My Man Is The CEO Of Casanova

My Man Is The CEO Of Casanova
KULIAH



Pagi yang cerah, Elena baru saja keluar dari lift bersama Aron, terlihat bibir wanita itu mengerucut karena kesal.


"Aishhhh Aron, tunggu dulu tunggu" ucap Elena menahan langkah Aron.


Pagi mereka sudah diisi dengan pertengkaran kecil karena Elena tidak mau berkuliah dengan alasan biaya yang sangat mahal.


Aron melipat tangan nya didada sembari menatap Elena tajam "Kau menyebalkan sekali"


"Oke aku akan berkuliah sesuai permintaan mu" ucap Elena


"Hem bagus dan berhenti menggerutu" ucap Aron manggut manggut


"Tapi ada syarat nya" seketika alis Aron terangkat sebelah.


"Jangan katakan kepada mereka semua bahwa aku adalah kekasih mu, sembunyikan hubungan kita dan orang kampus pun harus tahu bahwa aku masuk jalur beasiswa"


Aron langsung menatap Elena tajam, sedangkan Elena tidak mau kalah tajam dengan Aron


"Kenapa seperti itu sayang?" tanya Aron yang sangat sulit menang debat dengan wanita ini


"Terserah aku kenapa kau kepo sekali" celetuk Elena membuat mata Aron terbelalak


"Sayang, kau.."


"Hehe tidak begitu, mereka akan mencari muka di depan ku saat tahu siapa calon suami ku, aku ingin tahu seperti apa lingkungan baru ku"


"Aku mohon, mau yah" ucap Elena bergelayut manja dilengan Aron sembari menunjukkan wajah menggemaskan nya itu.


"Baik tapi orang kan.."


"Tidak juga, yang tahu hanya orang dirumah ini dan juga papi, sahabat ku dan bunda Laras" ucap Elena.


Hanya gadis inilah yang berani menyela ucapan CEO ples mafia terkejam dan paling ditakuti di seluruh negeri


"Bagaimana? jika tidak, yasudah aku kembali tidur" ucap Elena hendak berjalan meninggalkan Aron.


"Oke oke, bermain mainlah sepuas mu tetapi aku akan menyebar pengawal yang menyamar untuk menjagamu" ucap Aron


"Awww kau memang paling terbaik sayang" ucap Elena mengecup pipi Aron dan berlalu pergi.


Elena bukan tidak ingin kuliah hingga melakukan negosiasi awet bersama Aron, berkuliah adalah impian Elena dari dulu.


Tetapi ketika tahu universitas mana yang dipilih Aron membuatnya sedikit canggung untuk menerima walaupun Elena tahu siapa calon suaminya


Sedangkan Aron ingin calon istrinya menjadi wanita yang lebih bijaksana dan berbakat dari sebelumnya.


Walaupun Aron yakin Elena akan lebih cepat lulus dari mahasiswi lainnya yang ada disana.


Setelah selesai melakukan sarapan bersama, Elena sudah bersiap kekampusnya.


Elena menggunakan dress dibawah lutut berwarna peach yang dipadu dengan totebag berwarna putih yang senada dengan flatshoes nya.


"Berangkat sama ak..."


"No!" tolak Elena sebelum Aron menyelesaikan perkataan nya


Aron mendengus kesal karena Elena benar benar semakin menyebalkan tetapi juga menggemaskan


"Jadi siapa yang akan mengantar kamu sayang?" tanya Aron


"Helga dan Amey ada" ucap Elena menunjuk dua gadis yang sedang meminum teh.


"Uhuk uhuk" Helga dan Amey tersedak teh hangat mereka


"Ayo guys cepat" teriak Elena dengan suara yang sangat melengking


Helga dan Amey pun langsung berlari kegarasi untuk mengambil mobil yang digunakan untuk mengantar nona cerewet mereka.


Aron menghela nafas melihat Elena yang benar benar ingin menutupi hubungan mereka, padahal Aron ingin memamerkan Elena.


"Aku pergi dulu sayang" ucap Elena mengecup punggung tangan Aron dan pipi pria itu.


Elena pun sudah pergi lebih dulu dengan mobil mewah berwarna hitam yang dikemudikan Helga.


"Aku benar benar tidak bisa marah terhadap nya" gumam Aron menggaruk tengkuknya dan berlalu pergi.


"Yeayyy aku akan bertemu sahabatku setiap hari" girang Elena yang duduk diset belakang


Helga dan Amey hanya bisa tersenyum melihat Elena, kecerian Elena semakin terlihat setelah pengakuan cintanya kepada Aron.


