My Man Is The CEO Of Casanova

My Man Is The CEO Of Casanova
KALUNG



Hari ini Elena sudah diperbolehkan pulang setelah dirawat beberapa hari dirumah sakit.


Elena mengerutkan keningnya saat melihat arah mobil yang mereka tumpangi tidak menuju rumah Aron.


"Kita mau kemana sayang? inikan bukan jalan arah kerumah"


"Kamu akan tahu nanti sayang" jawab Aron tersenyum hangat.


Beberapa saat kemudian mobil yang dikendarai Zio puji berhenti didepan rumah mewah, bahkan lebih mewah dari yang sebelumnya.


Elena dan Aron turun dari mobil, Elena menjajah sekeliling rumah itu dengan pandangan nya.


"Ini rumah siapa sayang?"


"Rumah kita"


Elena terkejut bukan main, apakah pria ini sudah gila? dia membeli rumah seakan membeli somay pinggir jalan pikir Elena.


"Rumah yang lama? kan disana masih ada barang barang kita"


"Aku sudah menjual rumah itu karena terlalu banyak kenangan pahit disana sayang, untuk barang barang sudah dipindahkan kemari"


"Padahal aku tidak mempermasalahkan rumah itu"


"Aku ingin yang terbaik untuk mu sayang" ucap Aron merangkul pinggang Elena.


Elena dan Aron pun berjalan masuk, Elena bisa melihat ada langkah kecil yang berlari kearahnya.


"Mimi!" teriak Aziel antusias


Elena berlutut dan merentangkan tangan nya menyambut putra angkat kesayangan nya.


"I miss you" ucap Aziel yang memeluk erat Elena


"Really?"


"Yess I miss you so much"


"Mimi juga rindu kamu sayang" ucap Elena mengecup pipi Aziel.


Aziel pun menarik Elena masuk bersama Aron menuju ruang keluarga dimana Elena bisa mendengar suara beberapa orang yang tengah bercengkrama.


"Papa, mama, papi" ucap Elena mendekati mereka


"Kamu sudah kembali El?" tanya Anggi yang datang bersama bik Minah dari arah dapur


"Kak" sapa Elena memeluk saudarinya.


"Apa sudah membaik?" tanya Anggi khawatir


"Aku baik baik saja tenanglah" jawab Elena tersenyum hangat.


Elena pun duduk berdampingan dengan Aron yang sedang memangku Aziel yang sedang memakan cemilan nya.


"Selamat pagi tuan besar"


"Deni" ucap Bram dan langsung berdiri


"Tugas saya sudah selesai tuan besar dalam menjaga keluarga anda" ucap papa tiri Elena.


Deghhhh


"A..apa maksud nya? menjaga? apa ini? apa yang terjadi?" cecar Elena bingung


"Salam nona muda, anda sudah tidak ada hak memanggil saya papa lagi karena saya adalah salah satu kaki tangan tuan Bram"


Elena langsung memandang mamanya yang tersenyum melihatnya, Ani berdiri dan menghampiri putrinya.


"Mama juga baru tahu sayang"


"A..apa yang terjadi ma? aku tidak mengerti"


"Ternyata papa Deni itu adalah kaki tangan papa mu nak, dia menikahi mama karena perintah dari papa"


"Hah? ke..kenapa seperti itu? bukankah sama saja mama selingkuh?"


"Tidak sayang, cinta mama terus terbawa oleh papa mu sebab itu mama tidak pernah melakukan hubungan suami istri dengan Deni" Jawab Ani.


Ani yang sedari dulu sangat mencintai Bram pun tidak berniat menduakan pria itu walaupun sudah dinikahi pria lain.


Bahkan untuk berhubungan badan saja Ani menahan nya selama bertahun-tahun lamanya karena begitu cinta dengan suaminya.


Deni yang sebagai orang kepercayaan Bram pun sengaja menikahi Ani agar lebih mudah menjaga keluarga itu.


"Maaf saya sudah banyak membohongi anda nona muda" ucap Deni sungkan


"Ohhh good, apa lagi yang papa sembunyikan dari ku hah? aku tidak mengerti dengan semuanya pa" ucap Elena menatap Bram kesal.


"Kamu masih menyimpan apa yang pernah papi berikan kepadamu?" tanya Bram


"Pemberian? a..apa yang papi berikan ke..."


Ucapan Elena langsung terhenti saat mengingat sesuatu yang selama ini selalu dijaga nya.


"Apa barang barang kita sudah dibawa kesini sayang?" tanya Elena menatap Aron


"Sudah"


"Apa kardus dari apartemen juga dibawa?"


"Semuanya ada dikamar kita sayang" jawab Aron.


Elena langsung menarik Aron agar menunjukkan dimana letak kamar mereka karena memang Elena belum berkeliling rumah ini.


Aron pun menggandeng tangan Elena menuju lantai tiga dengan menggunakan lift, sesampainya di lantai tiga mereka langsung menuju kamar utama.


Elena langsung membuka Kardus yang tertutup rapat itu, Elena mencari cari barang yang diingatnya jika barang itu diletakkan disini.


