
Pagi ini elena berangkat kesekolah diantar oleh dita, jessica ada keperluan lain sehingga tidak masuk kuliah dan tidak mengantar elena.
"aku ingin berkenalan dengan temanmu" goda dita yang tahu elena begitu dingin terhadap teman teman.
elena memandang dita tajam "kau boleh berkenalan dengan teman ku" jawab elena mengangkat sudut bibir nya
"benarkah? siapa teman mu?" tanya dita terkejut
"anjing di samping rumah kita" jawab elena ketus dan memukul dita dengan buku nya
dita tertawa terbahak bahak dengan jawaban elena "aku baru tahu jika kau berteman baik dengan anjing itu" kekeh dita hingga memegang perut nya yang terasa sakit.
"akan ku ajak dia kerumah kita dan kusuruh dia membuang kotoran dikamar mu" ucap elena ketus
"hahaha maafkan aku adik kecil, jangan macam macam dengan membawa anjing kerumah, haram" ucap dita yang disertai dengan kekehan.
"ta dita" pekik elena menahan tangan dita sehingga dita berhenti mendadak, untung saja mereka sudah memasuki jalan yang tidak terlalu ramai
"el kau apa apaan sih" gerutu dita yang tidak mengerti dengan sahabat nya ini
"itu.." elena menunjuk pedagang gulali dipinggir jalan dengan mata yang berbinar
dita benar benar gemas melihat ekspresi elena, dita juga tahu kalau sahabat kecil nya ini sangat menyukai makanan manis
"uluh uluh, tunggu disini ya adik kecil biar tante belikan" ucap dita membuat elena tertawa.
dita begitu suka melihat tawa elena apa lagi melihat senyum nya yang hanya ditunjukkan oleh orang terdekat.
dita keluar mobil dan menyambangi penjual gula kapas dipinggir jalan itu "pak mau satu ya" ucap dita menunjuk gula kapas berbentuk bebek.
setelah membayar dita kembali masuk kedalam mobil "untuk adik kecilku" ucap dita memberikan gula kapas itu kepada elena
"wahhh bentuk bebek, kwek kwek kwek" ucap elena menirukan suara bebek membuat dita tertawa.
"rasanya aku tidak ingin kau cepat menjadi semakin dewasa el, aku sangat menyayangimu el, rasanya tidak rela jika suatu saat nanti ada pria yang mengambil mu dari kami"
dita memandang elena yang memakan gula kapas itu dengan antusias, dita mengelus rambut elena dan melajukan kembali mobil nya.
beberapa saat kemudian mereka sampai di depan gerbang elena, elena turun dari mobil dan diikuti oleh dita.
"kau ngapain turun?" tanya elena memandang dita bingung
"ck aku ingin melihat tampilan sekolah mu lebih dulu" ucap dita kesal, elena seakan mengusir nya.
saat mereka masih berdebat kecil ada seseorang yang mendekati mereka "el" panggil seorang pria yang ternyata aril
dita langsung tersenyum menggoda kearah elena "jangan berpikir macem macem kalau masih mau hidup tenang" ucap elena dengan nada mengancam
aril yang melihat mereka berdua sangat akrab pun merasa heran, selama ini yang aril tahu hanya jessica yang sering antar jemput elena sekolah.
"kamu, siapa nya el?" tanya aril memandang dita
"aku kakak nya el, kau teman el?" ucap dita berjabat tangan dengan aril yang disambut antusias oleh aril
"wahhh ternyata el memiliki saudara wanita lain selain jessica yah" ucap aril tersenyum ramah
"ck, cepatlah pergi aku sudah bosan melihat wajah mu" ketus elena mengusir dita
dita terkekeh melihat nya "kau pria baik, titip adikku ya dia sedikit merepotkan" bisik dita yang masih bisa didengar elena
"shitt!! dita bangsat!" bentak elena berlalu pergi meninggalkan dita dan aril yang masih berdiri disana.
dita terkekeh melihat elena "aku pergi dulu, by" dita juga berlalu pergi dengan mobil nya.
aril pun berlari menyusul elena yang sudah berlalu lebih dulu "el" teriak aril mengejar elena.
elena terus berjalan tanpa memperdulikan aril yang terus mengejarnya, fitri yang melihat elena pun menyusul langkah elena.
fitri menatap elena bingung dan menoleh kebelakang mereka dan melihat aril yang terus mengejar mereka.
