My Man Is The CEO Of Casanova

My Man Is The CEO Of Casanova
KITA SATU



Pagi hari yang indah, sepasang pengantin baru masih setia berasa dibawah selimut tebal mereka karena tubuh itu tidak memakai apa pun sekarang ini.


Aron dengan perlahan membuka matanya, pagi ini sudah menunjukkan pukul 9 pagi karena mereka tertidur pukul 5 pagi.


Aron yang begitu bersemangat pun tidak memberikan Elena jeda tadi malam hingga membuat wanita itu kelelahan.


Aron mengusap lembut kening Elena lalu memberikan kecupan singkat di pagi hari mereka yang baru.


Aron terduduk dan mengusap wajah nya, kamar ini benar benar terlihat sedikit berantakan.


"Apa itu" gumam Aron yang tanpa sengaja melihat setitik noda merah didekat kaki Elena.


Aron menyibak selimut putih itu dan benar saja ada bercak merah diatas kain putih itu tepat dimana mereka melakukan hubungan suami istri semalam.


"Loh kok? tapi dia bilang, aishhhh aku lupa kalau istriku sedikit bodoh pasti waktu itu tidak sampai sejauh itu" gumam Aron terkekeh sendiri.


Aron merebahkan lagi tubuhnya dengan posisi menyamping menghadap Elena yang masih terlelap.


Perlahan Elena membuka matanya, pemandangan pertama yang Elena lihat adalah senyum indah yang terukir diwajah tampan suaminya.


"Pagi my wife" ucap Aron menyapa.


Ntah mengapa Elena merasa malu bercampur dengan senang melihat Aron, Elena langsung menutup wajah nya dengan selimut.


"Ayolah sayang jangan malu aku sudah melihat semuanya"


"Ck ayolah sayang jangan begitu aku malu" ucap Elena menatap kesal suaminya membuat Aron tertawa.


Elena bangkit dari tidurnya dan merasa tubuh nya seperti remuk karena Aron yang terus menggempur nya tadi malam.


"A..awwww" pekik Elena saat ingin berdiri tetapi merasa sangat sakit dibagian sensitif nya.


"Sayang, pasti sakit ya? maafkan aku" ucap Aron mendekati istrinya lalu menggendong Elena ala bridal style.


"Yakk Aron kita tidak memakai apa pun" ucap Elena hendak turun tetapi ditahan Aron.


"Ayo mandi bersama"


"Tidak mau"


"Aku janji kita hanya mandi sayang"


"Awas saja jika melanjutkan otak mesum mu itu" ancam Elena membuat Aron terkekeh.


Aron membawa Elena kedalam kamar mandi lalu meletakkan istrinya didalam bathtub yang langsung diisi air hangat oleh Aron.


Aron juga ikut masuk kedalam bathtub dan duduk tepat di belakang Elena lalu memeluk istrinya dengan hangat.


"Aku berharap Semoga dia cepat hadir" ucap Aron mengelus perut Elena.


"Apakah aku akan tetap kuliah sayang?"


"Tentu saja jika kau ingin sayang" jawab Aron mengizinkan.


Elena merebahkan kepalanya didada bidang Aron, tidak ada pelukan yang sangat hangat jika dibandingkan dengan pelukan Aron bagi Elena.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di sebuah restauran yang ada dihotel itu, para orang tua sedang berkumpul hendak melakukan sarapan bersama tetapi menunggu pengantin baru yang tak kunjung datang.


"Jangan jangan putriku tidak bisa berjalan karena putra mu Jhon" celetuk Ani yang membuat mereka tertawa terpingkal pingkal.


"Bagaimana dengan Arilandro, Bram?" tanya Jonathan yang memang dari semalam khawatir akan hal itu setelah tahu kedatangan Arilandro dipesta pernikahan putranya.


"Kita hanya perlu menjaga El, Jhon"


"Tapi aku benar benar tidak habis fikir dengan otak mu, bagaimana bisa kau menjodohkan putrimu dengan dua pria yang berbeda"


"Aku sempat mendengar kabar perjodohan Aron dan Melisa dulu sebab itu aku menjodohkan El dengan Arilandro lalu siapa sangka jika seperti ini" jawab Bram


"Memang El dan Aron sudah ditakdirkan bersama mau bagaimana? toh kalau dulu Bram tahu endingnya akan seperti ini akan tetap melanjutkan perjodohan itu"


"Benar yang dikatakan Fras, tapi aku lebih khawatir dengan ibu mu Jhon" ucap Laras yang mewakili perasaan Ani juga.


