My Man Is The CEO Of Casanova

My Man Is The CEO Of Casanova
MENGUNJUNGI MAKAM



Di sebuah rumah mewah ditempat yang terpencil dan jauh dari perkotaan maupun pemukiman.


Seorang pria paruh baya sedang duduk di taman sembari memandang foto seorang gadis cantik yang sedang tersenyum kearahnya.


"Lapor tuan"


"Katakan"


"Sulit mendekati nona muda, pengawal tuan Aron menyebar disekeliling nona muda"


"Di kampus?"


"Bahkan di kampus tuan, tuan Aron begitu ketat menjaga nona muda"


"Apa Elena tahu?"


"Seperti nya tidak tuan"


"Ck gadis nakal itu pasti tidak mau jika dijaga dengan ketat, awasi saja dari jauh"


"Baik tuan, saya permisi"


Pria berpakaian serba hitam itupun pergi menjauh meninggalkan pria paruh baya yang sedari tadi hanya memandang foto putrinya.


"Dia beraksi lagi paman"


"Apa ada yang mengetahui ny?"


"Anonim"


"Di kampus"


"Dia mengatakan bahwa itu didapatkan dari hacker kepercayaan Aron"


"Licik juga dia"


"Sama seperti mu"


"Jaga cara bicaramu, apa yang dilakukan nya"


"Dia memenjarakan orang yang menyakitinya saat di kampus"


"Gadis pintar"


"Paman, paman kapan membawa El kemari?" tanya pria tampan bermata hijau itu terdengar tidak sabar.


"Lapor tuan"


"Ck menyela saja"


"Katakan!"


"Nyonya sekarang berada dirumah tuan Aron"


"Apa!?" tanya pria paruh baya itu terkejut.


"Sejak kapan?"


"Dua hari lalu tuan, kerenggangan hubungan antara nyonya dan nona muda yang membuat nyonya sekarang berada disana"


"Awasi saja" baik tuan.


"Selalu disuruh awasi, kapan dia akan pulang paman? aku merindukan kekasih ku"


"Diam dan hentikan celotehan mu itu!" bentak pria itu yang mulai pusing dan berlalu pergi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pagi hari ini Elena pergi bersama Aron menuju makam Almarhum papa nya, tentu saja tanpa sepengetahuan orang rumah.


Itu pun karena ada Ani disana, Elena masih mendiamkan Ani walaupun wanita itu masih terus berusaha dekat lagi dengan putranya.


Sepanjang perjalanan Elena terus memandang keluar jendela seakan fikiran nya melayang jauh kemana mana.


"Sayang" panggil Aron menggenggam tangan Elena.


"Dada ku sedikit sesak" lirih Elena.


Aron yang mengerti perasaan Elena pun langsung memeluk gadis itu dengan erat.


Elena pun merebahkan kepalanya kedada bidang Aron, bagi Elena pelukan Aron adalah obat dari segala sakit didiri Elena.


Setelah menempuh perjalanan selama 3 jam lamanya, mobil yang dikendarai Hugo pun tiba didepan TPU.


Mereka hanya pergi berempat bersama Halid, tanpa pengawal karena Elena bersama Aron.


Elena keluar dari mobil setelah pintunya dibukakan langsung oleh Aron, Elena menghembuskan nafas kasar sebelum memasuki TPU.


Elena dan Aron menuju pusara makam Btam, Aron sedikit merasa bersalah karena menutupi fakta dari Elena.


Aron hanya berdoa semoga Elena tidak akan membencinya karena menutupi fakta bahwa papanya masih hidup.


"Pah, El datang pah" lirih Elena berlutut didepan pusara Bram.


"Bulan depan El sudah 20 tahun pah, apa papa tahu hidup El sangat susah setelah papa mengkhianati mama?"


"El tidak salah kan jika terus membenci papa? El rasa itu tidak karena ini semua karena papa sendiri bukan salah El"


"Dulu El berfikir tidak akan menemukan cinta lagi setelah dihianati papa dan pria masa lalu El, tetapi itu salah pah"


"Disini, saat ini, disamping El, El bawa seorang pria yang menerima segala kekurangan putri papa"


"El berfikir tidak akan ada pria yang mau menerima wanita yang sudah hilang mahkota seperti El, tetapi itu semua tidak benar pah"


"Hari ini El mengenalkan Aron kepada papa, El sangat mencintai Aron pah walaupun El tahu rasa cinta Aron lebih besar kepada El"


"El yakin kalau papa disini pasti sekarang ini papa bisa melihat senyum El pa, senyum yang papa hilangkan dulu kini ada lagi berkat Aron"


Air mata Elena tidak mampu terbendung lagi, rasa rindu dan benci berpadu menjadi satu dihatinya membuat dadanya sesak.


