
Pagi pagi sekali Elena sudah bangun untuk menyiapkan pakaian yang akan Aron bawa keluar kota selama seminggu.
Langit masih terlihat gelap tetapi gadis itu sudah bangun tidak seperti biasanya, Aron saja bingung melihatnya.
"Sayang, itu akan dikerjakan oleh pelayan saja" ucap Aron melihat Elena dari pintu walk in closed
"Mulai sekarang aku akan mengatakan kepada pelayan agar tidak sembarangan masuk kedalam kamar ini, kamar ini privasi kita Aron"
Aron tercengang mendengar ucapan Elena, gadis ini kenapa semakin terlihat perubahan nya.
Tetapi Aron langsung tersenyum tipis melihat nya, itu pertanda bahwa sedikit demi sedikit Elena mulai jatuh cinta kepada Aron.
"kamu mandi saja, katanya akan berangkat pukul tujuh itu berarti dua jam lagi" ucap Elena yang masih menyusun pakaian Aron serapi mungkin kedalam koper.
Aron pun menurut dan langsung berlalu kedalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Elena juga menyiapkan pakaian yang akan digunakan oleh Aron, yaitu setelan jas berwarna hitam lengkap dengan dasinya.
Aron keluar dari kamar mandi, seketika senyum Aron mengembang saat melihat setelan pakaian yang sudah pasti Elena lah yang menyiapkan.
Aron langsung menggunakan pakaian yang telah Elena siapkan serta menyisir rambut nya agar terlihat rapi.
Setelah selesai Aron keluar dari walk in closed dan mendapati Elena sedang tertidur diatas sofa.
"Terlalu memaksa diri" kekeh Aron dan berjalan mendekati Elena.
Aron ikut duduk di samping Elena lalu merebahkan kepala gadis itu keatas paha nya agar lebih nyaman.
Aron tahu Elena tidak terbiasa bangun terlalu pagi jika bukan karena hal yang mendesak.
Beberapa saat kemudian Elena terbangun, waktu sudah menunjukkan pukul setengah tujuh pagi.
Elena membuka matanya dan melihat wajah tampan tengah tersenyum di hadapan nya.
"Sudah bangun?" tanya Aron mengusap wajah Elena lembut
"Sudah jam berapa Aron? aku pikir kamu sudah berangkat" ucap Elena terduduk disamping Aron.
"Ayo kita sarapan, setelah itu aku akan berangkat" ucap Aron.
Elena pun beralih ke kamar mandi lebih dulu untuk mencuci muka dan menyikat gigi nya.
Beberapa saat kemudia Elena dan Aron sudah berada di meja makan bersama Halid, Helga dan juga Amey.
"Dimana Zio dan juga Hugo?" tanya Elena setelah duduk di kursi nya
"Mereka sudah berangkat ke kota C tadi malam non" jawab Halid.
Elena hanya mengangguk lalu mengambilkan makanan untuk Aron, semua itu diperhatikan oleh orang orang yang ada disana.
Bik Minah tersenyum melihat perubahan sikap Elena kepada Aron, bukan hanya bik Minah yang lain pun merasa bersyukur akan perubahan Elena.
Aron sendiri merasa hati nya sangat lah gembira karena Elena benar benar menunjukkan perubahan yang sangat besar.
Setelah selesai makan Elena mengantar Aron sampai didepan teras rumah sedangkan koper nya sudah dibawa oleh Helga.
"Huhhh hati hati ya" ucap Elena menghela nafas, ntah mengapa Elena merasa sangat berat melepaskan Aron pergi.
"Tenanglah sayang, ada apa hem?" tanya Aron menangkup wajah Elena dengan kedua tangan nya
"Aku tidak tahu, aku hanya merasa takut jika kau pergi" lirih Elena meneteskan sebulir air mata
"Hey hey jangan menangis, aku berjanji tidak akan ada hal yang buruk terjadi" ucap Aron mengusap air mata Elena dengan ibu jari.
Elena langsung memeluk tubuh Aron, Aron membalas pelukan Elena dengan erat sembari mengelus punggung gadis itu.
Perlahan Elena mengurai pelukan nya "berangkat lah dan berjanji cepat pulang" ucap Elena.
Aron mengangguk sembari tersenyum, Aron mengecup kening Elena dan langsung masuk kedalam mobil.
"Nona pasti merasakan firasat buruk tentang tuan, semoga tidak ada apa apa" batin Helga dan menggiring Elena masuk.
"Sepertinya nona memiliki firasat tuan" ucap Halid yang duduk disamping kemudi.
"Selagi dia tidak tahu tidak apa, katakan pada Helga agar memperketat keamanan" ucap Aron.
Semua orang yang ada dirumah itu tahu kemana tujuan Aron pergi, hanya Elena lah satu satunya orang yang tidak mengetahui nya.
Setelah menempuh perjalanan beberapa jam dengan menggunakan pesawat pribadi milik Aron.
