
Pagi yang sangat cerah, Elena sedang membereskan semua barang nya yang dibantu oleh Jessica.
mereka sempat berdebat tadi malam karena Elena menolak keras dan ingin mencari tempat tinggal sendiri saja, hanya saja dia kalah dengan kegigihan ketiga sahabatnya.
"apa kalian sudah selesai?" tanya Dita yang berdiri diambang pintu melihat kedua sahabat nya.
"hampir selesai" jawab Elena dan Dita mengangguk
"cepatlah turun, aku dan Rasya sudah selesai memasak" ucap Dita dan berlalu pergi meninggalkan kamar Elena.
setelah semua selesai dan mereka pun sudah sarapan, kini mereka memasukkan barang Elena kedalam bagasi mobil Jessica.
"sudah?" tanya Jessica dan mereka pun mengangguk.
"kamu mau kemana dek?" tanya Teddy yang baru datang menyambangi Elena.
Rasya memutar bola mata malas "berhentilah mengganggu El, apa kalian tidak mengerti jika Elena butuh ketenangan?" ucap Rasya dengan nada ketus.
Elena hendak masuk kedalam mobil saja tetapi lengannya digenggam oleh Teddy, cepat cepat Elena menepis tangan pria itu.
"jangan pergi dek, bilang dulu sama mas adek mau kemana?" tanya Teddy menatap Elena dengan sendu
"jangan campuri aku lagi brengsek, jangan temui aku lagi, aku sudah muak dengan mu. jangan cari aku kemana pun aku pergi" Elena langsung masuk kedalam mobil dan menutup pintu nya.
Jessica memberi isyarat pada Dita dan Rasya agar masuk mobil juga, agar mereka cepat pergi meninggalkan Teddy.
Jessica langsung melesatkan mobilnya meninggalkan Teddy yang teris berteriak memanggil nama Elena.
"gila" gerutu Dita yang sangat geram melihat Teddy maupun Wahyu.
Setelah menempuh perjalanan selama 10menit, kini mobil Jessica sudah berhenti di depan gedung apartemen yang besar.
Mereka semua turun, terlihat pria paruh baya yang memakai pakaian satpam berdiri menyambut mereka.
"selamat datang nak El, nak Jessica sudah konfirmasi ke bapak tadi pagi" ucap pria paruh baya itu menatap Elena karena memang sudah mengetahui Elena, Elena sudah beberapa kali datang kemari.
Elena mencium punggung tangan pria itu dengan sopan "terimakasih atas sambutan nya pak" ucap Elena tersenyum hangat.
"sudah datang?" ucap pria paruh baya yang lain muncul dari dalam gedung apartemen.
Elena hanya mengangguk dengan seulas senyum tipis "perkenalkan nama bapak Irman, bapak sip malam" ucap pria itu yang bernama Irman
"nama bapak Mardi, nak El" ucap pak Mardi yang menyambut mereka diawal tadi.
Elena mencium punggung tangan pak Irman dengan sopan. orang yang hanya melihat sikap dingin dan angkuh Elena akan melongo melihat sikap sopan nya kepada orang tua, ya seperti saat ini.
"yaudah biar bapak bantu bawa keatas" ucap pak Mardi, lalu mereka mengangkat barang barang Elena yang tidak terlalu banyak dibantu pak Irman.
setelah sampai di lantai 7 tepatnya di depan pintu apartemen Elena, Elena langsung membuka pintu apartemen nya karena sudah memiliki kunci dan kartu akses untuk masuk.
Elena juga langsung mengatur sandi untuk pintu apartemen nya, dan yang mengetahui nya hanya dirinya dan ketiga sahabat nya.
"pak, saya mau menutup akses apartemen ini untuk dua orang" ucap Elena saat pak Irman dan pak Mardi ingin pergi.
"boleh nak, keamanan dan kenyamanan nak El nomor satu" ucap pak Mardi dengan senyum hangat.
Elena mengangguk dan langsung memandang Dita, Dita paham dan langsung memberikan dua lembar poto kepada pak Mardi, poto itu adalah poto Wahyu dan juga Teddy.
"baik nak, bapak akan konfirmasikan kepada penjaga lainnya" ucap pak Mardi setelah menerima dua lembar poto itu, setelah nya mereka pergi.
