My Man Is The CEO Of Casanova

My Man Is The CEO Of Casanova
DENDAM MASA LALU



Semua orang berkumpul diruangan rawat VVIP yang dipilih Jonathan untuk merawat Elena.


Elena sudah keluar dari ruang UGD tetapi gadis itu belum sadar juga bahkan bernafas pun dibantu dengan alat.


Aron menggenggam tangan Elena, untuk kesekian kalinya Elena masuk rumah sakit dengan keadaan yang sangat mengkhawatirkan.


"El bangunlah ini aku Clara" lirih Clara yang berdiri disamping brankar Elena.


Bram yang duduk disofa pun tersenyum tipis melihat putrinya dikelilingi orang yang amat menyayangi nya.


"Begitu banyak pertanyaan yang harus kau jawab Bram"


"Aku tahu Jhon, untuk saat ini aku ingin fokus lebih dulu kepada Elena" jawab Bram masih memandang putrinya.


"Maaf tuan, apakah nyonya akan diberitahu?" tanya Zio


"Jangan dulu" cegah Bram


Jonathan hanya mengangguk saja, dia tahu kalau sahabat nya ini belum siap bertemu dengan wanita yang amat dicintainya.


"Apa yang terjadi?" tanya Fras yang baru datang bersama Laras


"Elena, Elena kenapa Aron? Elena kamu kenapa nak ini bunda sayang" ucap Laras mendekati putri angkat nya.


"Tu..tuan Bram?" terkejut Fras melihat ayah biologis putri angkat nya berada disini.


"Apa kabar mu Fras? terimakasih sudah menjaga putriku" ucap Bram memberikan pelukan sambutan.


Laras langsung mengalihkan pandangan nya, Laras juga tak kalah terkejut melihat siapa yang berdiri bersama suaminya.


"Apa yang terjadi dengan El? jelaskan kepadaku" desak Laras


"Rumah kami di serang, mereka mengincar El sehingga kami harus menyembunyikan nya di ruang bawah tanah" jawab Jonathan


"Kalian gila? dia phobia terhadap gelap jika dia mati bagaimana? kenapa kalian tidak berfikir kesana hah? dimana otak kalian!" bentak Laras.


"Bunda tenanglah bunda" ucap Dita menenangkan Laras


"Tenang bagaimana Dita? mereka tahu apa saja yang bisa mengancam keselamatan El lalu kenapa tidak berfikir kesana"


"Maaf Laras kami terlalu panik"


"Seharusnya dari awal aku mengambil El dari kalian, lihat dia sekarang lihat, hidupnya tidak pernah tenang seperti ini"


"Laras itu semua terjadi tanpa kami duga"


"Aku sudah filing jika ini akan terjadi, kalian ingin membunuh putriku? kalian tidak mengerti begitu berharga El bagi ku?"


"El berharga bagi kita semua Laras" ucap Jonathan dengan tenang.


"Kau sebagai papa biologis El tuan Bramasta, dimana rasa tanggung jawab anda sebagai seorang ayah bagi anaknya, tidak pernahkah anda melihat susah nya hidup putri anda?"


"Maaf Laras, aku punya alasan melakukan ini semua"


"Alasan? alasan apa? jika kau tida menginginkan El kau bisa memberikan nya kepada ku, tidak usah mengancam nyawa nya seperti ini!" bentak Laras.


Bram hanya bisa terdiam, semua memang salah nya dan semua berawal dari dirinya yang lari begitu saja dari tanggung jawab.


Aron terus diam tanpa mau mendengarkan perdebatan para orang tua itu, pikiran pria ini seperti kosong sama seperti jiwanya.


Aron menelungkupkan kepalanya di lengan Elena, setetes demi setetes air mata Aron jatuh membasahi lengan Elena.


"Maafkan aku sayang, aku lalai menjaga mu untuk kesekian kalinya" lirih Aron yang hanya bisa didengar dirinya sendiri.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dirumah sakit yang berbeda, Albert sedang jatuh koma di brankar rumah sakit karena tembakan yang dilesatkan Bram kedadanya.


"Papa bangun" gumam Lucas.


"Papa"


"Albert"


Panggil dua orang yang berbeda yang baru saja masuk kedalam ruang rawat Albert.


Satu orang pria seumuran Dita sahabat Elena dan satu orang wanita tua yang memakai kaca mata.


"Bagaimana keadaan papa bang?"


"Papa koma"


Deghhhhh


"Katakan kepada ku siapa yang menembak papa?"


"Tuan Bram"


"Akan ku balas mereka" geram pria itu mengepalkan tangan nya.


