My Man Is The CEO Of Casanova

My Man Is The CEO Of Casanova
SEMUA HARUS TAHU



Tiga hari sudah berlalu setelah kepergian Elena yang seperti ditelan bumi, ketiga sahabat Elena pun tidak mampu lagi beralasan pada setiap orang yang bertanya tentang gadis itu.


"Kita harus bicara bagaimana? bunda Laras pasti marah" lirih Dita yang saat ini sedang dalam perjalanan menuju kediaman Laras bersama kedua sahabat nya.


Selama ini tiga hari ini tidak ada yang tahu kalau Elena hilang, yang tahu hanya mereka bertiga, Clara dan juga Merry.


Selama tiga hari ini pulan Duta terus berbohong pada Laras, Dita mengatakan bahwa Elena sedang berkunjung kerumah sahabat lamanya.


Laras yang mendapati hal ganjal pun terus mendesak ketiga sahabat itu untuk berbicara, dan kini Laras memerintahkan mereka untuk datang.


Malam yang dingin ini semua nya tampak tegang, Dita yang menjadi bulan bulanan Laras sangat takut untuk berkata jujur.


Dita menghembuskan nafas kasar saat ingin memasuki rumah mewah milik Laras dan juga Fras.


Ternyata di sana bukan hanya Laras dan Fras, tetapi juga ada Roy yang sudah tiga hari ini uring uringan karena tidak bertemu gadis yang dicintai nya.


Ketiga sahabat itu pun duduk disofa yang ada di hadapan Laras, keringat dingin mengucur deras didahi mereka masing masing.


"Dita katakan kepada bunda dimana El?" tanya Laras yang masih berucap dengan lembut


"Emm i..itu bun" Rasanya Dita tidak mampu untuk mengatakan bahwa Elena hilang tanpa kabar


"Jujurlah nak, om sama bunda sangat mengkhawatirkan dia" mohon Fras yang sudah berfikir terlampau jauh tentang keadaan Elena.


"El hilang om" ucap Jessica dengan kepala tertunduk.


"APAAA!!" pekik Laras terkejut.


Rasya pun menceritakan kapan terakhir kali mereka berkomunikasi dengan Elena, dan juga menceritakan pencarian yang sia sia selama tiga hari ini.


Tangis Laras pun pecah dipelukan Fras, ketakutan Laras akan kehilangan Elena begitu besar dan kini semua itu terjadi.


Tanpa mereka ketahui, gadis yang sedang mereka cari kini sedang duduk dibalkon lantai tiga mansion mewah itu.


"Sayang, ini susu coklat" ucap Aron yang baru datang dari dapur membawa segelas susu untuk Elena.


Aron yang mengetahui segalanya tentang Elena membuat Elena bingung, tetapi gadis itu enggan bertanya karena jawaban nya pasti sama.


"Bahkan tentang susu saja dia tahu, tiga hari ini semua nya baik baik saja dia memperlakukan aku layaknya seorang ratu"


"Sebenarnya ada perasaan aneh tapi aku ga mau salah sangka" batin Elena menatap wajah Aron tanpa menerima segelas susu yang disodorkan Aron.


"Sayang, susu ini masih hangat tidak enak jika sudah dingin lagi pula aku memang tampan jangan memandangi aku seperti itu" celetuk Aron.


Elena mencibir tanpa suara, Pria ini begitu angkuh dan juga arogan membuat Elena jengah dengan tutur katanya.


"Apakah tidak ada orang yang memujimu, sehingga kau memuji dirimu sendiri?" celetuk Elena dengan nada jengkel


"Banyak orang yang memujiku, aku sampai bosan mendengarnya" jawab Aron dengan nada angkuh nya.


"Cih arogan sekali" gerutu Elena meminum susu hangat yang dibuatkan Aron.


"Jadi kapan kita kembali ke kota? ck sahabat ku pasti mengira aku sudah mati" ucap Elena meletakkan gelas yang isinya tinggal setengah


"Kita akan kekota jika kau siap hubungan kita diketahui semua orang" jawab Aron yang duduk di samping Elena.


"Aishhh kau ini bagaimana? kita tidak memiliki hubungan apa pun" ucap Elena menatap tajam Aron


"Kau calon istriku sayang dan akan selamanya begitu" ucap Aron dan berlalu pergi.


Elena mengumpat habis habisan karena jawaban Aron, Elena begitu bosan dengan penuturan Aron yang selalu sama.


Malam telah berganti pagi, Matahari bersinar cerah menyinari setiap sudut bangunan mewah yang ada ditengah hutan ini.


Elena mulai mengerjapkan mata nya, pemandangan pertama yang dilihatnya setiap pagi adalah wajah tampan yang teduh sedang tidur di hadapan nya.


Elena tidak terkejut saat bangun pagi dalam keadaan berpelukan dengan Aron walaupun malam nya guling sudah menghalangi mereka.


"Dia memang sangat tampan" gumam Elena menatap lekat wajah Aron yang masih dalam keadaan tertidur pulas.


"Aku memang tampan sayang" jawab Aron membuat Elena terkejut


"Ka..kau sudah bangun?" tanya Elena dengan wajah yang sudah memerah karena malu


"Sudah" jawab Aron membuka matanya dan baradu tatap dengan manik coklat dihadapan nya.


