
Hari wekend pun tiba, elena memutuskan untuk pergi ke salon sendiri tanpa dita, dikarenakan dita yang sedang ada urusan kuliah nya.
"jangan coba coba potong rambut mu el" ucap dita yang dari tadi sudah berdebat dengan elena
elena memandang dita kesal "aku hanya memotong nya sampai pendek dita, bukan membuat kepala ku ini botak" ketus elena
"rambut mu sangat indah el, sayang kalau dipotong" ucap dita yang melarang keras keputusan sahabat nya.
"bodo amat ah, lagian aku lebih suka rambut pendek" ucap elena yang terus kekeh dengan keinginan nya
"kau akan disukai banyak orang dengan rambut panjang mu el" ucap dita yang juga tidak kalah keras
"aku hidup tidak untuk disukai banyak orang dita, karena orang menyukai rambut panjang ku maka aku akan memotong nya" ucap elena dengan nafas memburu
dita tertegun "mereka memuji kecantikan ku yang sekarang dita, tapi mengucilkan aku yang dulu. semuanya udah berubah dita aku bukan elena yang dulu"
"mereka mengejarku karena kecantikan ku, sedangkan aku yang dulu selalu dikucilkan. aku benci mereka yang hanya menerima kecantikan ku tanpa tahu perjuangan ku!"
"rambut ini juga yang menjadi bahan pujian mereka, aku benci ketika mereka memuji kecantikan ku tanpa memandang diri aku yang dulu!" ucap elena yang sudah tersulut emosi
dita langsung memeluk elena saat melihat wajah wanita itu memerah dan pelupuk mata nya mulai basah, dita tidak pernah suka melihat elena menangis.
"aku mengerti" ucap dita mengelus punggung elena berusaha menenangkan rasa emosi sahabat nya
elena memejamkan mata nya demi mengontrol emosi nya, dan memenangkan dirinya
dita melepas pelukan nya ketika merasa sahabat nya sudah mulai tenang "pergilah" ucap dita mengelus pipi elena.
elena mengangguk dan berlalu pergi karena taxi yang di pesan nya sudah menunggu di depan rumah.
dita menatap kepergian elena dengan tatapan sendu "semua nya terlalu sakit el, tetapi kau begitu kuat menopang nya sendiri" lirih dita menitikan air mata.
setelah menempuh perjalanan selama 40 menit, elena sampai di sebuah salon terkenal yang sudah menjadi langganannya dan sahabat nya.
seorang pria kemayu sudah menunggu kedatangan elena di depan salon itu, dia langsung tersenyum saat melihat kedatangan elena.
"selamat datang el, lama tidak berkunjung" ucap pria kemayu itu memeluk elena.
elena tersenyum hangat, baginya pria kemayu ini juga sebagai sahabat disaat dia sedang sendiri "aku sibuk bekerja merry" ucap elena membalas pelukan pria kemayu itu.
pria kemayu itu bernama merry, pemilik salon terkenal dan terbesar ini. dia sangat menyukai pribadi elena yang tidak selalu hangat kepada setiap orang, ntah mengapa merry menganggap elena seperti adiknya.
merry langsung menggiring elena masuk kedalam salon nya, disana banyak yang menyapa elena.
siapa yang tidak mengenal elena, wajah cantik nya cukup terkenal di sosial media. apa lagi wajahnya menjadi tampilan iklan butik laras.
elena hanya menanggapi dengan anggukan sekali "elena, boleh kita foto bareng?" tanya seorang wanita pelanggan salon itu.
elena hanya menatap merry "maaf ya, nanti saja foto nya dia sedang ingin merilekskan diri" ucap merry yang sudah paham dengan tatapan elena
"baiklah aku akan menunggu mu" ucap wanita itu kembali duduk di kursi nya.
sikap dingin dan cuek elena pun sudah banyak diketahui orang, hanya saja tidak membuat orang itu benci padanya, malahan ingin tahu kenapa sikap nya begitu dingin dan cuek.
merry mendudukkan elena di kursi salon yang di depan nya terdapat kaca besar "mau diapain nih el?" tanya merry memandang pantulan dirinya dan elena di depan cermin
elena menghela nafas "potong pendek merry" ucap elena
"apaa?" pekik merry membuat banyak orang terkejut, elena mengusap telinga nya yang terasa sakit karena teriakan merry
"ck, jangan berteriak" ketus elena membuat merry terkekeh
"yang benar saja? rambut mu begitu indah el, kenapa harus dipotong?" tanya merry dengan nada tidak setuju
elena menatap merry tajam "aku membayar mu untuk melayani ku, bukan untuk memprotes semua keputusan ku" ketus elena
merry bergidik takut melihat tatapan elena yang seperti belati itu "o..oke akan aku kerjakan" ucap merry yang tidak ingin membantah keputusan wanita yang bersama nya ini.