Aron dan Halid pun sampai dikota C, disana sudah ada Hugo dan Zio yang menunggu kedatangan mereka.
"Shitt!" umpat Aron dan langsung berlari masuk mobil karena tiba tiba ada yang melepaskan tembakan ke salah satu pengawalnya.
"Mereka memantau tuan, mereka juga membawa snipper" ucap Hugo dari sambungan earphones di telinga nya.
Kini Aron semobil dengan Halid dan satu supir, sedangkan Hugo dimobil pengawal lain yang terpisah dengan Zio.
Para musuh menembak secara membabi buta, untung saja mobil yang mereka gunakan semuanya kaca anti peluru.
"Cari keberadaan mereka" ucap Aron yang bisa didengar oleh semua orang orang yang dibawah kendali Aron
Brummmmm
Brummmmm
"Hahaha bagaimana penyambutan ku Aron Jhon? sangat menarik bukan?" ucap seorang pria bermata sipit dengan menaiki mobil sport berwarna hitam.
"Terimakasih atas penyambutan nya Liam, tapi apa kau akan menang kali ini?" ucap Aron meremehkan.
"Jangan terlalu arogan Aron"
Dorrr
Dorrr
Pria yang bernama Liam itu pun menembak kearah Aron yang langsung menutup kaca mobil sebelum peluru itu sampai.
Liam Axely, pria keturunan Tionghoa yang menjadi rival, musuh bebuyutan Aron bahkan sebelum Black dragon ada dibawah kepemimpinan Aron.
Black dragon adalah nama klan yang dipimpin oleh Aron, sebelumnya dipimpin oleh Jonathan yang dikenal sebagai klan paling ditakuti didunia bawah tanah.
Yuze Axely adalah pemimpin klan Blakbat sebelum Liam, putra pertama Yuze Axely.
Sebelum jatuh ke tangan Aron dan Liam, Yuze dan Jonathan sudah lebih dulu terlibat peperangan yang tidak berkesudahan.
Final klan Blakbad rubuh lima tahu lalu dibawah kepemimpinan Aron saat umur Aron masih berusia 21tahun.
Kematian Yuze juga pada masa peperangan itu, setelah lima tahun menghilang kini Liam kembali dan ingin membalaskan dendam.
Harus kalian ingat jika peperangan kedua klan ini bukan hanya sekedar kekuasaan wilayah tetapi juga perihal wanita.
Pria yang membawa pergi Hana adalah Yuze, kehancuran bisnis Jonathan juga karena Yuze yang pada masa itu menjadi orang nomor satu dinegara ini.
Setelah keberhasilan Jonathan dan dibantu putranya pada umur 15 tahun, Hana berniat untuk kembali kepada Jonathan.
Jonathan yang sudah terlanjur sakit hati pun menolak kehadiran Hana, Hana terus mengejar Jonathan hingga itu semua diketahui oleh Yuze.
Peperangan yang awalnya masih terbakar api kecil karena perselisihan wilayah kekuasaan, semakin menjadi berkobar setelah secara terang terangan Yuze membuka peperangan.
Yuze menyerang klan Jonathan lebih dulu hingga menghabiskan separuh orang orang milik klan Black dragon.
Jonathan yang merasa tidak bersalah pun tidak tinggal diam, Yuze terlalu mencintaimu Hana sehingga tidak percaya jika wanita itu hanyalah sebuah Ular.
"Aku dengar kau menyembunyikan sebuah berlian kecil dirumah mu Aron" ucap Liam mencoba memancing emosi Aron.
Di sekeliling mereka sudah ada dua kubu yang sedang perang peluru, ada juga yang bergelut dengan tangan kosong, pedang maupun senjata lainnya.
"Jangan ganggu dia bedebah" ucap Aron masih berada didalam mobil.
Mobil yang kedua kubu itu tumpangi sudah berhenti ditengah tengah lahan kosong yang kini di penuhi dengan orang orang yang sedang adu kekuatan.
"Benarkah? jika kau mati aku akan membawanya bersama ku, lihatlah ini" ucap Liam menunjukkan poster foto Elena yang ada ditangan Liam
"Senyum nya manis sekali, setelah kau mati aku menikmati malam malam ku yang dipenuhi ******* merdunya" ucap Liam
"Itu tidak akan pernah terjadi Liam Axely!" teriak Aron yang mulai tersulut emosi.
Semua orang masih sibuk dengan lawan mereka masing masing, kedua kubu itu terlihat seimbang.
Lima tahun Liam menghilang karena ingin membentuk pasukan yang lebih besar dari kepunyaan Aron.
Hugo yang saat itu masih melawan algojo milik Liam sedikit terkejut saat melihat asisten Liam menodongkan pistol kearah Aron.
"TUAN AWAS.."
DORRRR
"TUANNNNNNN"
.
.
.
Hayo kenapa? wkwk lanjut gelud ga nih haha, maaf ya author gantungin.
Dukung dulu biar author semangat wkwk, sehat terus buat para readers setia author hihi.