My Man Is The CEO Of Casanova

My Man Is The CEO Of Casanova
PENYELAMAT



Setelah lima hari berada di kota C, Arin puji memutuskan untuk kembali karena Liam tak juga menunjukkan batang hidung nya.


Pengawal bayangan milik Aron mengatakan bahwa Liam pergi keluar negeri menemui istrinya.


Liam memang pria beristri tetapi sering bermain dengan wanita lain, Liam datang ke kota C untuk mengusik wilayah Aron sebagai bentuk balas dendam.


Aron sudah berada di landasan pesawat pribadinya, sebelum berangkat Aron menghubungi Elena lebih dulu.


"Sedang apa sayang?" tanya Aron setelah panggilan terhubung


"Pagi sekali, kau mengganggu tidurku" gerutu Elena menjawab dengan suara serak khas bangun tidur


Aron terkekeh mendengarnya "Maafkan aku sayang, aku akan kembali hari ini tunggu aku ya" ucap Aron.


Seketika hening, tidak ada sahutan dari seberang sana membuat Aron bingung


"Sayang" panggil Aron saat tidak mendengar suara Elena


"Emm bisakah ditunda?" tanya Elena


"Ada apa sayang?" tanya Aron.


"Tidak tahu, aku hanya tidak ingin kau menaiki pesawat itu, tidak apa kau pulang hari ini hanya saja ganti pesawat nya" jawab Elena


"Jadi pesawat itu tidak boleh lepas landas?" tanya Aron memastikan


"Boleh, hanya saja jangan diisi oleh siapa pun dan apa pun, bahaya" ucap Elena


Aron seperti mengerti sesuatu, Ketiga pria kepercayaan Aron juga mendengar apa perkataan Elena tadi karena Aron yang memberi izin.


Mereka langsung saling pandang setelah mendengar ucapan Elena, Hugo langsung berlari agar menahan pengawalnya untuk menaikkan semua pasokan senjata mereka.


"Oke baik akan aku turuti, ada yang lain?" tanya Aron


"Tidak ada, aku akan lanjut tidur by" ucap Elena dan langsung menutup panggilan itu.


"Kerjakan" titah Aron, Halid dan Zio pun langsung bergerak pergi untuk mencari pesawat lain yang akan disiapkan.


"Ada apa lagi ini El, aku tidak mengerti kenapa kau jadi peka seperti ini saat jauh dariku" batin Aron mengusap wajahnya.


Setelah semua selesai dan pasokan senjata mereka pun berpindah ke pesawat yang satu, ketiga pria kepercayaan Aron pun kembali.


"Semua sudah selesai tuan, pesawat itu akan diterbangkan sekarang" lapor Halid mewakili kedua sahabat nya.


Aron memandang pesawat miliknya yang akan lepas landas dari ruangan kaca yang ada di airport itu.


"Ada apa lagi ini? kenapa nona tiba tiba menyuruh kit....."


Duarrrrrrrrrr


Pesawat yang baru saja lepas landas bahkan belum terbang jauh pun meledak menjadi puing puing kecil.


"Tu..tuan" gumam Zio tidak percaya apa yang dilihatnya.


"Pesawatnya meledak" ucap Hugo menatap puing puing pesawat yang berterbangan itu


"Nona menyelamatkan kita lagi" gumam Halid menggelengkan kepala nya.


"Cek disemua wilayah, bedebah Liam itu pasti menebar bom sebelumnya, kita berangkat pulang" titah Aron dan berlalu pergi.


Dirumah mewah Aron.


Pagi ini Laras datang berkunjung bersama Dita, wanita paruh baya itu merindukan putri angkat nya.


"El rindu bunda" ucap Elena memeluk Laras


Laras tersenyum tipis, perkataan Dita memang benar Elena sudah tidak sedingin dulu.


"Bunda juga sangat merindukan mu nak" ucap Laras mengecup kening Elena.


"Dimana tuan Aron?" tanya Dita yang kini sudah duduk disofa


"Dia keluar kota dari lima hari lalu, hari ini akan kembali mungkin siang" jawab Elena yang duduk berdampingan dengan Laras.


"Silahkan dinikmati nyonya Laras, non Dita" ucap bik Minah menyuguhkan tiga gelas jus dan juga cemilan.


"Terimakasih bik" ucap Laras dan Dita bersamaan.


"Sama sama, saya permisi kedalam" ucap bik Minah dan berlalu kembali kebelakang.