"Le..lepaskan tangan mu ini" ucap Elena sedikit gugup


"Aku mohon seperti ini dulu, ini sangat nyaman" ucap Aron semakin menarik Elena kedalam pelukan nya.


Elena terkejut, hati nya ingin menolak tetapi tidak sinkron dengan tubuhnya yang terasa nyaman dalam pelukan Aron.


Ucapan Aron bisa membuat Elena tersipu, Elena menyembunyikan wajahnya didada bidang Aron, Elena juga lupa kapan terakhir kali merasa seperti ini.


"Aku mohon jangan lah meminta untuk pergi, sudah cukup aku membiarkan mu hidup sendiri dan menghadapi segala masalah sendiri"


"Aku akan menjaga mu sayang, aku mencintaimu" ucap Aron mengecup kening Elena dengan lembut.


Ntah mengapa hati Elena menghangat dengan ucapan Aron yang begitu lembut dan juga tulus.


"Jangan terlalu mencintaiku, aku tidak bisa berjanji akan membalas nya" ucap Elena melepas pelukan Aron dan berlari kekamar mandi.


Aron menatap kepergian Elena dengan senyum tipis "kau akan mencintaiku sayang, aku berjanji akan hal itu".


Ditempat yang berbeda tepatnya dirumah mewah Laras, Laras terlihat sangat murung setelah mendengar kabar kehilangan putri angkat nya.


Laras kini masih setia didalam kamar nya tanpa mau menyentuh sarapan yang sudah dihidangkan.


Bukan hanya Laras, Fras dan Roy juga merasakan hal yang sama tetapi harus lebih kuat demi Laras.


"Sayang, jangan seperti ini makan lah dulu" buku Fras yang tidak tega melihat keadaan istrinya yang sangat merasa kehilangan.


"Bawa El kembali pa, mama mau El ada disini" lirih Laras yang langsung meneteskan air mata.


"Papa sudah menyuruh anak buah papa untuk mencari El, mereka sedang berusaha bersabarlah" ucap Fras memeluk istrinya.


"Mama takut El kenapa napa papa, El kamu dimana nak? kembalilah sayang bunda merindukan mu" lirih Laras memandang foto Elena yang ada ditangan nya.


Fras juga meneteskan air mata, Fras juga sangat menyayangi Elena gadis dingin itu membuat kehidupan mereka merasa lebih sempurna.


"Pulanglah sayang, apa kau tega melihat bunda seperti ini nak" lirih Laras dengan air mata yang semakin deras.


"Orang tua El harus tahu ma" celetuk Fras membuat Laras melepas pelukan nya


"Tidak, bisa saja mereka mengambil El dari ku mas, El itu putriku bukan lagi putri mereka" tolak Laras


"Mereka bisa membantu kita untuk mencari El sayang, semua orang harus tahu keadaan ini" bujuk Fras


"Aku tidak mau mas, mereka bisa mengambil El dari ku, El putriku mas dia putriku" tolak Laras mentah mentah


Fras menghela nafas, istrinya sangat terpukul dengan keadaan seperti ini, Laras merasakan kehilangan yang kedua kalinya.


"Aku harus memberitahu mereka tanpa melibatkan Laras, El kembalilah nak" batin Fras yang terus berdoa untuk putri angkat nya.


Siang hari yang terik, Fras sudah berada di sebuah restauran yang berada di tengah kota kecil.


Seorang wanita paruh baya dengan pasangan nya datang menghampiri Fras yang sudah menunggu mereka.


"Dimana putriku?" tanya wanita paruh baya itu.


Mereka adalah orang tua Elena, Fras mengambil keputusan untuk memberitahu mereka agar membantu tanpa sepengetahuan Laras pastinya.


"El hilang" Jawa Fras menghembuskan nafas berat.


"A..apa maksud mu? dimana putriku? jangan menyembunyikannya" ucap Ani tidak percaya.


"El hilang Ani, aku juga tidak tahu dimana dia kami semua mencarinya, aku memberitahu kalian agar membantu pencarian ini" ucap Fras


"Ba..bagaimana mungkin? kalian yang bersama nya kenapa kalian tidak menjaga nya!" bentak Ani dengan berderaki air mata.


Fras menceritakan segelanya yang didengar dari ketiga sahabat Elena, tangis Ani pun semakin pecah mendengar kabar kehilangan putrinya.


"Bantulah kami untuk mencarinya, bukan hanya kalian tetapi kami semua kehilangan nya" ucap Fras


"Putriku" lirih Ani dalam pelukan suami nya.


"Kami akan membantu mencarinya" ucap Deni papa tiri Elena.


Fras pun kembali dengan terus merapalkan doa agar putrinya cepat ditemukan, Fras menepis segala fikiran kotor yang terbang dikepalanya.


Dia harus terus berfikir positif kalau Elena pasti baik baik saja, Elena pasti kembali dalam keadaan sehat dan juga bernyawa tanpa kekurangan apa pun.


.


.


.


Hayo penasaran ga? wkwk, El bakal luluh dan jatuh cinta ga ya sama Aron? dan bagaimana cinta Roy? apakah akan bertepuk sebelah tangan dan merelakan Elena untuk pria lain?


Staytune dan dukung author terus ya hihi.