
Sore yang cerah, langit sore yang menemani setiap langkah semua orang yang sedang menuju kediaman masing masing setelah pulang bekerja.
Elena sedang duduk disofa ruang kerja Aron, Elena memang meminta untuk ikut bekerja dengan alasan bosan dirumah karena Helga dan Amey sedang pergi.
"Kita pulang sayang" ucap Aron mengulurkan tangan nya.
Elena pun menyambut uluran tangan Aron, lalu mereka berjalan bersama keluar ruangan kerja Aron menuju lantai dasar.
Semua orang masih bertanya tanya, siapa gadis kecil yang sering menyambangi tuan mereka yang tampan itu.
Banyak dari staf wanita milik Aron berfikir bahwa Elena hanyalah teman tidur Aron dan itu tidak lebih.
Kini keduanya sudah berada di lobby perusahaan saat menunggu Halid yang sedang mengambil mobil diparkiran.
Ralat, menunggu Halid kembali karena pria itu izin keluar karena ingin membeli sesuatu yang dibutuhkan nya.
"Aron" panggil seorang wanita paruh baya menyambangi keduanya.
Elena memicingkan matanya saat melihat wajah wanita yang seperti tidak asing dikepalanya.
"Ibu yang waktu itu" ucap Elena menoleh kearah Aron.
Elena terkejut melihat perubahan wajah Aron yang menjadi menyeramkan, Aron langsung menarik kasar tangan Elena untuk masuk kedalam mobil.
Elena sedikit meringis karena pergelangan tangannya digenggam begitu kuat oleh tangan besar milik Aron.
"A..Aron, tangan ku sakit" lirih Elena sedikit takut melihat ekspresi wajah Aron yang menggelap.
Seketika Aron tersadar dengan apa yang dilakukannya, amarah nya dipelampiaskan ketangan kecil milik Elena.
"Maafkan aku sayang, aku tidak sengaja" ucap Aron melihat pergelangan tangan Elena yang memerah karena cekalan tangan nya.
"Tidak apa ini akan sembuh nanti" jawab Elena ketika melihat raut wajah khawatir Aron.
Setelah menempuh perjalanan beberapa saat, mobil yang dikendarai oleh Halid pun sampai di depan pintu rumah mewah milik Aron.
Aron langsung menggandeng tangan Elena untuk masuk dan langsung menuju kamar mereka.
Elena sendiri bingung kenapa Aron bersikap seperti itu kepadanya, ada yang berbeda dari diri Aron setelah bertemu wanita tadi.
Sesampainya dikamar mereka, Aron langsung mengunci pintu kamar dan mendudukkan Elena ditepi ranjang big size milik mereka.
"Dia mami ku, mami kandung ku" ucap Aron sembari menggenggam kedua bahu Elena.
Elena terkejut mendengar ucapan Aron, Elena langsung paham siapa wanita yang dimaksud oleh Aron.
"Ja..jadi wanita itu? tapi kenapa kau?" ucap Elena tidak mampu melanjutkan ucapan nya karena wajah Aron berubah memerah.
"Aku membencinya El, aku benci setiap melihatnya dan karena dia lah aku sering mempermainkan wanita" jawab Aron jujur.
Elena menutup mulutnya karena terkejut dengan pernyataan yang diucapkan Aron.
FLASHBACK ON:
Aron kecil sedang berdiri dibelakang pintu sembari mendengarkan pertengkaran antara kedua orang tuanya.
"Enggak, aku ga mau hidup susah terus seperti ini Jhonatan, percuma kamu mempunyai keluarga yang kaya tapi kita hidup melarat seperti ini!"
"Aku sudah terbiasa dengan kehidupan mewah, lalu kamu pulang kerja dan mengabarkan bahwa perusahaan kita bangkrut?" ucap seorang wanita cantik.
Wanita itu bernama Hana ibu kandung Aron, pernikahan Hana dan Jonathan dilakukan tanpa persetujuan dari keluarga Jonathan.
Keluarga Jonathan menolak Hana karena watak wanita itu yang tidak baik dan selalu memanfaatkan uang Jonathan saja.
Cinta Jonathan yang terlanjur besar kepada Hana pun menjadikan nya anak pembakang yang rela meninggalkan keluarganya demi wanita yang dicintainya.
Jonathan memang menjadi pengusaha muda yang sukses sehingga bisa berdiri sendiri tanpa bantuan dari keluarga nya.
Namun pernikahan Jonathan harus diuji setelah putranya berusia 5 tahun, perusahaan yang Jonathan miliki mendapati kerugian yang cukup besar.
Kerugian itu lah yang membuat perusahaan Jonathan ambruk dan sangat sulit untuk dipertahankan apa lagi keluarga nya yang enggan membantu.
