
Dua Minggu sudah berlalu, keadaan Elena tidak berubah dan masih belum ada kata baik selama ini.
Robby mengatakan kesadaran Elena itu tergantung pada diri Elena sendiri yang ingin bangun lagi atau tidak.
Selama itu pula Aron tidak pernah meninggalkan Elena, apa lagi saat mendengar keluarga Elena yang ingin membawa gadis ini pulang.
Aron memerintahkan Fras untuk menahan keluarga Elena datang lagi kemari bahkan yang lain pun tidak boleh sering sering datang.
Aron semakin memperketat rumah sakit dengan menyebar beberapa bodyguard disudut rumah sakit.
Bahkan orang yang mengurus Elena saja dirinya sendiri ataupun bik Minah yang dibantu dengan Robby.
Sampai kapan pun Aron tidak akan mempercayai siapa pun, apa lagi ini menyangkut kesehatan calon istrinya.
Malam yang dingin, Aron sedang duduk disofa dekat brankar Elena dengan ditemani tiga orang kepercayaan nya.
"Panggil mereka kembali Hugo" celetuk Aron setelah beberapa saat terdiam
"Baik tuan" ucap Hugo mengeluarkan ponsel nya.
Aron berjalan mendekati brankar Elena, Aron mengusap lembut wajah Elena yang terlihat pucat.
"Apa kau tidak lelah sayang? bangunlah sayang aku merindukan mu" lirih Aron yang meneteskan air mata.
Air matanya seakan tu ada habisnya untuk perempuan satu ini, perempuan yang berhasil memenangkan hatinya sebelum berjuang.
Ceklekkk
Seorang pria paruh baya masuk dan langsung mendekati Aron, pria itu menepuk pundak Aron sembari matanya tertuju kearah gadis cantik yang sedang terbaring lemah
"Tenang lah nak kuatkan dirimu" ucap pria itu mengelus punggung Aron
"Kapan papi sampai?" tanya Aron
Pria itu adalah Jonathan, papi kandung Aron yang ingin sekali kembali saat mendengar calon mantunya disekap oleh musuh.
Semua itu tertunda karena masalah perusahaan yang tiba tiba melanda dan baru selesai beberapa hari lalu.
Jonathan langsung terbang ke negara asalnya dimana putranya tinggal karena khawatir dengan calon menantu nya yang dinyatakan koma.
"Baru saja" jawab Jonathan datar
"Dimana bedebah itu?" tanya Jonathan dingin
"Di markas" jawab Aron singkat.
Jangan nanya ya, anak sama bapak ini emang begitu sama sama dingin kalau lagi serius jadi mohon di mengerti wkwk.
"Apa kau sudah menanganinya?" tanya Jonathan yang sedikit iba melihat putranya yang tidak merawat diri
"Aku ingin menjaganya" jawab Aron datar
Jonathan mengangguk paham, Aron pasti trauma karena meninggalkan Elena sendiri hingga akhirnya terjadi hal seperti ini.
Siang hari yang cerah, di sebuah bandara.
Dua orang wanita dengan perawakan yang berbeda, yang satu berkulit coklat gelap dengan rambut ikal yang digerai panjang dan tubunya yang sedikit kekar.
Dan yang satu lagi, berkulit putih dengan tubuh semampai, rambut panjang hitam dikuncir kuda
Mereka berjalan dengan raut datar tanpa memperdulikan pandangan orang orang yang melihat mereka.
Mereka berdua menggeret koper besar mereka sembari terus berjalan menuju lobby bandara.
Hugo yang sedang berdiri didekat mobil sembari melipat tangannya didada pun berdecak kesal karena sudah menunggu setengah jam lamanya.
"Hugo!" teriak seorang gadis melambaikan tangan ke arah Hugo.
Hugo langsung tersenyum hangat melihat wanita yang sedang berjalan menuju tempatnya berdiri.
Mereka langsung berpelukan, melepas rindu yang sudah tiga tahun terakhir tidak bertemu karena dipisahkan pekerjaan dan jarak.
"Senang kalian bisa kembali Helga, Amey" ucap Hugo tersenyum.
Yap, mereka berdua adalah bodyguard wanita yang dimiliki oleh Aron, hanya mereka berdua yang wanita sedangkan yang lainnya pria.
Helga adalah wanita yang berasal dari Afrika, asli orang sana tapi tumbuh besar bersama Aron dan lainnya.