"Bunda ga buru buru kan? El bosan jika Helga dan Amey tidak ada" ucap Elena memegang tangan Laras


"Memangnya kemana Helga dan Amey?" tanya Dita


"Tidak tahu, mungkin sebentar lagi kembali, aku juga titip gula kapas sama mereka hihi" kekeh Elena menunjukkan gigi putihnya.


"Kamu lebih terlihat manis jika seperti ini sayang, jika memang Aron jodohmu bunda tidak akan menghalangi" batin Laras mengusap lembut kepala Elena.


Hari pun semakin siang jam makan siang akan segera tiba, Elena masih seru bercengkrama dengan Laras dan Dita.


"Assalamu'alaikum sayang" ucap Aron masuk kedalam rumah dan melihat Elena sedang berada disofa ruang tamu.


"Aron" pekik Elena langsung berlari kecil kearah Aron.


Aron membentangkan kedua tangan nya berharap Elena memeluknya, tetapi Elena malah menuju kesebuah gula kapas yang ada di tangan Aron.


"Awww indah sekali" ucap Elena mengambil gula kapas yang berbentuk bebek itu dari tangan Aron.


Seketika wajah Aron berubah masam karena Elena fokus pada gula kapas nya bukan dirinya


"Sayang aku baru pulang" ucap Aron yang merasa gemas dengan Elena.


"Hehe" kekeh Elena dan langsung memeluk Aron, Aron dengan antusias membalas pelukan itu.


Laras dan Dita pun tersenyum hangat melihatnya, tidak pernah mereka lihat Elena semanja ini dengan seorang pria.


"Apa kau suka?" tanya Aron menatap wajah cantik Elena lalu mengecup kening Elena.


"Tentu suka, bebek yang cerewet seperti mu" celetuk Elena mengundang tawa Laras


Aron tersenyum tipis "Aku yang cerewet atau kau heh?" ucap Aron mencubit hidung Elena.


"Awww sakit" ucap Elena mengelus hidung nya


"Kau menggemaskan sekali" ucap Aron mengecup pipi Elena


"Aku kebelakang sebentar ingin mengambil coklat" ucap Elena dari berlari kecil menuju dapur.


Laras dan Dita hanya bisa terkekeh melihatnya, sedangkan Aron hanya bisa tersenyum tipis melihatnya


"Jagalah putriku Aron, dia sudah masuk kedalam kehidupan mu" ucap Laras menatap Aron sendu


"Aku akan selalu menjaga nya untukmu dan untuk kita semua" ucap Aron


"Permisi tuan, makan siang sudah selesai dan nona sudah menunggu disana" ucap bik Minah


Laras dan Dita saling pandang lalu tertawa terpingkal pingkal, gadis itu tadi mengatakan akan mengambil coklat tetapi malah sudah menunggui makanan disana.


Aron, Laras dan Dita pun datang menghampiri Elena dimeja makan yang sedang asyik memakan permen kapas nya.


Tidak lama disusul lima orang kepercayaan Aron yang terbiasa makan bersama karena memang dianggap seperti keluarga.


"Sayang, makan dulu setelah itu gula kapas nya" ucap Aron mengambilkan makanan untuk Elena.


Elena pun meletakkan gula kapas itu disamping piring nya dan langsung memakan makanan yang sudah diambilkan Aron.


Laras tersenyum tipis melihat sikap hangat Aron terhadap putri angkat nya, awalnya Laras begitu takut jika Elena bersama Aron.


Setelah melihat kehangatan Aron kepada putri angkat nya membuat rasa takut itu hilang terhempas angin.


"Sepertinya memang sudah jatuh diorang yang tepat sayang, Aron memang sangat mencintaimu nak bunda tidak bisa melarang nya lagi"


"Tapi jika suatu hari nanti bunda mendengar kalau Aron menyakiti mu maka bunda sendiri yang akan mengambil mu kembali El"


"Seperti apa pun keadaan nya El tetap putri bunda, bahagia lah selalu nak kebahagiaan El kebahagiaan bunda juga"


Laras tersenyum hangat melihat Elena yang tumbuh semakin cantik dan juga semakin hangat setelah bersama Aron.


Kegigihan Laras untuk memisahkan Aron dan Elena pun melebur setelah melihat bagaimana perubahan putri angkat nya bersama Aron.


.


.


.


Ciee yang mulai lengket hihi.


Sehat selalu buat readers dan jangan cape cape buat dukung author yaww.