Setelah menempuh perjalanan beberapa saat, mobil yang dikendarai Helga pun sudah mendekati gerbang universitas terkenal itu


"STOPPPP!" teriak Elena membuat Helga ngerem mendadak


"Ada apa non?" tanya Amey bingung


Tanpa menunggu jawaban dari Helga dan Amey, Elena sudah lebih dulu keluar meninggalkan mobil itu.


Elena berjalan memasuki gerbang universitas itu dengan raut datar, semua mata tertuju pada gadis cantik itu.


Apa lagi para pria, tubuh mungil Elena dengan rambut sebahu yang berwarna hitam kemerahan membuat para pria begitu terpesona, apa lagi kulit putih bersih nya.


"El!" teriak seorang wanita yang berlari ke arah Elena.


Elena tersenyum tipis melihatnya, dia adalah Jessica sahabat Elena yang akan satu kelas dengan Elena.


"Aku merindukan mu" ucap Jessica memeluk Elena


"Aku juga" ucap Elena membalas pelukan Jessica.


"Adik kecilku" ucap Rasya yang baru datang bersama Dita dan langsung memeluk Elena


"Bagaimana kabar mu hem? wahhh rambutmu semakin panjang" ucap Rasya memperhatikan penampilan Elena.


"Apakah aku terlihat lumpuh!" ketus Elena membuat Rasya terkekeh


"Sudah sudah ayo kita masuk" ucap Dita dan menggandeng tangan Elena.


Mereka berjalan masuk universitas tanpa menghiraukan banyak pasang mata yang memandang


"Kau baru dan langsung menjadi primadona" celetuk Dita membuat Elena memutar bola mata malas.


Sesampainya di pertigaan mereka pun langsung berhenti


"Jaga gadis nakal ini Jessi, dia akan merepotkan mu" ucap Rasya dan berlalu pergi bersama Dita


"Aku hanya berharap gadis kulkas ini tidak membunuh orang" gumam Jessica mengejar Elena yang sudah berlalu lebih dulu.


Jessica mengantar Elena keruang kepala dosen universitas karena memang harus kesana lebih dulu.


Elena masuk seorang diri tanpa ditemani Jessica karena Sahabat nya itu harus ke kelas lebih dulu.


"Silahkan duduk" ucap wanita paruh baya yang tampil sangat glamour


"Terimakasih" ucap Elena datar dan duduk di hadapan kepala dosen itu


"Elena Gresya, kamu jalur beasiswa" ucap wanita itu sedikit merendahkan


"Permisi bu kepala, ini laporan nilai mahasiswa bulan ini" ucap seorang dosen wanita


"Terimakasih, oh iya ini murid baru di kelas bisnis dan ekonomi, dia jalur beasiswa" ucap kepala dosen itu menatap Elena.


"Mari ikut saya" ucap dosen wanita yang terlihat cantik dan sederhana itu.


Dosen wanita itu masuk kedalam kelas dan menyapa para mahasiswa yang hadir


"Oke hari ini kalian ada kedatangan teman baru, silahkan masuk" ucap dosen itu.


Elena pun masik kedalam kelas yang didalamnya diisi 48 orang dan salah satunya adalah Jessica.


"Boleh perkenalkan diri kamu" ucap dosen wanita itu


"Perkenalkan nama saya Elena Gresya, saya harap kerja sama dan kedamaian nya di kelas ini" ucap Elena dingin


Dosen wanita itu sedikit tertegun dengan ucapan Elena, apa katanya? kedamaian? dikira pajak ikan apa ga ada damai nya.


"Ada yang ingin ditanyakan?" tanya dosen wanita itu


"Nomor whatsapp nya boleh kali neng" ucap salah satu mahasiswa menatap Elena penuh damba


"Seperti nya kaki ku akan kram jika berdiri terlalu lama" ucap Elena dingin menatap dosen itu


"Kamu boleh duduk di depan Jessica" ucap dosen wanita itu.


Elena langsung berjalan mendekati mejanya dan duduk tepat didepan Jessica, posisi Elena nomor dua dari depan.


Semua mata menatap Elena, mereka menatap dari pandangan yang berbeda ada yang memuja, tidak suka, menginginkan dan semacamnya.


.


.


.


Mau aku kasi visual tokoh utama nya? comment ya kalau mau.


Sehat selalu buat para readers.