Berharap berbagi cerita kepada istrinya untuk meringankan beban tetapi respon yang didapat Jonathan tidak sesuai dengan harapan.
"Kita bisa bangun dari awal Hana, jangan seperti ini jangan tinggalkan aku" ucap Jonathan memelas.
"Aku berjanji ini tidak akan lama Hana, aku akan berusaha agar semuanya kembali dengan normal" ucap Jonathan mencoba terus memohon
"Enggak, aku gak mau Jonathan, kamu hidup saja sendiri dengan kesusahan mu jangan seret aku" ucap Hana menyeret koper nya keluar.
"Mami! jangan tinggalkan Aron mami" teriak Aron kecil mengejar ibunya yang terus berjalan meninggalkan rumah mewah itu.
Seakan telinga nya tuli, Hana terus berjalan sampai didepan gerbang dan ada sebuah mobil hitam dan seorang pria tampan yang sudah menunggunya disana.
"Mami jangan pergi mami, jangan tinggalkan Aron mami!" teriak Aron yang sudah ada dalam pelukan papinya.
Setelah kejadian malam itu lah Aron terus mencari keberadaan mami nya hingga suatu hari mereka bertemu.
Dengan segala keangkuhan yang dimiliki Hana, Hana menolak putra nya yang berusaha membujuknya kembali.
Setelah kejadian itu pula Aron paham bahwa wanita hanya mengincar harta selayaknya dia memandang ibunya.
Sebab itu pula Aron mempermainkan wanita, bahkan oma nya dan papi nya yang mencoba merubahnya saja tidak bisa.
FLASHBACK OFF.
Elena tercengang mendengar cerita dari Aron, tanpa permisi setitik air mata turun dari mata coklat nya yang indah.
"Sebab itu aku membencinya dan semua wanita, karena itu pula aku menolak perjodohan dari oma" ucap Aron.
Mereka kini sudah berada diatas ranjang dengan posisi Elena yang menyandar pada dada bidang milik Aron.
"Perjodohan?" ulang Elena menegakkan tubuhnya menjadi duduk dan menghadap Aron.
"*Benar sayang, Wanita yang bertemu kita saat pertama kali kau datang ke perusahaan dan menyeret ku keluar dari kantorku sendiri"
"Wanita itu bernama Melisa, dia teman kecil ku, aku hanya menganggap nya sebagai teman tetapi dia malah menganggap lebih*" ucap Aron
"Kenapa tidak menikah dengannya? kenapa harus mempertahankan aku?" tanya Elena sedikit tidak percaya.
Pasalnya Elena ingat benar bahwa wanita yang bertemu mereka waktu itu sangat cantik, Elena juga tahu wanita itu salah satu model Ambasador produk kecantikan.
"Karena kamu yang aku cintai sayang" jawab Aron merebahkan kepala Elena didada bidang nya
"Jangan terlalu mencintai ku Aron" ucap Elena dengan wajah sendu
"Tidak ada larangan sayang, aku mencintaimu tanpa adanya alasan dan paksaan" ucap Aron mengecup kening Elena.
"Aku tidak bisa berjanji akan membalasnya Aron" ucap Elena mendongakkan kepalanya
"Aku tidak memintanya sayang, cukup kau berada disamping ku saja itu sudah lebih dari cukup" jawab Aron membelai pipi Elena.
"Aku hanya wanita biasa Aron, oma mu pasti menolakku" ucap Elena sedikit merasa nyeri diulu hatinya
"Yang menjalani kita sayang bukan oma, aku tahu apa yang terbaik untukku dan itu adalah kau" jawab Aron menatap wajah Elena
"Aku mencintaimu sayang" ucap Aron mengecup kening Elena.
"Aku membencimu Aron dan akan selalu begitu" ucap Elena
Aron terkekeh mendengarnya "aku tahu itu sayang, dan akan ku tunggu hingga semuanya berubah" ucap Aron mengecup kening Elena lagi.
Pada malam itu pula Aron membuka semua tentang dirinya, apa yang ada dihatinya yang selama ini tidak diketahui oleh orang lain.
Elena adalah orang pertama yang mengetahui keluhan Aron dan juga cerita masa lalu Aron yang membuat pria ini berubah menjadi demikian.
Selain didikan Jonathan yang keras, dendam Aron kepada wanita yang melahirkan nya pun menjadikan Aron layaknya seorang iblis.
Siapa sangka jika wanita dari kalangan biasa yang bisa merubah diri Aron menjadi selayaknya seorang malaikat berhati lembut.
.
.
.
kiwwww gimana nih wkwk, jangan lupa nyengir yak😁
Dukung author terus biar semangat up nya ya readers.