My Man Is The CEO Of Casanova

My Man Is The CEO Of Casanova
HADIAH ISTIMEWA



Hari demi hari pun berlalu, dua minggu sudah setelah kejadian penculikan yang dilakukan Lucas.


Kini kehidupan mereka sudah membaik tanpa ada gangguan baik itu Melisa yang belum kembali dari luar negeri ataupun Arilandro.


Elena juga kuliah dengan baik setelah kejadian itu, bahkan sahabat Elena juga tidak diberi tahu karena tidak ingin mereka khawatir berlebihan.


Siang ini Elena baru saja selesai menghadiri kelas, Elena memang hanya masuk kelas 2 jam hari ini.


"Wajah mu terlihat pucat dari pagi El, kamu beneran baik baik aja kan?" tanya Jessica khawatir.


Kini kedua wanita itu sedang berjalan menuju kantin dimana Dita dan Rasya sudah menunggu kedatangan mereka.


"Masa sih? aku ga ngerasa apa apa kok" jawab Elena melihat wajahnya dari pantulan layar ponsel.


"Tapi pucat, mau ke UKS dulu?" tawar Jessica.


"Engga deh, aku udah laper banget nih" tolak Elena dan menarik tangan Jessica agar cepat sampai dikantin.


Sesampainya dikantin mereka pun langsung makan bersama, terlihat selera makan Elena yang cukup meningkat belakangan ini.


"Ga dikasi makan apa El dirumah?" celetuk Dita


"Suami ku ga miskin kali ta, selera aja aku soalnya pas dirumah ga terlalu selera" jawab Elena melanjutkan makan nya.


Ketiga sahabatnya pun saling pandang, sangat jarang seorang Elena Gresya begitu kalap jika makan diluar.


Beberapa saat kemudian Pesanan Jessica pun datang, Jessica memesan seporsi makanan dan secangkir kopi.


"Kopi? coba boleh?" tanya Elena dan langsung dituruti Jessica.


Mereka heran, Elena selama ini tidak suka dengan kopi dikarenakan bau nya dan juga rasanya yang sedikit pahit.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dikantor, Aron sudah berkali kali masuk kedalam toilet untuk mengeluarkan isi perutnya karena merasa sangat mual.


Sudah beberapa hari ini Aron mengalami mual mual tetapi enggan bercerita pada istrinya, oma maupun papinya.


"Hoek hoek"


Lagi lagi Aron berada ditoilet karena perut nya yang terus bergejolak dan sangat tidak nyaman.


"Masuk angin kali ya" gumam Aron mengusap mulut nya dengan tisu.


Aron membanting tubuhnya di kursi kebesaran nya sembari mengotak atik ponsel nya.


"Sayang" ucap Aron setelah panggilan nya kepada Elena terhubung.


"Iya sayang, ada apa?" tanya Elena sembari mengunyah makanan.


"Kamu udah makan siang?"


"Ini aku lagi makan dikantin bareng yang lain"


"Kamu nanti kekantor langsung ya" pinta Aron dengan nada manja membuat istrinya bingung.


"Sehat Ron?" tanya Elena bingung


"Ihh sayang, pliss mau ya aku lagi cape banget sama kerjaan kantor" mohon Aron.


"Iya deh oke, aku langsung kesana ini ya"


"Tapi kamu lagi makan kan? selesaikan dulu"


"Tidak, aku sudah selesai dan yang lain pun mau lanjut kelas, aku tutup sayang bay" ucap Elena menutup panggilan itu.


Aron memejamkan matanya sembari menunggu kedatangan istri tersayang nya dan yanng sangat dirindukan nya.


Setelah menunggu selama 15 menit, Elena pun sampai karena jarak kampus dan kantor yang tidak terlalu jauh.


"Sayang" rengek Aron merentangkan tangan nya.


Elena mengernyitkan dahinya karena bingung melihat tingkah suaminya yang begitu manja belakangan ini.


Elena duduk dipangkuan Aron dan langsung dipeluk dengan nyaman oleh suami manja nya itu.


"Lebih baik" gumam Aron menduselkan wajahnya didada Elena.


"Ihhh mesum deh" kekeh Elena.


"Engga sayang, aku ga bakal lebih kok" janji Aron.


Elena pun berakhir tidak pulang dan menunggui Aron bekerja bahkan rapat pun Elena diminta untuk ikut okeh Aron.


Elena yang memang tidak bisa menolak suaminya pun hanya bisa menurut saja dengan semua kemanjaan Aron.


Keesokan harinya Elena sedang tidak ada kelas, sedangkan Aron harus berangkat ke kantor karena ada pertemuan mendadak.


Sejujurnya Aron tidak ingin berangkat bekerja karena berhubung istrinya sedang berada dirumah tetapi klien yang ini sangat penting.


Setelah mengantar Aron sampai depan rumah Elena pun langsung kembali ke kamar dengan raut wajah yang tidak sabar.