Helga dan Amey berada di satu Perguruan yang ada di China dan memiliki kehebatan di bidang yang berbeda dalam bertarung.
Jika Helga ahli dalam mengayunkan katana dan pedang, maka Amey ahli dalam melempar pisau dan kecepatan yang pesat.
Keduanya juga ahli dalam pistol, tiga tahun lalu Aron mengirim mereka ke salah satu wilayah Aron yang bermasalah.
Dalam waktu dua tahun setengah semuanya sudah selesai dan mereka baru di panggil kembali sekarang ini.
Jika bukan karena kehadiran Elena mungkin kedua wanita itu masih berada diluar negeri.
Helga dan Amey menjalin hubungan dekat dengan pria satu pekerjaan dengan mereka, pekerjaan berbahaya ya.
Helga dengan Hugo sedangkan Amey dengan Zio, keempat nya sempat uring uringan karena tidak pernah jauh tapi mau bagaimana lagi.
Kini mereka sudah berada dalam mobil menuju rumah sakit tempat dimana Elena dirawat, Rumah sakit milik Robby.
"Apakah keadaan nona masih sama?" tanya Amey membuka pembicaraan.
Mereka sudah tahu siapa wanita yang berhasil meluluhkan hati keras tuan muda mereka dan apa tujuan mereka dipanggil kembali.
"Semuanya masih sama" ucap Hugo menggelengkan kepalanya.
Setelah menempuh perjalanan beberapa saat, Mobil yang dikendarai Hugo pun sampai di pekarangan rumah sakit besar ini.
Hugo, Helga dan juga Amey langsung masuk dan berjalan menuju ruangan Elena dirawat, dilantai paling atas VVIP.
Ceklekkkk
"Mereka sudah disini tuan" ucap Hugo melihat Aron yang sedang duduk di samping brankar Elena.
Aron langsung bangkit dan berpindah kesofa, sebelumnya dia menjabat tangan dua wanita bodyguard kesayangan nya itu.
"Bagaimana kabar kalian?" tanya Aron masih menatap Elena dari sofa.
"Kami baik tuan, dan semoga nona muda cepat sadar ya tuan" ucap Helga mewakili Amey
Aron menghela nafas "Kalian sudah tahu kan apa tujuan kalian aku pulangkan kemari?"
"Sudah tuan, kami akan pastikan kalau nona akan selalu aman bersama kami" jawab Amey dengan tegas.
Mereka dipulangkan karena tugas itu, menjaga calon nyonya muda Smith dan menjamin keselamatan nya.
"Bagus, kalian boleh istirahat dulu untuk saat ini aku yang akan menjaga nya" ucap Aron dan memerintahkan mereka untuk pergi.
Setelah beberapa saat tiga bodyguard kepercayaan Aron itu pergi, bik Minah pun datang dengan sebuah bekal makanan di tangannya.
"Tuan, mari makan dulu ini sudah jam makan siang jangan sampai tuan sakit" ucap bik Minah mendekati Aron setelah selesai menata makanan diatas meja.
"Saya mohon tuan, demi nona muda" ucap bik Minah saat Aron ingin menolak permintaan nya.
Aron hanya menghembuskan nafas kasar dan berpindah kesofa, rasanya nafsu makan Aron benar benar hilang melihat Elena yang tak kunjung bangun.
Bik Minah mendekati brankar Elena, bik Minah sedikit tertegun saat melihat setitik air mata jatuh dari sudut mata Elena.
Karena tidak ingin membuat Aron panik ataupun seperti diberi harapan palsu, bik Minah menghapus air mata Elena.
"Bangunlah nona, tuan muda menunggu anda beliau sangat khawatir atas kejadian ini" bisik bik Minah mengecup kening Elena.
Bik Minah juga menganggap Elena layaknya seorang anak sama seperti dirinya menganggap Aron seperti putranya.
Bik Minah dulu mempunyai suami yang bekerja di keluarga besar Smith juga sebagai salah satu bodyguard mereka.
Suaminya meninggal saat bertepatan dengan kelahiran putranya, karena kelahiran yang tidak tepat waktu putra bik Minah juga meninggal setelah beberapa hari lahir.
Bik Minah yang awalnya hanya pelayan biasa pun berubah menjadi kepala pelayan karena berperan sebagai pengasuh Aron bersama oma Aron.
.
.
.
Jangan lupa makan nanti laper.