My Man Is The CEO Of Casanova

My Man Is The CEO Of Casanova
BERSEKOLAH



Hari ini adalah hari pertama elena bersekolah, semua kebutuhan sekolah elena sudah diurus oleh astrid dan para ibu dari dita dan rasya.


mereka benar benar menganggap elena seperti anak mereka sendiri, apa lagi ketiga sahabat elena menganggap dirinya seperti adik yang akan selalu dimanja.


Elena yang sudah mengenakan seragam sekolah lengkap, turun ke lantai dasar untuk melakukan sarapan bersama ketiga sahabat nya.


"uwow kamu sangat menggemaskan adik kecil ku" ucap dita gemas melihat elena


elena enggan menanggapi perkataan dita, elena duduk di kursi makan menunggu makanan siap sembari membaca buku ditangan nya.


rasya yang sangat gemas melihat wanita itu, sesekali mencuri cubitan gemas dipipi elena


"awww rasya bangsat sakit bego!" bentak elena yang sudah dari tadi pipinya menjadi tujuan rasya mondar mandir didekat nya


dita dan jessica tertawa melihat rasya begitu gemas dengan elena sama seperti mereka


"aku gemas padamu" ucap rasya menepuk pelan pipi elena yang chubby itu


"aishhh jangan begitu nanti aku tidak selera makan" gerutu elena yang menjadi bahan tertawaan sahabat nya.


setelah selesai masak, dita menghidangkan menu sarapan pagi ini, sedangkan untuk elena terlihat berbeda karena wanita itu masih dalam masa diet nya.


setelah selesai sarapan, elena dan jessica langsung pergi menuju sekolah elena yang searah dengan kampus jessica menggunakan mobil.


setelah sampai di depan gerbang sekolah, jessica berhenti dan menatap wajah elena yang berkali kali menghembuskan nafas kasar.


"Nevers?" goda jessica terkekeh


"ngga ah, B aja kali" jawab elena santai sembari menyambar tas nya


"salim anying" ucap jessica saat elena hendak pergi ke luar mobil


elena terkekeh dan langsung mengecup punggung tangan jessica layaknya seorang adik kepada kakak nya


"by" ucap elena keluar dari mobil dan langsung berjalan menuju gerbang


raut wajah elena berubah datar saat memasuki pekarangan sekolah, wajah elena yang terlihat asing menjadi pusat perhatian mereka


mereka bertanya tanya, siapa gadis kecil menggemaskan itu, dan akan masuk ke kelas mana dia? banyak yang bertanya tanya tetapi elena terus berjalan dengan wajah datar nya.


bagaimana tidak bisa dibilang menggemaskan, seragam wanita sekolah ini menggunakan rok diatas lutut, elena yang memiliki tubuh pendek terlihat sangat menggemaskan.


elena menyusuri semua lorong sekolah sembari membaca papan tulisan yang terdapat di depan pintu itu.


"hay, kamu nyari ruangan siapa?" tanya seorang pria yang dari tadi memperhatikan elena


"bu wardah" jawab elena datar


"ayo ikut aku" ucap pria itu berjalan lebih dulu di depan elena, sedangkan elena mengekor pria itu.


"nah ini ruang..."


tok tok tok


"masuk" elena langsung masuk tanpa mengucap kata terimakasih kepada pria yang mengantarkannya.


"dingin banget sih" gumam pria itu dan berlalu pergi.


sedangkan didalam, elena disambut hangat oleh bu wardah, yang katanya akan menjadi wali kelas nya.


"ayo ikut ibu" ajak bu wardah keluar ruangan nya bersama elena.


bu wardah masuk lebih dulu kedalam kelas, sedangkan elena masih menunggu di depan kelas.


"anak anak kita akan kedatangan teman baru" bu wardah mengumumkan kepada semua muridnya


"wahh cewek apa cowok ya?"


"wahh siapa ya?"


terdengar suara krusak krusuk dari para murid, karena merasa penasaran siapa murid baru yang akan masuk ke kelas mereka


"silahkan masuk nak" ucap bu wardah mempersilahkan elena masuk


semua orang langsung bungkam setelah elena masuk kedalam kelas itu dengan wajah datar nya, matanya yang coklat bisa membuat orang klepek klepek


"perkenalkan diri kamu" titah bu wardah dan elena hanya mengangguk paham


"nama saya elena" hanya itu yang keluar dari mulut menggemaskan itu, singkat padat dan jelas memang


bu wardah tida terkejut, karena orang orang penting yang mengaku sebagai wali elena sudah menceritakan perangai anak ini dengan detail


sedangkan seluruh murid menatap elena dengan tatapan yang berbeda, ada yang menatap kagum ada juga yang menatap tidak suka, elena tidak perduli dengan tatapan mereka.


