
Siang hari yang terik, laras pergi bersama fras menemui kepala yayasan dan wali kelas di tempat elena bersekolah.
walaupun kabar tentang pembunuhan di sekolah itu tidak heboh dikarenakan aron sudah membungkam media, tetapi laras sebagai wali elena mendengar cerita yang membuatnya tidak tenang.
kabar elena yang memecahkan kasus pembunuhan itu menggemparkan seluruh isi sekolah, bahkan para orang tua berbondong bondong ingin mengetahui seperti apa rupa gadis pintar itu.
laras datang bersama fras tanpa memberitahu elena, karena gadis itu akan marah jika laras sering berkunjung karena elena berfikiran jika laras mengekang dirinya.
laras dan fras sudah duduk diruangan bi wardah selama satu jam, mereka tidak hanya bertiga tetapi juga ada tina sebagai kepala yayasan.
laras benar benar terkejut setelah mendengar semua cerita yang telah terjadi semalam dari mulut wardah dan tina bahkan mereka menunjukkan rekaman CCTV nya.
"bu saya mohon jauhkan elena dari hal seperti itu" ucap laras dengan sejuta rasa kalut
"kenapa dia melebihi apa yang ku ajarkan" batin fras yang dari tadi tidak membuka suara nya
"kita pulang pah" ucap laras menarik lengan fras dan keluar dari ruangan wardah begitu saja.
wardah dan tina saling pandang "bukannya dia seharusnya bangga bu karena elena anak yang sangat pintar" ucap wardah bingung.
sesampainya dimobil, laras berulang kali mengusap kasar wajahnya dan berkali kali menghembus nafas kasar.
"sudah ma, el itu anak yang kuat" ucap fras mencoba menenangkan istrinya
laras menatap tajam suaminya "papa dari tadi tidak terkejut, jangan jangan papa tau sesuatu" laras memicingkan mata nya.
fras menghela nafas "el pernah datang ke papa, dan menanyakan beberapa hal tentang IT" jawab fras memandang istrinya.
"astaghfirullah papa, kenapa papa seperti itu, lihat el sekarang bagaimana? keamanan Sekolah ini begitu kuat, tuan aron saja yang memiliki IT terbaik saja tidak bisa memulihkan nya kembali tapi anak itu"
laras kian kalut mendengar jawaban suaminya "tapi papa tidak sempat mengajarkan hal lebih ma, papa hanya mengajarkan dasar nya saja" jawab fras jujur
"jadi sekarang bagaimana papa? mama tidak mau kejadian anak kita terulang kembali, el itu belum lama disini papa" ucap laras sampai menitikan air mata.
anak laras tidak meninggal karena kecelakaan, kabar itu hanya bohong belaka dikarenakan laras dan fras diancam oleh pihak yang membunuh anak nya.
saat berusia 15 tahun, anak laras dan fras sudah bisa menjadi hacker yang sangat ahli, tidak tahu belajar dari mana hingga kejadian naas itu pun terbongkar.
anak laras dan fras diculik oleh pengusaha nomor 2 terbesar di negara ini, anak laras di jadikan anjing peliharaan oleh pengusaha itu, hingga akhirnya anak laras drop karena terlalu diperas otak nya.
putri laras pun dikembalikan saat hidupnya sudah diambang kematian, putri laras bukan hanya dijadikan budak oleh mereka tetapi juga sering dijadikan kelinci percobaan oleh orang biadap itu.
hingga akhirnya, 2 bulan setelah dikembalikan putri laras tidak mampu lagi mempertahankan hidupnya dan meninggal dirumah sakit.
air mata laras semakin deras saat mengingat anak nya yang terbujur lemas di brankar rumah sakit, selang selang menempel diberbagai tempat ditubuh anak nya.
"mama tenang kita akan mengutus bodyguard buat el" ucap fras memeluk istrinya
laras menggeleng "el tidak akan setuju pa, kita tahu bagaimana watak dia, dia pasti menentang keras" ucap laras yang sudah tahu dengan pribadi elena.
fras menghembuskan nafas kasar, dia baru ingat jika gadis kecil itu sangat keras kepala bahkan untuk keamanan dirinya sendiri pun dia tidak ingin dipaksa.