"Tenang saja putri Bram itu tidak sepolos yang kalian kira" jawab Jonathan sembari menyesap kopi hangat nya.


"Apa maksud mu tidak se..."


"Selamat pagi semua nya?" sapa Elena yang datang bersama Aron.


"Kenapa kalian lama sekali nak?" tanya Ani mengelus rambut putrinya.


"Maaf membuat kalian menunggu, tadi malam aku tidak bisa tidur karena menonton film" jawab Elena bohong.


Elena terlalu malu untuk mengatakan yang sebenarnya, sangat gila jika dia mengatakan tidak bisa tidur karena terus digempur Aron.


"A..ahh kau seharusnya istirahat nak" ucap Jonathan yang tahu Elena sedang berbohong.


"Sudahlah ayo kita makan" ucap Bram melerai suasana yang hampir saja membuat Elena berbicara sepanjang kreta api.


Selesai sarapan bersama mereka pun memutuskan untuk duduk bersama di sebuah ruangan khusus.


"Bagaimana jika kalian tinggal dengan mama saja nak" tawar Ani kepada putrinya.


"Tidak bisa ma, kasian papi tidak ada teman nya nanti"


"Ck suruh papi mu itu menikah lagi dengan wanita yang diinginkan nya"


"Papi ga confess sih" celetuk Elena yang berhasil mengundang tawa.


"Papi fikir kamu tidak bisa berjalan karena Aron sayang" ucap Jonathan yang sukses membuat kening Elena berkerut.


"Tidak bisa berjalan? Aron tidak segila itu mengajak ku berlari malam malam papi" jawab Elena dengan wajah polos.


Aron menahan tawanya karena raut wajah kesal papinya yang tidak berhasil menggoda Elena, tidak tahu saja istri CEO tampan ini lemot.


"Papi hanya berharap anak kalian nanti menurun kepintaran nya saja boy jangan lemot nya" bisik Jonathan.


"Permisi nona, ada paket kiriman yang ditujukan kepada Anda" ucap salah satu pengawal Aron yang membawa kotak berwarna biru tua.


"Dari siapa?"


"Tidak tahu nona, mungkin kartu pengirimannya ada didalam"


Elena langsung menerima kotak itu dan membukanya, terlihat sebuah gaun indah berwarna biru muda yang sangat cantik didalamnya.


"Wahh gaun yang sangat cantik" puji Elena mengeluarkan gaun itu.


Secarik kertas jatuh tepat dipangkuan Aron saat Elena mengeluarkan baju itu, Aron mengambil nya dan membaca apa isi di dalamnya.


Seketika raut wajah Aron berubah menjadi menggelap, Aron langsung mengambil gaun itu dan memasukkan nya kembali kedalam kotak.


"Buang ini kalau bisa bakar saja"


"Lohh sayang kok dibakar sih? itu cantik lo gaun nya"


"Akan ku belikan yang baru nanti dan jangan Terima pemberian apa pun dari wanita itu"


"Baiklah" jawab Elena menurut karena sudah tahu siapa yang dimaksud Aron.


Bram yang penasaran pun langsung menyambar kartu pengirim itu dan membacanya, seketika Bram menghembuskan nafas kasar.


"Bakar saja" ucap Bram


"Baik tuan, saya permisi" pamit bodyguard itu dan berlalu pergi.


"Maaf ya sayang aku akan memberikan gaun yang lebih indah dari itu tapi aku mohon jangan Terima barang barang darinya" ucap Aron yang merasa bersalah.


"Tidak apa aku mengerti perasaan mu, aku tidak butuh apa apa sayang cukup kau ada disampingku itu sudah lebih dari cukup"


"Terimakasih sudah mau menerima jalan fikir ku yang berbeda"


"Kita satu Aron dan akan selamanya seperti itu, tidak ada yang bisa memisahkan kita"


Elena bergelayut manja di lengan Aron, Aron pun merasa sangat bahagia dengan sikap Elena yang sangat menggemaskan dan cara berfikir wanita ini yang luas.


Tidak jauh dari tempat mereka mengobrol ada seseorang yang menyamar menjadi OB dengan memakai masker sedang mendengarkan pembicaraan mereka.


Pria itu adalah Lucas, hati Lucas begitu sakit mendengar kabar pernikahan Elena apa lagi foto pernikahan Elena terlihat disemua sosial media maupun TV.


"Seharusnya aku yang ada diposisi itu El, lihat saja nanti kau akan menjadi milikku" batin Lucas mengepalkan tangan nya.


.


.


.


Semangat readers 🤗