Aron penasaran tetapi tidak ingin bertanya hanya tinggal menunggu saja barang apa yang Elena cari.


"Dapat" gumam Elena mengeluarkan sebuah kotak putih seperti kotak berlian yang berukuran kecil.


"Ada nak?" tanya Bram setelah melihat putrinya.


Elena duduk diantara Bram dan Ani, Elena langsung membuka kotak itu dan mengeluarkan sebuah kalung dari dalamnya.


"Kalung?" tanya Aron bingung.


"Kamu memang anak yang pintar" puji Bram


"Kenapa kamu tidak pernah memakainya sayang?"


"Aku hanya takut kalung ini rusak dan aku juga tahu kalau aku ceroboh" jawab Elena


"Akhirnya dia sadar" gumam Zio yang lewat dari ruang keluarga itu


"Awas saja kau Zio, hidup mu tidak akan tenang setelah ini" ancam Elena melirik Zio.


Zio langsung cepat cepat menuju dapur karena ancaman sudah keluar dari bibir mungil tapi sangat pedas itu.


"Apa ini pa?" tanya Elena.


"Jhonatan, aku berharap daya ingat mu masih bisa digunakan"


"Jangan menghina ku, aku ingat setelah melihat kalung itu" jawab Jonathan ketus


"Jangan buat aku menebak, jawab saja bagaimana kalian ini" ketus Elena.


"Dia sama seperti mu Ani, tidak sabar" sindir Jonathan langsung kepada orang nya.


Ani hanya memutar bola matanya malas, Jonathan ini memang sudah pikun atau bagaimana wajar saja mereka sama namanya juga ibu dan anak.


Bram mengambil Kalung itu dan melihat liontin yang berbahan berlian rubik berwarna biru gelap itu.


"Jadi itu yang dicari Albert?"


"Benar nak, ini yang dicari Albert"


"Jika hanya kalung kenapa harus mengincar Elena juga?" tanya Aron yang masih belum mengerti


"Karena kalung ini hanya simbol sedangkan Elena adalah kuncinya" jawab Bram


"A..aku? kunci? kunci apa papa?" cecar Elena


"Dimana kau belajar tentang IT selama ini?" tanya Jonathan


"IT? aku belajar sendiri pi, tiba tiba saja kode kode itu masuk kedalam kepala ku hingga aku memahami nya dengan singkat"


Jonathan dan Bram langsung menjentikkan jarinya setelah mendengar jawaban Elena.


"sepertinya Papa mu harus tahu ini Bram"


"Apa? papa? maksud papi kakek Arga?"


"Yap benar sekali, kakek Arga"


"T..tapi bukannya dia sud... Yakkk kenapa kalian suka sekali memanipulasi kematian hah?" bentak Elena membuat kedua pria paruh baya itu cengengesan.


Aron terkekeh melihat Bram dan Jonathan yang dimarah oleh gadis kecil seperti Elena.


"Ahhh astaga, kalian benar benar tidak memikirkan perasaan orang sekitar kalian"


"Ada alasannya nak"


"Iya aku tahu semua itu ada alasannya, tapi apakah sampai harus berpura-pura mati? kenapa tidak di lompati kucing hitam dulu baru hidup lagi?" bentak Elena.


Pengawal dan beberapa pelayan yang mendengarnya pun sekuat tenaga menahan tawa mereka.


"Memang putriku pemenangnya disini" ucap Ani bangga


"Kedua tetua itu akan datang nanti, sekarang perketat saja penjagaan sekitar" ucap Bram


"Tinggal lah disini jika mau" tawar Jonathan


"Kembalilah kerumah masing masing kenapa terus mengganggu kami" ketus Aron yang sudah mulai jengah.


"Kau mengusir kami boy?"


"Jika bukan calon mertua mungkin kau akan ku bunuh karena mempersulit hidup putrimu"


"Dia emosian seperti dirimu Jhon" cibir Bram menatap Jonathan


"Kami akan membeli rumah yang tidak jauh dari sini nak, biarkan papi mu disini sekalian pendekatan dengan bik Minah"


"Diamlah kau Bram" gerutu Jonathan yang sudah mulai kesal


"Hah? papi suka sama bik Mi.... Mmmmpfthhhh"


Mulut Elena langsung dibekap oleh Jonathan, terkadang mulut wanita ini seperti rem yang bisa blong kapan saja.


"Jangan gitu dong sayang" mohon Jonathan membuat Elena terkekeh.


"Papi harus confess pi" ucap Elena


"Tanyakan padaku karena aku pakarnya" ucap Aron bangga


"Ayah dan anak sama sama Casanova, jangan kau permainkan putriku Aron jika aku mendengar dia menangis karena mu maka aku yang akan membunuh mu"


"Maka aku yang akan membunuhmu lebih dulu karena bertahun-tahun membuatnya menangis" ucap Aron membuat Bram terdiam.


Mereka pun tertawa karena ucapan Aron yang mengenai sasaran, benar ucapan Aron jika masalah menyakiti maka Bram lah pemenangnya disini.


.


.


.


🤗