"aril tuh len"
"bodo amat" ketus elena masuk lebih dulu kedalam kelasnya meninggalkan fitri yang berhenti didepan pintu
"apaan sih ril kok lari lari gitu?" tanya fitri memandang aril bingung
"tidak ada, aku pergi dulu" aril pun berlalu pergi meninggalkan fitri yang masih didepan kelas.
"semua cowok disini pada prik deh, padahal udah di tolak mentah mentah sama el tapi masih aja ngejar" gerutu fitri dan berlalu masuk kedalam kelas nya.
jam pulang sekolah pun tiba, elena sudah berjalan ke luar kelas menuju halaman sekolah.
saat sampai depan gedung sekolah, elena memicingkan mata nya saat melihat ada orang yang melambaikan tangan kearah nya
"elena gresya" panggil seorang wanita dengan senyum mengembang dan juga lambaian tangan.
"rasya" pekik elena menutup mulut nya yang terbuka, elena langsung berlari kearah rasya membuat semua orang yang melihat nya bingung.
rasya pergi keluar kota dua minggu lalu, rasya berpamitan pada elena akan pergi selama sebulan dan itu cukup membuat elena sedih.
dan setelah dua minggu pergi, rasya tiba tiba muncul dihadapan elena, tentu saja membuat gadis itu amat bahagia.
"rasya aku merindukan mu" ucap elena memeluk rasya erat
orang orang yang melihat keakraban itu pun merasa hati mereka menghangat, wanita dingin yang selama ini tidak pernah menampilkan senyumnya terlihat sangat manja kepada seorang wanita.
"aku juga merindukan mu" ucap rasya mengecup kening elena dengan rasa sayang
"kenapa kau tidak memberi tahu ku jika ingin pulang? kau mengatakan kepadaku akan pergi selama sebulan, bahkan bisa lebih"
"tetapi kini kau sudah pulang, kau membohongi ku?" cecar elena membuat rasya semakin gemas
mereka yang mendengar celotehan elena pun dibuat melongo dengan ucapan gadis itu yang begitu panjang.
bahkan mereka yang hampir tidak pernah mendengar suara elena saja dibuat tercengang dengan suara menggemaskan itu.
aril dan fito yang memandang elena dari sudut yang berbeda tertular senyum manis elena, mereka dengan jelas melihat senyum elena yang begitu mengembang.
"maafkan aku ya adik kecil, aku tidak bermaksud membohongi mu sayang tetapi tugas ku sudah selesai lebih awal"
"aku tidak memberitahu mu karena ingin memberi mu kejutan" ucap rasya mengeluarkan sekotak coklat dari dalam paperback yang dibawa nya
"coklat" pekik elena dengan mata berbinar bahkan sampai melompat lompat kecil di tempat nya.
mereka semua benar benar tercengang, tidak pernah menyangka akan melihat secara langsung sikap manja elena yang seperti seorang anak kedapa ibu ny.
"terimakasih rasya, aku menyayangimu" ucap elena mencium pipi rasya lalu memeluk nya.
"apa kau suka?" tanya rasya memegang pipi chubby elena
"tentu saja aku suka, kau selalu tahu apa yang aku suka" jawab elena memakan satu coklat yang diberikan rasya.
"kau menggemaskan sekali, ayo kita pulang" rasya menggandeng tangan elena menuju mobil nya.
elena mengikuti rasya dengan sesekali melompat kecil, elena menganggap rasya seperti ibu nya sendiri karena sikap dewasa rasya yang selalu menjaga nya.
sedangkan rasya juga menganggap elena bak putrinya sendiri, rasya sangat menyayangi elena selayaknya seorang sahabat, adik, bahkan anak sekaligus.
para siswa lain serta beberapa guru masih tertegun melihat sikap manja elena, mereka tidak mengenal rasya karena hanya tahu jessica selama ini.
mereka jadi bertanya tanya, siapa pawang dari sikap dingin elena itu? padahal mereka juga tahu kalau jessica saja sering berdebat kecil dengan elena.
tanpa mereka sadari, dita dan jessica juga sangat menyayangi elena, ketika sikap dewasa kedua wanita itu muncul maka elena hanyalah seorang bayi dimata mereka.
.
.
.
Ahhh sosweet banget ya bestie kalau es nya mencair hehe
staytune ya bestie dan jangan lupa like comment untuk uang parkir😆