindah duduk kesamping Elena.


"Aku penasaran dengan tujuan mu yang berusaha keras untuk masuk ke keluarga ini, jika hanya itu sebatas cinta kau tidak sampai seperti ini"


"Aku memang mencintai Aron, dia juga harus bertanggung jawab karena menjadi orang pertama yang merenggut kesucian ku" ucap Melisa.


"Aku sudah mengatakan, jika itu bukan Aron bagaimana? kau terlalu bodoh untuk melawan aku"


Raut wajah Melisa menjadi menggelap, wajah wanita itu sudah memerah menahan emosi.


"Aku perjelas, aku sudah menyelidiki semua apa yang orang tidak tahu tentang mu nona Melisa yang dikenal sebagai model terkenal"


"Dari mulai obat terlarang, situs dewasa yang menampilkan tubuh mu dan cara mu untuk masuk kedalam dunia permodelan begitu kotor" ucap Elena


"Kau sudah memanipulasi semua nya sialan!" bentak Melisa.


"Jangan berteriak begitu, manipulasi apanya? apakah yang ada dihadapan mu ini tidak menguatkan kenyataan?" tanya Elena menatap Melisa.


"Maksud kamu apa nak?" tanya Harlina yang masih bingung.


"Cabang perusahaan Smith Groupe yang pernah limbung itu karena Melisa oma, cabang ketiga yang ada di thailand itu bangkrut karena nya"


"Melisa mengambil habis semua dana bersih maupun kotor dari sana hingga menjadikan perusahaan itu seperti cangkang tanpa isi"


Harlina terkejut mendengar penjelasan dari Elena, memang cabang perusahaan mereka yang itu bangkrut saat Melisa masih begitu bebas dekat dengan Aron.


"Kau tidak tahu apa apa sialan, perusahaan Aron memiliki keamanan yang ketat"


"Jika kau memakai nama Smith dibelakang nama mu dan mengatakan bahwa kau adalah nyonya bagaimana?"


"Perusahaan cabang itu sangat jarang mendapat kabar tentang pemiliknya, mereka percaya bahwa Aron sudah menikah dengan mu, dan...." Elena menjeda ucapannya.


"Bisa bawa mereka Mey?"


"Dua dua non?"


"Yang wanita saja dulu" ucap Elena tersenyum smirk kearah Melisa yang mulai panik.


"Siapa nak?" tanya Jonathan


"Kejutan dong papi, papi akan tahu siapa dia nanti" ucap Elena tersenyum kearah suaminya.


Helga dan Amey datang dengan menyeret seorang wanita dengan kepala yang di tutup dengan penutup hitam sehingga tidak menampakkan wajah nya.


"Siapa dia?" tanya Harlina.


Brukkkk


Helga mendorong wanita itu hingga tersungkur kedepan meja dan bersujud tepat dikaki Elena.


Elena berdiri dan mendekati wanita itu, kaki dan tangan wanita itu juga terikat sehingga tidak dapat melawan.


Srepppp


Seketika mereka terkejut melihat siapa wanita itu sebenarnya setelah Elena membuka kain hitam itu.


"Hana!" ucap Harlina tidak percaya.


"Lepaskan aku wanita licik!" bentak Hana menatap Elena tajam


"Maaf mami mertua, tapi aku ingin melindungi calon anak ku dari ular ular seperti kalian" ucap Elena menepuk pelan pipi Hana.


"Kau wanita sialan, ternyata kau bersekongkol dengan Melisa!" bentak Harlina.


Harlina berdiri hendak menjambak rambut Hana tetapi ditahan oleh Elena dan langsung membawa Harlina duduk kembali.


"Oma jangan, nanti darah tinggi oma kambuh" ucap Elena mengelus lembut tangan Harlina.


"Ada apa lagi ini nak?" tanya Jonathan yang masih belum tahu situasi.


"Semua kerugian perusahaan cabang juga ada campur tangan nyonya Hana pi, dan Melisa selama ini didukung juga oleh Mami Hana"


"Dan aku mendapatkan ini" ucap Elena menerima sebuah botol yang berisi cairan merah dari tangan Amey.