"kamu boleh duduk di bangku kosong itu ya ek" ucap bu wardah menunjuk bangku kosong yang terdapat dibaris kedua


"hay el, nama aku fitri" sapa seorang wanita yang berada dibelakang elena


elena diam saja dan enggan menjawab, tujuannya kemari hanya untuk belajar bukan bersosialisasi, pikirnya.


akhirnya bel istirahat pun berbunyi, elena masih duduk di bangku nya dengan sebuah buku ditangan nya


"kekantin bareng yuk" ajak seorang pria yang ternyata pria yang mengantarkan elena keruangan bu wardah tadi


elena hanya memandang sekilas tanpa enggan menjawab, sikap dingin nya tidak terkalahkan memang


"oh iya kenalin nama aku fito" pria itu bernama fito, terlahir dari keluarga kaya, berumur 21tahun, dulu dia seorang anak yang sangat nakal hingga melalaikan pendidikan nya.


penyesalan nya terjadi tahun lalu saat orang tua nya meninggal karena kecelakaan, sejak saat itu pula fito bersekolah agar bisa mengembangkan usaha orang tuanya yang saat ini masih dijaga paman nya.


elena menghembuskan nafas kasar, elena menutup bukunya dan pergi begitu saja meninggalkan fito.


"ck, dingin banget sih" gerutu fito mengejar langkah elena yang sudah hampir sampai kantin.


elena duduk dipojok kantin, sedikit menjauh dari kerumunan siswa lainnya, padahal elena menjadi pusat perhatian mereka.


"el" panggil fitri dan mendekat kearah elena


fitri duduk di depan elena yang tak beralih dari buku nya "ck el jangan dingin dong" ucap fitri mencoba berteman baik


"apa" jawab elena memandang fitri dengan datar


"kamu cantik deh, gemesin lagi" ucap fitri mencoba menyentuh pipi elena tetapi elena mengelak


"jangan asal sentuh" ucap elena datar


elena memesan makanan begitupun dengan fitri, mereka masih duduk bersama walaupun tanpa adanya percakapan.


"el, kosa kata di kepala mu habis ya?" tanya fitri dengan raut polos nya


elena memandang fitri dengan tajam membuat wanita itu menciut untuk terus mengajak elena bicara.


fito yang melihat elena dari jauh tidak bisa menghampiri nya karena ditahan oleh teman nya yang lain, padahal jauh dilubuk hati fito sangat ingin makan bersama wanita yang baru dijumpainya itu.


setelah semua pelajaran selesai, kini semua siswa sudah bersiap untuk pulang.


elena melenggang pergi meninggalkan kelas nya, setiap orang menyapa nya walaupun tidak di balas dengan elena.


nama elena sudah meluas di sekolah ini, paras nya yang cantik membuat para pria disekolah ini berlomba lomba untuk mendapatkan nya


perubahan elena cukup kontras saat pertama kali dia menapak di kota ini, jadi tidak heran banyak orang yang terpesona.


"elena" teriak fito mengejar langkah elena yang terus berjalan


"tu anak, kecil tapi jalan nya cepet juga" gerutu fito berlari semakin cepat


fito langsung menangkap pergelangan tangan elena, elena berbalik dan langsung menepis tangan fito dengan kasar membuat fito jadi gugup


"jangan salah sangka, nih buku dari bu wardah" ucap fito menyerahkan sebuah buku yang cukup besar kepada elena.


"adik kecil" panggil seorang wanita yang berdiri dan bersandar dikap mobil nya


elena menoleh, ternyata wanita itu adalah jessica dengan pakaian nya yang mahal itu.


elena langsung berbalik dan pergi tanpa mengucapkan terimakasih kepada fito, sedangkan fito tersenyum tipis karena sudah bisa memandang elena dari jarak dekat.


"dia benar benar menggemaskan, aku akan mendekatinya" gumam fito.


dimobil jessica, elena membaca buku nya sembari meminum jus diet nya yang dibawa jessica


"tadi itu siapa?" tanya jessica menoleh sebentar kearah elena


"ga kenal, ga penting" jawab elena seadanya


"ganteng lo, seperti nya dia suka sama mu el" goda jessica menoel pipi elena


"kau..." geram elena memukul pelan lengan jessica


"biar aja sih dia suka sama ku, aku nya kan ga suka sama dia" jawab elena tanpa dosa.


jessica tertawa terbahak bahak dengan jawaban elena, gadis ini tidak polos tetapi berakting layaknya tidak mengerti arah pembicaraan mereka.


.


.


.


jangan lupa dukungan buat author ya bestie bestie sekalian😄