"Sebenarnya El tidak percaya kalau papa sudah meninggal, El merasa papa ada disekitar El sekarang ini"


"Tapi setiap El merindukan papa pasti El datang kesini karena El yakin pasti papa selalu datang kesini untuk mendengarkan semua ucapan El"


Aron memang membiarkan Elena melepaskan segala yang dipendam didalam hatinya.


Tanpa keduanya sadari, tepat diseberang pusara Bram ada seorang pria dengan pakaian tertutup yang berwarna hitam sedang memperhatikan keduanya.


Sejak awal kedatangan Elena dan Aron, pria itu sudah berada disana hingga tidak membuat siapa pun curiga.


"Sayang sudah, hari sudah akan turun hujan" ucap Aron memegang bahu Elena.


Elena melafalkan doa untuk papanya bersama Aron, setelah selesai mereka pun kembali ke mobil.


"Maafkan papa El" lirih pria itu menatap kepergian Elena.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di sebuah rumah mewah bernuansa Eropa, seorang pria bermata hitam pekat sedang memandang foto seorang gadis dengan gaun berwarna putih.


"Setelah aku menghancurkan Aron kau akan bersama ku cantik"


"Apa kau gila? dia hanya wanita biasa"


"Apa benar dia wanita biasa?" tanya pria itu pada sahabat yang merangkap menjadi asisten nya juga.


Asisten itu melemparkan sebuah map berisi data diri seorang wanita cantik yaitu Elena.


"Hanya sebatas itu"


"Dan kau sudah bisa mengatakan bahwa dia gadis biasa?"


"Apa istimewa nya?"


"Dia sangat mirip dengan Bramasta Agarandra"


Seketika asisten pria itupun langsung menyambar foto Elena dan menatap wajah Elena dengan lebih detail lagi.


"Bukankah rival tuan besar juga?"


"Sahabat Jonathan Smith"


Seketika kedua orang itu tersenyum smirk, ada rencana jahat yang sedang berkeliling dikepalanya.


"Apa yang kalian bicarakan?" tanya seorang wanita tua yang tiba-tiba datang


"E..eh oma, tidak ada oma hanya membicarakan tentang teman" jawab pria bernata hitam pekat itu.


Wanita tua itu langsung menyambar foto Elena yang tergeletak diatas meja.


Wanita itu cukup lama menatap wajah cantik yang ada di dalam bingkai berwarna ungu itu.


"Siapa namanya?"


"Ada apa oma?"


"Oma hanya ingin tahu namanya"


"Elena Gresya, sepertinya dia putri bungsu keluarga Agarandra"


Deghhhhhh


Seketika tubuh wanita tua itu menegang, wajah nya berubah menjadi merah kepucatan dan menunjukkan ekspresi antara marah dan gelisah.


"Apa benar dia putri bungsu Agarandra?"


"Lihat lagi wajah nya, sangat mirip dengan Bramasta Agarandra"


"Tapi perusahaan mereka sudah hancur dan Bramasta dikabarkan meninggal karena kecelakaan"


"Dimana gadis ini sekarang?"


"Dia bersama Aron Jhon Smith, putra tunggal Jonathan Smith"


Deghhhhhh


Wajah wanita tua itu semakin pucat, mata nya pun mulai berkaca kaca seperti menunjukkan raut kecemasan dan kemarahan yang tidak bisa digambarkan atau pun diungkapkan dengan kata kata.


"Tapi selama ini gadis itu di jaga dengan ketat"


"Hanya sekali dia hampir mati bahkan sampai koma"


"Karena apa?"


"Martin sipedofil gila dan mesum itu, dia menculik Elena saat Elena sudah menjadi milik Aron"


"K..koma?"


"Selama sebulan nyonya, dia koma selama sebulan dan hampir divonis tidak selamat karena Martin menghajarnya dengan habis habisan"


"Lalu Martinnya?"


"Ntah lah, klan Aron membantai seluruh anak buah dan oelayan Martin dan aku rasa Martin sudah mati sekarang ini"


"Kurasa begitu karena perusahaan nya sangat kecil sekarang dan itupun dikembangkan oleh Marcus"


"Apa gadis itu sekarang baik baik saja?"


"Kenapa oma tiba tiba bertanya tentang nya?" tanya cucunya yang bingung dengan sikap omanya.


"Kau menyukai gadis ini nak?"


"Menyukai iya tapi aku dengar dia begitu pembangkang dan juga mulutnya begitu beracun, mungkin akan ku bunuh setelah aku puas dengan nya"


"Oma dukung jika kau ingin membawanya kerumah kita" ucap wanita tua itu dan berlalu pergi.


Pria bermata hitam pekat yang sedari tadi bingung dengan sikap oma nya pun hanya bisa diam saja tanpa ingin mempertanyakan masalahnya.


.


.


Pusing pusing dah lu pada karena banyak pemeran rahasia wkwk, selamat menebak ya readers hihi.