"Cairan ini berada di tangan Melisa setelah tahu aku hamil, tahu cairan apa ini? yap penggugur janin"


Deghhhh


Melisa langsung keringat dingin karena satu persatu rencana nya terbongkar oleh orang yang ingin dicelakainya.


"Dan alasan usaha keras Melisa untuk masuk kerumah ini juga salah satu nya adalah ini" ucap Elena menjelaskan.


Wajah Jonathan dan juga Aron menjadi semakin menggelap, rasanya ingin sekali melubangi kepala kedua wanita ini dengan timah panas jika tidak memikirkan ada Elena disini.


Harlina menggeleng kecewa kearah Melisa, wanita yang selama ini cukup dipercayanya ternyata wanita ular.


"Tunggu dulu, tadi kamu mengatakan salah satu memangnya ada hal lain nak?" tanya Jonathan.


"Tentu saja" jawab Elena semangat.


Elena mengetik ponselnya dan mengirimkan pesan kepada seseorang lalu menunggu beberapa menit.


Disana sudah ada Halid dan juga Zio karena penasaran dengan hasil dari otak pintar nona mudanya.


"Ja..jangan percaya oma, Melisa tidak pernah berhubungan dengan wanita ini karena tahu Aron membenci nya" ucap Melisa berlutut didepan Melisa.


"Kamu sudah mengecewakan oma Melisa, oma tidak akan pernah percaya terhadap mu lagi" ucap Harlina dengan raut kecewa.


"Ti...tidak oma hiks hiks" ucap Melisa mengeluarkan air mata buaya nya itu.


Tap tap tap


Suara langkah kaki pun terdengar, semua orang langsung menoleh kearah pintu utama untuk melihat siapa yang ada disana.


Ternyata Hugo datang dengan menyeret seorang pria yang wajah nya juga ditutup kain hitam sama seperti Hana tadi.


Brukkkk


Hugo mendorong kasar pria itu hingga tersungkur didepan kaki Elena, kini pria itu bersujud dikaki Elena.


"Penasaran?" tanya Elena menatap Melisa.


"Tunggu dulu, apa ini Hugo? kau satu komplotan dengan istriku?" tanya Aron menatap tajam algojo nya.


"Paling tidak ancaman nona muda lebih dahsyat dari pada anda tuan, maaf tuan walau bagaimana pun dia istri anda" ucap Hugo.


"Sayangggg!"


"Ohhh ayolah Aron, kau tidak seperti mereka bertiga, jika aku memberi tahumu maka kau juga akan memberitahu si pengacau Zio" ucap Elena.


"Padahal aku diam, ada aja bahan nya" batin Zio menatap kesal nona mudanya.


"Elena!" panggil Bram yang datang bersama anggota keluarganya yang lain.


"Loh papa, kalian kenapa kemari?" tanya Aron


"El mengirimi kakek pesan dan meminta kami datang" ucap Arga menatap cucunya.


"Kapan dia mengirim pesannya?" bisik Amey.


"Sudah ku bilang, kepala mu bisa lepas tanpa sepengetahuan siapa pun jika itu perbuatan nona muda" bisik Helga menjawab.


"Dia seperti hantu" kekeh Amey.


"Ada apa ini? siapa ini nak?" tanya Bram.


"Kejutan papa" jawab Elena tersenyum manis.


"Hana!" panggil Ani menatap teman lama nya.


"Lepaskan aku wanita sialan, anak mu yang gila ini sudah mengurung ku selama seminggu!" bentak Hana.


Mereka langsung menoleh kearah Elena yang hanya menampilkan raut santai tanpa beban.


"Tidak salah, dia ingin mencelakai calon anak ku ma" ucap Elena mengelus perut nya.


"*Wanita jal*ng*"


Plakkkk


Ani langsung memberikan tamparan yang begitu keras kepada Hana yang hanya bisa meringis.


"Mama jangan, aku mau kasih kejutan satu lagi" ucap Elena menatap pria yang masih ditutup kain hitam itu.


Elena mendekati pria itu dan bersiap menarik penutup kepala nya, Elena dengan perlahan membukanya.


Semua orang menanti dengan raut penasaran, siapa pria yang disekap Elena bersama dengan mantan nyonya Smith itu?.


.


.


.


Tebak dulu 🤣


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Mampir juga ke karya teman author 🤗