My Man Is The CEO Of Casanova

My Man Is The CEO Of Casanova
PULANG



Setelah koma selama sebulan dan dirawat lebih dari seminggu, hari ini Elena diperbolehkan pulang.


Sebenarnya Aron ingin Elena melakukan perawatan beberapa hari lagi hingga Elena benar benar pulih.


Tetapi Elena yang tipikal membenci bau bau obatan dan juga suasana rumah sakit, merengek kepada Aron agar dirinya dibawa pulang.


Kini Elena dan Aron sedang berjalan menuju halaman Rumah sakit dimana mobil mereka dan beberapa bodyguard sudah menunggu.


"Aron" teriak seorang wanita paruh baya berlari menghampiri Aron.


Aron langsung menarik pelan lengan Elena dan menyembunyikan gadis itu di belakang tubuh nya yang tegap.


Elena bingung dengan sikap Aron, Elena saja tidak mengenal siapa wanita yang memanggil nama pria yang ada didepannya ini.


"Aron jan..."


Ucapan wanita itu terpotong saat Aron mengangkat telapak tangannya pertanda menyuruh wanita itu untuk diam.


"Kita pulang" ucap Aron menarik lengan Elena agar terus berjalan tanpa memperdulikan tatapan wanita paruh baya itu yang terlihat sendu.


Elena ingin sekali bertanya siapa wanita tadi, tetapi itu semua urung saat Elena melihat wajah Aron yang terlihat marah.


Elena hanya diam duduk di dalam mobil sembari menatap keluar jendela, Elena menginginkan hidupnya yang bebas seperti dulu.


Sebelumnya Elena sudah memohon kepada Aron agar melepaskan nya, tetapi Aron terlihat marah dan berbicara sedikit membentak kepada Elena.


Elena yang sangat sensitif pun langsung menangis setelah Aron berbicara sedikit keras kepadanya.


Setelah beberapa saat, mobil yang ditumpangi Elena dan Aron pun sampai didepan sebuah rumah mewah dengan nuansa eropa berlantai empat.


"Ini rumah siapa?" tanya Elena bingung.


Elena fikir, mereka akan kembali ke mansion milik Aron yang berada ditengah hutan tetapi pemikiran nya salah


"Ini rumah kita sayang" jawab Aron tersenyum hangat kepada Elena.


"Mansion yang ditengah hutan?" tanya Elena menatap Aron


"Punya ku juga" jawab Aron dengan santai menggandeng tangan Elena untuk masuk kedalam rumah itu.


"Siapa sebenarnya pria ini? dia terlihat bukan orang sembarangan" batin Elena menatap sekitaran rumah ini.


"Selamat datang nona muda" sapa beberapa pelayan yang berdiri menyambut tuan mereka


"Selamat datang nona" ucap Bik Minah tersenyum hangat kearah Elena


Wajah Elena langsung sumringah melihat siapa yang menyapa nya, bik Minah tidak datang lagi semenjak Elena sadar.


"Bibik" sapa Elena langsung memeluk bik Minah dengan sayang


"Apa nona sudah sehat? ada yang sakit?" cecar bik Minah membelas pelukan Elena


Elena melepas pelukannya dan menggeleng "Aku sehat bik" jawab Elena tersenyum hangat


"Syukurlah bibik senang mendengarnya" ucap bik Minah membelai rambut Elena yang mulai memanjang.


"Kita kekamar sayang, kau harus istirahat" ucap Aron menuntun Elena agar masuk kedalam lift bersamanya.


Sesampainya dilantai paling atas, Elena bertemu dengan Helga dan juga Amey yang sedang duduk di sebuah sofa.


"Salam nona" ucap kedua nya kompak sembari membungkukkan tubuhnya


Elena hanya bisa tersenyum canggung karena Aron belum mengenalkan kedua wanita itu kepada Elena.


"Ini Helga dan Ini Amey sayang, mereka akan menjagamu saat aku bekerja" ucap Aron memperkenalkan antara ketiga nya.


"Kami siap menjaga anda nona" ucap Helga dengan sopan


"Tapi aku belum kenal mereka, jangan tinggalkan aku" lirih Elena mengeratkan genggaman tangannya dari tangan Aron.


Aron menghela nafas, trauma Elena masih ada bahkan ketika tidur wanita ini sering mengigau hingga berlinang air mata dan berbanjir peluh.


"Tidak akan" ucap Aron membawa Elena kedalam kamar utama.


"Kasihan nona, dia pasti trauma karena bedebah itu" ucap Amey menatap kepergian kedua majikannya


"Kau benar, untung nona kuat sehingga tidak dilecehkan oleh Martin tua bangka itu" balas Helga mengepalkan tangan nya.


Elena dan Aron sudah berada dalam kamar utama, kamar yang lebih luas dari kamar mansion tengah hutan milik Aron.