Sesampainya dikamar Elena langsung menuju kamar mandi, beberapa saat kemudian Elena kembali dengan wajah yang biasa saja.


Elena kembali ke lantai dasar dimana Harlina sedang menonton TV sendiri karena Jonathan sedang ada pertemuan juga.


"Hay sayang, suami kamu sudah berangkat?" tanya Harlina sembari memakan cemilan.


"Sudah oma, emmm besok ulang tahun Aron kan oma?"


"Ahh ya ampun, oma lupa sayang" ucap Harlina yang baru teringat.


"Ada ide? kamu mau buat pesta untuk suami kamu?"


"Oma tahu kan kalau Aron itu tidak terlalu suka berbaur dengan orang lain, apa lagi sikap cemburu nya yang berlebihan" ucap Elena


"Benar juga, lalu?" tanya Harlina.


Elena membisikkan sesuatu kepada Harlina membuat pria tua itu sedikit terkekeh dengan ide Elena.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hari sudah menunjukkan pukul setengah 12 malam, Aron benar benar dibuat bekerja keras satu hari ini.


Apa lagi rasa mualnya yang tidak juga menghilang, Aron sudah diperiksa Robby dan dokter tampan itu mengatakan Aron baik baik saja dan mungkin hanya kelelahan.


"Apa lagi? ini sudah tengah malam dan aku ingin tidur bersama istriku bukan guling" omel Aron kepada Halid.


"Ya ayo pulang tuan, marah marah mulu" gerutu Halid.


Tiba tiba saja perut Aron terasa bergejolak, Aron langsung berlari menuju Toilet dan langsung disusul Halid yang khawatir.


"Hoekk Hoekkk" Aron terus mengeluarkan semua isi perutnya membuat Halid khawatir.


"Kita kedokter tuan?"


"Tidak, kita pulang saja karena istriku pasti sudah menunggu" tolak Aron dan berlalu lebih dulu.


Setelah menempuh perjalanan beberapa saat mobil yang ditumpangi Aron pun sampai di kediaman nya.


Aron memasuki rumah dengan wajah pucat dan juga lesuh seakan tenaga nya sudah terkuras habis.


Aron memasuki kamar dan tidak mendapati istrinya dimana pun, Aron panik karena sudah tengah malam tetapi istrinya tidak ada.


"Sayang!" teriak Aron di lantai tiga.


Aron turun kelantai dasar dan terus menerus cari istrinya hingga ke taman samping dan kolam renang.


Hingga akhirnya Aron mengecek kedapur, Aron mematung melihat mereka berkumpul disana dan Elena memegang sebuah cake ulang tahun.


"Happy Birthday Aron Jhon Smith" ucap mereka secara serentak.


"Happy birthday sayang, wish you all the best" ucap Elena mengecup bibir Aron sekilas.


"Ohh good, pekerjaan di kantor pasti ulah mu sayang?" tanya Aron menatap istrinya yang hanya bisa tersenyum kuda.


"Tiup lilinnya dulu" ucap Elena yang sudah pegal memegang cake itu.


Aron berdoa dan meniup lilin itu dan langsung memberikan kecupan sayang kepada istrinya yang dengan berani mengerjai nya.


"Ada satu kado lagi" ucap Elena meletakkan cake itu dan mengambil sebuah kotak berwarna biru tua.


Dengan senang hati Aron menerima pemberian istrinya, Aron terbelalak setelah melihat isi didalamnya.


"Sa..sayang, ini beneran?" tanya Aron mengeluarkan sebuah testpack dari dalam kotak itu yang menunjukkan garis dua merah.


Semua orang yang ada disana terkejut melihat hadiah yang dj berikan Elena kepada Aron.


"Beneran, mereka juga belum tahu karena aku mau suami ku orang pertama yang mengetahui nya" ucap Elena memberikan amplop coklat kepada Aron.


"Tadi saat ambil cake aku Sempatin buat chek ke dokter dan hasilnya positif, kehamilan aku sudah berusia 2 minggu" ucap Elena menjelaskan.


"Nak" panggil Ani dan langsung memeluk putrinya.


"Terimakasih sudah memberikan cucu kedua untuk mama nak"


"Sama sama mama, aku juga sedang menantikan kedatangan nya"


Aron yang masih mematung pun langsung memandang netra istrinya, air mata bahagia pun luruh dipipi Aron.


"Terimakasih sayang" ucap Aron langsung memeluk Elena.


"Ini adalah hadiah paling istimewa yang pernah aku Terima seumur hidupku, terimakasih sudah hadir dihidupku dan terimakasih buat anak daddy, sehat sehat dalam perut mommy ya sayang" ucap Aron mengusap perut istrinya yang masih rata.


Semua orang pun bersorak bahagia atas kabar kehamilan Elena setelah sebulan menikah dengan Aron.


.


.


.


Jangan lupa bahagia juga ya readers 😄


Jangan lupa mampir di karya teman author 😉