"Untuk saat ini jangan Fito" cegah Lucas.


Yahh dia adalah Fito Zicon, putra kedua dari Albert, Albert memang memiliki dua putra, istri Albert meninggal setelah umur Fito dua tahun.


Fito adalah pria yang pernah satu sekolah bahkan kini satu universitas dengan Elena, Fito memang menyukai Elena tentu saja Lucas tidak tahu itu.


"Sudah ku duga anak itu masih hidup" gumam pria itu


"Oma tolong jelaskan kepada ku, apa benar papa dan tuan Bram adalah kakak adik?"


Deghhhhh


Pertanyaan yang dilontarkan Lucas kepada oma nya membuat wanita tua itu terbelalak.


"A..apa maksud mu nak?"


"Oma jangan berbohong, papa menyerang mereka bukan semata mata ingin menculik El untuk ku tetapi juga karena kekuasaan kan?"


Wanita tua itu semakin terkejut, bagaimana bisa cucu nya tahu tentang apa yang selama ini tidak pernah terungkit.


"Memang benar nak" jawab wanita tua itu pasrah


"Oma adalah sekretaris tuan Arga Agarandra dulunya, oma selingkuh dengan papa Bram saat istrinya hamil 2 bulan tapi siapa sangka oma pun hamil setelahnya"


"Sebab itu umur Bram dan Albert tidak jauh hanya terhitung bulan saja jaraknya, opa mu tidak berlaku adil kepasa putranya sehingga menjadikan Albert seperti ini"


Areta Zicon, Areta dulunya bekerja di perusahaan Agarandra Groupe dan menjadi sekretaris kepercayaan Arga.


Kehamilan Zoya Agarandra istri Arga berbarengan dengan kesibukan perusahaan yang sangat padat.


Arga yang jarang pulang ke rumah dan hubungan nya dengan Zoya pun mulai merenggang karena keposesifan Zoya semenjak hamil.


Arga yang sudah sangat lama tidak menuntaskan hasrat nya sebagai seorang pria waktu itupun tergoda dengan Areta sekretaris nya sendiri.


Areta memang yang menggoda Bram karena tahu kerenggangan rumah tangga Arga dengan Zoya.


Sebulan setelah melakukan hubungan terlarang itupunAreta dinyatakan hamil anak Arga, Arga yang sudah mulai kembali dengan istrinya pun sedikit tidak perduli dengan Areta.


Areta membuka semua rahasia antara dirinya dengan Arga kepada Zoya, Arga yang marah besar pun hendak membunuh Areta.


Zoya yang memiliki hati selembut kapas pun menahan perbuatan suaminya dan memilih untuk memaafkan.


Zoya meminta Arga untuk menikahi Areta bagaimana pun keadaan nya, Arga yang memang sangat menyayangi istrinya pun sempat menolak tetapi Zoya terus memaksa.


Hingga akhirnya Arga pun menikahi Areta tetapi disembunyikan dari publik, perlakuan itu cukup menyakiti hati Areta.


Zoya selalu bersikap baik kepada Areta walaupun sadar bahwa nantinya kasih sayang Arga harus terbagi antara putranya dan anak Areta.


Areta yang memiliki sikap dengki pun selalu berusaha mengambil waktu Arga dengan berbagai alasan.


Hingga akhirnya kedua putra Arga pun lahir dengan selisih umur beda 3 bukan, Arga begitu menyayangi putranya Bram dari pada Albert.


Bahkan Arga melarang Areta memakai nama Agarandra untuk putranya sehingga Areta memakai nama Zicon untuk putranya.


Saat Bram dan Albert berusia 10 tahun, perbedaan pun terus terlihat dari kasih sayang Arga untuk Bram dan Albert.


Areta yang muak dengan semuanya pun berniat mencelakai Bram dengan cara menabrak bocah itu tetapi takdir tidak menyetujui nya.


Nyawa Bram selamat dan digantikan oleh nyawa Zoya ibunya, Zoya mati ditempat setelah ditabrak oleh orang suruhan Areta.


Kebusukan Areta pun tercium oleh Arga yang terus menyelidiki kasus kematian istri ke sayang nya.


Arga menceraikan bahkan mengusir Areta dari rumah nya, Areta pun kembali kerumah lamanya dengan putranya.


Areta terus memprovokasi Albert untuk membalaskan dendam dirinya kepada keluarga Agarandra.


Dibantu oleh seorang pria yang mencintainya, Areta berhasil membesarkan putranya dengan baik hingga menjadi pengusaha sukses.


.


.


.


Kiwwwwww.