Nuansa nya masih sama, hitam dan hitam membuat Elena jengah karena kamar ini seperti kamar vampir


"Pakaian yang kau berikan untukku masih di mansion Aron" celetuk Elena memandang Aron yang baru keluar dari kamar mandi


"Biarkan saja" jawab Aron duduk disofa samping Elena


"Disini sudah ada pakaian mu sayang, tinggal pilih bahkan disini lebih banyak" jawab Aron dengan angkuh


"Aishhh arogan sekali, pakaian yang disana saja belum kupakai semua" gerutu Elena menatap Aron kesal.


"Biarkan saja sayang, jika ingin berlibur kesana kita tidak perlu membawa pakaian" jawab Aron merangkul pinggang Elena.


"Bolehkah aku bertanya?" tanya Elena menatap wajah Aron.


"Katakan" jawab Aron mengelus pipi Elena.


"Siapa wanita tadi?" tanya Elena sedikit mengecilkan suaranya.


Seketika raut wajah Aron berubah, yang tadinya wajah tampan itu terlihat santai kini berubah menjadi marah


"Tidak perlu dijawab, a..aku tidak memaksa mu" ucap Elena yang sedikit menciut setelah melihat perubahan wajah Aron


"Kau memang harus tahu sayang, tapi bukan sekarang" ucap Aron mencoba tersenyum didepan Elena.


"Hem tidak masalah, aku tidak memaksa mu untuk bercerita" ucap Elena dan bangkit dari duduknya


"Mau kemana sayang? kau harus istrahat" ucap Aron menahan tangan Elena.


"Ck aku bosan Aron, sudah berapa lama aku dirumah sakit hah? aku ingin berkeliling rumah mu yang ini" jawab Elena


"Mau aku temani?" tawar Aron


"*Tidak, kau istirahat lah, aku tahu kau lelah karena sudah menjaga ku selama ini. aku tidak akan kemana mana aku sudah berjanji padamu"


"Istirahat Aron, kau terlihat lelah sekali*" ucap Elena dan meninggalkan Aron didalam kamar itu sendirian.


Aron tersenyum tipis melihatnya, paling tidak wanita itu ada sedikit perhatian untuknya.


Elena berjalan keluar kamar menuju lift, Elena berniat ke lantai dasar untuk menemui bik Minah.


Sesampainya di lantai dasar, Elena langsung menuju dapur yang diyakini pasti ada bik Minah disana


"Bibik" panggil Elena saat melihat bik Minah sedang memantau pelayan lain memasukkan bahan dapur kekulkas


"Eh nona? ada apa? kenapa tidak istirahat nona? apa nona menginginkan sesuatu?" cecar bik Minah mendekati Elena.


"Astaga bibik banyak sekali pertanyaannya, aku lupa harus menjawab yang mana" ucap Elena terkekeh


"Hehe maaf nona, apa non butuh sesuatu?" tanya bik Minah


"Tidak, aku hanya ingin berkeliling rumah ini" jawab Elena


"Mau bibik temani?" tawar bik Minah dan Elena pun menggeleng.


Elena berjalan menuju ruang keluarga, dari jauh Elena mendengar suara orang orang sedang berbicara.


"Salam nona" sapa Helga dan Amey yang sedang duduk disofa ruang keluarga lantai dasar


"Hay, maaf ya aku pernah merepotkan kalian dan membuat kalian kewalahan waktu aku bangun dari koma" ucap Elena duduk disofa juga


"Tidak masalah nona, kami senang bisa bertemu dengan nona" jawab Helga


"Benar nona, kami akan selalu menjaga nona" ucap Amey tersenyum manis kearah Elena


"Jangan terlalu formal, anggap aku sebagai sahabat kalian seperti Dita dan yang lainnya" ucap Elena sumringah


"Baik nona" jawab Helga tanpa mau menolak nona mudanya


"Kalian baru disini? saat pertama kali aku diculik Aron aku tidak melihat kalian" tanya Elena menatap dua wanita cantik didepannya


Amey terkekeh saat Elena mengatakan Aron menculiknya "Kami sudah lama mengikuti tuan, nona" ucap Amey


"Kami ditugaskan diluar negeri untuk mengerjakan pekerjaan yang ada disana" sambung Helga


"Ohhh, jadi kalian kembali hanya untuk menjaga ku?" tanya Elena dan kedua wanita itu mengangguk.


Elena tahu Aron begitu trauma akan kejadian sebulan yang lalu saat dirinya melarikan diri dan jatuh ke tangan Martin.


Elena tidak bisa menolak permintaan pria tampan itu yang akan selalu memperketat penjagaan untuk Elena.


.


.


.


Jangan lupa bahagia dan sehat selalu para Raiders.