My Man Is The CEO Of Casanova

My Man Is The CEO Of Casanova
OTW PUBLISH



Zio yang baru sampai kekampus bersama Amey pun langsung menyuruh pengawal mereka membawa enam orang tersangka itu.


"Tidak jangan bawa kami, saya mohon tuan"


"Kau tahu kesalahan mu dimana? selama ini yang kau tindas bersama putrimu adalah nona muda kami"


Deghhhhh


Semua dosen dan mahasiswa langsung terbelalak mendengar ucapan Zio sembari mencengkeram dagu kepala dosen itu.


"Wa...wanita itu? E..Elena?"


"Iyap kau benar, nona Elena Gresya Smith adalah calon nyonya Smith" ucap Amey sembari menjentikkan jari nya.


"Apa hebatnya wanita murahan seperti dia"


Plakkkkkk


Helga datang dan langsung menampar pipi Riska yang dengan berani nya memandang rendah nona muda mereka.


"Kau harus mengembalikan putrimu ke taman kanak-kanak Nyonya Meddi, agar dia bisa berbicara dengan sopan"


"Apa yang salah? dia hanya wanita biasa yang menjual dirinya kepada tu..."


Plakkkkk


Plakkkk


Plakkkk


Helga memberikan tampan yang sangat keras secara berkali kali hingga Riska tersungkur di lantai.


"Jangan memandang nya rendah, harga dirimu jauh dibawah harga diri nonda muda kami, jadi jaga omongan mu"


"Riska, Riska" panggil Meddi memeluk putrinya.


"Bawa mereka, aku akan menyusul yang lain kerumah sakit" ucap Helga dan berlalu pergi.


"Ayo bawa"


"Tidak, jangan bawa kami!"


"Tolong kami, kenapa kalian hanya Diam!!"


Semua orang hanya menatap datar keenam orang yang memberontak saat dibawa pengawal Aron itu.


Mereka masih menyayangi nyawa, dan juga merasa senang karena orang orang tidak tahu diri seperti mereka sudah dibawa pergi dan berharap dihukum mati.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dirumah sakit Robby, Aron menunggu diruang UGD dengan sangat cemas dan pria itu tak hentinya berjalan kesana kemari seperti strikaan.


Disana sudah ada ketiga sahabat Elena dan juga Hugo yang datang setelah Elena dibawa ke rumah sakit.


Tidak lama Helga, Bik Minah dan juga Jonathan pun sampai, terlihat dari raut wajah mereka yang sangat cemas.


Tangan Elena terluka karena pisau buah milik Riska yang menggores tangan Elena saat kedua wanita itu berebut flashdisk tadi.


"Bagaimana keadaan El?" tanya Jonathan


"Masih didalam pih"


"Semoga nona muda baik baik saja, aku sangat khawatir bik" ucap Helga terduduk dibangku tunggu.


Ceklekkk


Pintu ruang UGD terbuka, Robby pun keluar menemui sepupunya yang sudah sangat mengkhawatirkan calon istrinya itu.


"Bagaimana keadaannya Rob?"


"Dia baik baik saja, hanya saja luka ditangannya sangat dalam dan hampir saja mengenai nadinya untung saja kau cepat membawanya"


"Apa dia masih pingsan?"


"Iya paman, dia masih belum siuman karena kami memberikan obat bius jika tidak dia akan merasakan sakit di pergelangan tangan nya"


"Berikan ruangan VVIP Robby"


"Baik paman, kami akan memindahkan nya lebih dulu baru kalian bisa menemuinya" ucap Robby dan kembali masuk ke ruang UGD untuk memindahkan Elena.


Kini Elena sudah berada di ruangan VVIP, gadis itu masih memejamkan matanya karena dosis obat bius yang masih ada dalam dirinya.


"Sayang bangun" lirih Aron yang selalu lemah disaat keadaan Elena seperti ini.


"Semuanya sudah selesai Aron, Elena harus siap mempublikasikan hubungan kalian"


"Iya pih, aku akan berbicara pada Elena setelah dia membaik"


"Kalian juga harus segera menikah"


"Dia pasti belum siap pih"


"Bertanya Jhon, kau tidak tahu jika tidak bertanya" ucap Jonathan penuh dengan penekanan.


"Lapor tuan, mereka sudah berada di markas dekat kedua" ucap Zio yang baru datang bersama Amey.


"Apakah nona baik baik saja?" tanya Amey kepada sahabat Elena


"Dia sudah membaik hanya saja masih belum sadar karena bius"


"Syukurlah kalau begitu" ucap Amey mengelus dadanya.