"selamat datang tuan roy" sapa salah satu staf disana dengan ramah.
staf itu Menggiring roy masuk, seketika roy berhenti saat mendengar suara yang begitu familiar di telinga nya.
roy berjalan kembali hingga mata nya tertuju pada seorang wanita cantik yang sedang duduk manis di kursi salon.
seketika wajah roy langsung sumringah, siapa lagi yang dilihatnya jika bukan el, wanita yang menjadi pujaan nya itu.
"kamu disini el?" sapa roy yang mendekati elena, elena melihat wajah roy dari pantulan cermin di depan nya.
"ayo tuan roy langsung duduk" ucap salah satu staf yang mendudukkan roy tepat di samping el.
el terus fokus pada buku di tangan nya, sedangkan roy memandang wajah elena dari cermin dan sesekali tersenyum.
el dan roy masih disana saat jam makan siang tiba, salah satu staf yang melayani roy membawakan makanan yang dipesan roy.
"ini buat mu el" ucap roy menyerahkan sekotak makanan kepada elena
"aku mohon jangan menolak" ucap roy dengan wajah memohon, elena menghela nafas dan langsung menerima nya.
roy tersenyum senang "el kamu mau makan apa?" tanya merry mendekati elena
"pesan lah untuk mu sendiri merry, aku sudah ada makanan, dan cepatlah kembali kita makan bersama" jawab elena dan merry mengangguk.
roy juga menikmati makanan nya dan sesekali mencuri pandangan ke arah elena yang terus fokus memakan.
"kau begitu cantik el, tidak heran jika pria dimasa lalu mu datang kembali" batin roy mengagumi ciptaan Tuhan yang satu ini.
roy selesai lebih dulu dari el "aku duluan el" ucap roy yang dijawab deheman oleh elena.
"seperti nya tuan roy menyukai mu el" ucap merry yang melihat tatapan roy berbeda pada elena
"hanya dia yang menyukai ku, sedangkan aku tidak" ucap elena datar saja, merry hanya menggelengkan kepala nya saja.
tidak lama elena pun selesai, elena tampil sangat fresh dengan rambut pendek walaupun sebenarnya lebih cantik dengan rambut panjang nya.
elena melakukan pembayaran yang cukup mahal hanya saja mendapatkan potongan dari merry.
merry mengantar elena sampai depan salon, mereka berdua terkejut saat melihat roy berdiri sembari bersandar pada body mobil nya
"kita pulang bersama el" tawar roy dengan senyum hangat nya, ntah mengapa walaupun berkali kali ditolak tidak membuat perjuangan roy pupus
"ahhh benar sekali, kamu sama tuan roy saja el" ucap merry yang melihat elena ingin menolak.
roy langsung sumringah karena mendapat dukungan dari merry sahabat elena sendiri.
elena menghela nafas "yaudah ayo" ucap elena dan langsung masuk kedalam mobil setelah roy membukakan pintu untuk nya
"hati hati tuan roy, titip adikku" ucap merry melambaikan tangan kearah roy.
sepanjang perjalanan tidak ada percakapan diantara kedua nya, roy terus menatap keluar jendela sedangkan roy sesekali melirik kearah elena.
tidak lama mereka sampai "terimakasih tumpangan nya pak" ucap elena singkat dan langsung keluar begitu saja.
setelah elena keluar roy bersorak bahagia didalam mobil, hampir seharian dia bersama elena dan itu sangat membuatnya bahagia. hati roy benar benar bahagia hari ini.
.
.
.
bener bener roy yah, orang kalau sudah jatuh cinta jangankan satu harian bersama, melihat ujung rambutnya saja pasti sudah bahagia hahaha.
staytune ya bestie, jangan lupa dukung author terus🥰