"kita akan menjaga el secara diam diam, papa akan mengutus bodyguard untuk menjaga el tanpa diketahui oleh dirinya" ucap fras.
laras pun setuju, laras begitu menyayangi elena, laras seperti melihat putrinya dalam diri elena.
jika saja putrinya masih hidup maka umur nya akan sama dengan dita, kehadiran elena dalam hidup laras memberi perubahan besar pada diri laras.
bukan hanya dirinya tetapi juga pada suaminya, laras yang sudah tidak bisa mempunyai anak itupun sangat bersyukur sudah dipertemukan dengan gadis baik seperti elena.
laras saat ini sedang duduk bersama diruangan nya bersama dita, mereka ditemani dengan dua gelas teh dan beberapa cemilan
"ja...jadi itu semua el yang tahu bun?" tanya dita tidak percaya setelah mendengar semua cerita dari laras.
laras menyenderkan tubuh nya kesofa "benar dita, bunda sangat khawatir dengan el" lirih laras yang terus kepikiran gadis kecil itu
"berarti kode kode yang ada di laptop el itu adalah kode hacker" gumam dita yang masih bisa didengar laras.
laras langsung menegakkan tubuh nya "maksud kamu ta?" tanya laras memandang dita
"iya bun, semenjak sekolah el sering menghabiskan waktu didepan laptop nya, dita pikir dia mengerjakan tugas sekolah nya"
"saat hari itu, dita menghampiri elena dikamar nya, ternyata el sudah tidur dengan laptop masih terbuka didepan nya, dita mendekat hendak menutup laptop itu.."
"tetapi dita sedikit bingung saat melihat laptop el yang menampilkan diagram angka bahkan kode kode yang dita sendiri tidak paham" jawab dita
laras terkejut "berarti dia belajar sendiri" gumam laras semakin merasa khawatir.
jika ditanya bangga, tentu saja laras bangga dengan kemampuan el, apa lagi wanita itu memiliki pencapaian yang sangat pesat disekolah nya, bahkan diprediksi hanya beberapa bulan saja el sudah bisa tamat.
hanya saja yang menjadi kekhawatiran laras, bahaya nya kepintaran el yang berada di kota sebesar ini, laras begitu takut elena yang dianggap sebagai putrinya akan mengalami hal yang sama seperti putrinya 6 tahun yang lalu.
laras langsung menyambar ponsel nya dan memilah nomor seseorang yang ternyata adalah suami nya
"iya ma" ucap fras langsung menerima panggilan laras
"papa sudah memanggil bodyguard untuk el?" tanya laras dengan mata yang sudah memerah
"sudah ma, mama jangan khawatir el akan baik baik saja, kita akan menjaga nya" ucap fras meyakinkan istrinya
hingga beberapa saat kemudian panggilan pun diputus oleh laras, setidaknya dia sedikit tenang jika ada yang menjaga elena.
"om fras memanggil bodyguard bunda?" tanya dita yang dari tadi mendengarkan percakapan laras dan suami nya
laras mengangguk "bunda ga mau kejadian meta keulang lagi sayang" jawab laras menahan air mata nya
"tapi bunda tahukan kalau el ga bakal setuju sama keputusan ini, el pasti berpikir ini semua berlebihan" ucap dita sedikit ragu
"kita akan menjaga nya tanpa diketahui oleh nya dita, bodyguard yang menjaga el akan menyamar mereka tidak akan menampakkan diri didepan el sebagai bodyguard"
"keselamatan el sedikit mengkhawatirkan dita, hanya ini satu satunya cara kita menjaga el" ucap laras menyeka air mata nya yang terjatuh
dita mengangguk setuju "bunda benar, keselamatan el harus terjaga dita gak mau kalau el kenapa-napa" ucap dita memeluk laras.
Dita yang sangat menyayangi elena juga khawatir dengan keselamatan wanita itu, peran elena yang sebagai adik dan sahabat begitu berarti dalam hidup dita.
dita tidak ingin orang orang kesayangan nya sampai celaka, apa lagi ini menyangkut elena, gadis kecil yang dianggap layaknya adik kandung sendiri.
.
.
.
el beruntung dikelilingi orang baik ya bestie jadi ikut seneng hehe
jangan lupa tinggalkan comment dan like nya buat author ya bestieš„°