"Jhon, kamu jaga El biar papi saja yang membereskan nya"


"Jangan bunuh mereka papi, Elena akan bertanya dan biarkan dia saja yang membalas nya" ucap Aron.


"Lakukan Halid"


"Baik tuan"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di sebuah tempat terpencil yang tidak terlalu jauh dari kota, ada sebuah rumah kecil kumuh yang disekitarnya tidak ada pemukiman maupun orang orang lewat.


Didalam rumah itu terlihat sangat kotor dan kumuh, lantai yang lembab dan basah serta ruangan yang gelap membuat suasana mencekam.


"Lepaskan kami, kami mohon"


"Kami tidak tahu jika dia adalah nona muda kalian"


suara teriakan terus berganti, Riska bersama ketiga teman nya, Meddi dan juga dosen pria itu disekap disana.


Di hadapan mereka berdiri beberapa pria berbadan kekar yang tadi membawa mereka hanya memandang dengan dingin.


"Lepaskan aku"


"Kenapa begitu mudah?" ucap suara berat yang dibarengi dengan ketukan sepatu pentofel.


Suasana semakin mencekam saat tatapan tajam Jonathan mengarahkan keenam orang itu.


"Jika tidak memikirkan menantuku, mungkin aku sudah membunuh kalian sekarang ini"


"Maafkan saya tuan besar Smith, saya tidak tahu jika Elena adalah menantu anda"


"Jadi, jika wanita biasa pun kau akan tetap memperlakukan nya sama?"


"Bu..bukan begitu tuan, hanya saja"


"Kau memang angkuh dengan jabatan mu, putrimu juga tidak tahu sopan santun dan tata krama kepada teman sebaya, bahkan dia lebih tua dari pada El"


"Maafkan saya tuan besar Smith, saya tidak tahu"


"Laporan tentang Bully sudah sering sampai di telinga saya , saya hanya berfikir itu hanya pertengkaran antar muda mudi biasa tetapi ini ternyata"


"Tidak tuan besar, maafkan saya"


"Hanya menantuku yang pantas menerima maaf mu atau tidak" ucap Jonathan dan berlalu pergi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Elena sudah sadar dari tidurnya, gadis itu dikelilingi keempat sahabat nya yang ditambah Clara, bahkan Aron saja tersingkir.


Bukan hanya sahabat Elena, Laras juga ada disana yang tidak kalah khawatir saat mendapat kabar Elena dari Dita.


"Cukup masa kamu bermain main nak, mempublikasikan hubungan kamu dengan Aron akan merubah keadaan menjadi lebih baik"


"GO publish Go publish Go"


"Aishhh diam lah, aku memang berniat mempublikasikan semua nya"


"Nahh gadis pintar, kenapa tidak dari dulu sayang ku" ucap Aron mengacak rambut Elena.


"Ponsel ku mana?"


"Kau sedang sakit dan bertanya tentang ponsel?"


"Ck aku ingin mengunggah foto ku dengan Aron di instagram"


"Yessss otw publish, haha wajah mu terlihat tidak ikhlas" tawa Dita memandang wajah Elena.


"Bukan tidak ikhlas hanya sedikit kesal, kenapa tadi tidak ada sesi adu kekuatan dengan Riska"


"Tidak ada adu kekuatan, kalian ingin adu apa hah? adu kekuatan sampo dengan cara berjambak?"


"Aelahh seru tahu, ciu ciu a..awwwww" ringis Elena saat tangan nya terasa ngilu.


Robby dan Aron yang dari tadi melihat Elena pun hanya bisa geleng kepala, wanita ini sangatlah aktif.


"Dia ada dua Ron"


"Apa maksud mu?"


"Jika dia bertemu dengan orang asing maka sikap nya akan berubah menjadi dingin dan cuek"


"Kau benar juga, ternyata Elena ada dua" kekeh Aron.


"Woylah, langsung rame dong"


"Udah gila nih netizen"


"Fans Elena bergerak membuat JJ ditiktok"


Keempat sahabat Elena memantau instagram gadis itu yang baru saja memposting foto dirinya bersama Aron dan itu bukan hanya satu.


Instagram Elena seketika dibanjiri dengan berbagai coment dari netizen dunia maya yang mengenal Elena sebagai selebgram cantik.


Tidak sedikit yang membagikan foto Elena dengan Aron ayng terlihat merah di sebuah rumah mewah yang ternyata rumah mereka sendiri.


Keempat sahabat Elena pun membuat suasana semakin memanas dengan membagikan foto random Elena dan Aron yang tanpa sengaja mereka tangkap tanpa sepengetahuan sang empunya.


.


.


.


Udah ga usah disembunyiin lagi ya readers ya wkwk.