Elena melihat sekeliling apartemen yang cukup besar dengan 3 ruang kamar, dapur nya juga bersih yang didekat dapur itu mempunyai toilet yang tidak terlalu besar.
di apartemen itu juga ada sofa berwarna navi yang di depan nya terdapat TV, balkon nya juga mengarah langsung ke jalan raya kota.
dua kamar memiliki fasilitas tidur pada umumnya seperti ranjang dan juga lemari serta kamar mandi didalam, sedangkan satu ruangan lagi hanyalah sebuah ruangan kosong tanpa apapun dan hanya memiliki satu jendela seperti gudang.
"bagaimana?" tanya Jessica yang menemani Elena berkeliling apartemen baru nya
Elena mengangguk lalu memeluk Jessica "terimakasih Jess" ucap Elena terbaru
"biar aku sama Jessi yang belanja bahan dapur dan beberapa peralatan masak yang tidak ada, kalian berdua disini ya" ucap Rasya pergi bersamaku Jessica.
kini hanya tinggal Elena dan Dita, sebenarnya Elena sangat enggan meninggalkan Dita sendiri di rumah hanya saja wanita itu hanya mengatakan "aku baik baik saja"
"apa mereka sudah memperbaiki kunci rumah Dita?" tanya Elena yang sedang menyusun pakaiannya kedalam lemari.
"sudah El, saat kau dengan Jessica packing barang tadi. mereka bekerja cepat dan juga semua nya dijamin aman" ucap Dita yang sedang menyusun buku Elena kedalam rak kecil.
Diperusahaan Smith Groupe, Aron sedang duduk di kursi kebesaran nya sembari mengerjakan pekerjaan nya.
tok tok tok
"masuk"
"lapor tuan, nona El pindah tempat tinggal" ucap Hugo yang mendapatkan kabar dari pengawal bayangan yang diutusnya.
Aron langsung mendongak memandang Hugo "kenapa pindah? apa dia bermasalah dengan Dita?" tanya Aron penasaran.
"tidak tuan, tadi malam saat nona El pulang dari bar ada orang yang menyusup masuk rumah nya" jawab Hugo
Brakkkkkk
Aron menggebrak merja mendengar jawaban dari Hugo, sedangkan Hugo terjingkat dan hampir saja terjatuh
"siapa?" tanya Aron dengan rahang mengeras
"ini tuan, dia mantan kekasih nona" ucap Hugo menyodorkan ponselnya, yang menunjukkan rekaman saat Elena berdebat dengan Wahyu.
gigi Aron bergemeletuk saat melihat tubuh Elena yang bergetar antara takut dan juga emosi.
"tuan jangan gegabah, orang tua pria ini mengenal nona jika tuan menghabisinya bukan tidak mungkin orang tua pria ini menyalahkan nona"
"lagian nona sekarang tinggal di apartemen milik anda tuan" ucap Hugo mencoba meredam emosi bos nya.
seketika wajah Aron berubah sumringah "sambungkan semua CCTV apartemen Elena keponsel ku" ucap Aron dan Hugo langsung menyetujui ny.
Aron tersenyum senang karena lebih mudah menjaga gadis kecil kesayangan nya.
saat dirumah Dita bukan Aron tidak bisa meretas CCTV rumah itu, hanya saja disana Elena tidak tinggal sendiri jadi Aron enggan menatap wanita lain selain Elena.
Malam hari pun tiba, kini ke empat wanita itu sedang bersantai bersama di apartemen Elena, ralat ada clara disana yang datang tadi sore.
mereka memutuskan untuk menginap satu malam di sini karena Elena yang meminta, beralasan agar mudah beradaptasi.
"el" panggil Clara menyodorkan ponsel nya kepada Elena.
Elena menerima nya, terlihat disana potret bocah tampan yang sedang memakan ice cream ditangan nya, terlihat wajah bahagia dan senyum cerianya.
mata Elena langsung berkaca kaca, selalu saja wajah tampan ini yang membuat dada nya sesak, kerinduan nya kian menggebu tapi enggan menjumpai.
"bagaimana kabar nya Clar?" tanya Elena memandang Clara yang duduk di hadapan nya.
Clara tersenyum "dia selalu baik karena kau juga baik El" jawab Clara dengan senyum hangat.
mereka semua tau siapa bocah tampan itu dan juga mengerti bagaimana perasaan rindu yang Elena pendam selama ini, tidak ada yang tahu kapan Elena akan menjumpai bocah tampan yang selalu dirindukan nya itu, yang bisa menjawab hanya waktu kerinduan itu akan terobati seiring berjalannya waktu.
.
.
.
El udah aman nih bestie, gimana ya cara para pria itu Elena lagi. yuk ikutin terus perjalanan hidup Elena, apakah berakhir dengan happy ending atau sad ending.
jangan lupa dukung author ya bestieš„°