My Man Is The CEO Of Casanova

My Man Is The CEO Of Casanova
TERKAGUM



Pagi hari yang cerah, elena menggeliat dibawah selimut nya karena kebisingan kendaraan yang lalu lalang didepan rumah nya.


"ah.. ya ampun pagi ku diawali dengan kebisingan" gerutu elena mengusap wajah nya kasar.


elena terduduk dan langsung menyambar botol minum yang ada diatas nakas, disamping tempat tidur nya


"aishhh habis" gerutu elena.


elena bangkit dari duduk nya dan langsung keluar kamar, elena melihat hari memang masih terlalu pagi.


tok tok tok tok


"ta bangun ta" panggil elena membangunkan dita sembari mengetuk pintu kamar dita yang masih tertutup rapat


"woyyyy" teriak rasya dari balik punggung elena


"ehh monyet" elena terkejut bukan main, bahkan rasa kantuk nya seketika hilang


"kau ya sya, aishhh sial" gerutu elena memukul lengan rasya


rasya tertawa terbahak bahak dengan wajah memerah elena, sedangkan dita mengumpat habis habisan didalam kamar karena kebisingan yang dibuat dua orang itu


"ahhh kalian setiap pagi mengganggu ku" bentak dita membuka pintu secara kasar.


elena dan rasya saling pandang, setelah itu mereka tertawa sangat keras melihat rambut dita yang seperti singa.


"ahhh brengsek, enyahlah kalian" gerutu dita membanting pintu nya dan berlalu untuk mandi.


setelah semua selesai, elena dan dita pun sudah dimeja makan berdua, sedangkan rasya sudah pergi pagi pagi sekali.


"makan lah yang sehat adik kecil" goda dita mengacak rambut elena


"ck, diamlah kau mengganggu saja" elena berdecak kesal menepia tangan dita.


setelah selesai makan, elena langsung bersiap untuk pergi karena jessica juga sudah menunggu di depan rumah.


"aku pergi dulu byy" elena melambaikan tangan kearah dita dan langsung berangkat bersama jessica.


elena berjalan menyusuri lorong sekolah, elena melihat kerumunan orang di depan toilet.


"ada apa itu" batin elena melangkahkan kaki nya kearah kerumunan para siswa dan guru itu.


elena menerobos masuk melewati para siswa lain, mata elena terbelalak saat melihat tubuh yang sudah kaku didalam bilik toilet.


elena langsung membalikkan badan nya karena merasa ngerih melihat tubuh seorang wanita yang sudah dingin dan bersimbah darah.


elena langsung keluar karena mencium aroma anyir yang begitu kuat dari tubuh mayat itu.


semua orang bertanya tanya siapa yang melakukan hal keji itu, atau mungkin wanita itu bunuh diri? tidak ada yang tahu jawaban nya.


bahkan ketika kelas dimulai pun mereka masih membincangkan hal yang sama membuat elena jengah mendengar nya.


waktu istirahat pun tiba, elena berjalan menuju kantin seorang diri dan langsung duduk di sudut ruangan seperti biasa.


fitri datang dan duduk dihadapan elena "el, kamu penasaran ga sih? tu cewek dikenal paling cerewet lo disekolah ini" oceh fitri yang tidak ditanggapi oleh elena


"aku heran, tidak ada bukti apa apa yang menunjukkan kejadian bunuh diri ataupun pembunuhan cewek itu, bahkan pemilik sekolah ini sudah membawa IT terbaik tetapi tidak bisa memulihkan rekaman CCTV itu"


elena memandang fitri dengan raut yang tidak bisa diartikan "kamu bilang CCTV tidak bisa dipulihkan? berarti ada orang yang menghapus nya?" tanya elena.


fitri mengangguk "dari yang aku dengar seperti itu, kami tahukan keamanan Sekolah ini begitu ketat, bahkan IT terbaik tidak bisa membobol data sekolah ini" jawab fitri.


elena langsung bangkit dan berlari keluar kantin "el kamu mau kemana elena" teriak fitri lalu mengejar elena.


"semoga aja kecurigaan ku ga salah" batin elena berlari menuju ruang keamanan Sekolah, dimana semua rekaman CCTV juga terdapat disana.


Brakkk


elena membuka paksa ruangan itu, disana sudah ada para guru, kepala yayasan, dan pemilik sekolah ini yaitu aron, tidak lupa asisten nya halid.


"kamu ngapain sayang?" tanya wardah mendekati elena yang masih berdiri diambang pintu.


elena mengabaikan pertanyaan wardah, elena berjalan mendekati tina, kepala yayasan.


"permisi bu, bisa el melihat rekaman CCTV nya?" izin elena dengan sopan tetapi raut nya datar


tina mengerutkan kening nya "untuk apa nak?" tanya tina bingung.


elena berdecak kesal "ck, kenapa banyak bertanya" gerutu elena langsung menggeser pria yang duduk didepan komputer itu dan dia duduk disana menggantikan pria tadi.


jari jari elena menari diatas papan keyboard komputer itu, hingga memperlihatkan banyak kode yang tidak diketahui oleh orang orang.


halid dan aron saling pandang "bagaimana dia bisa" batin aron melihat wajah elena.


hingga 7 menit kemudian elena mengangkat jari nya dan menghembuskan nafas lega.


"apa yang kamu lakukan el?" tanya wardah dengan lembut, elena tidak memandang wardah tetapi memandang seorang guru pria dibelakang tina.


elena bangkit dari duduknya dan berjalan menuju arah tina, ya semua orang mengira elena berjalan menuju arah tina padahal sebenarnya elena berjalan menuju kearah seorang guru pria yang ada dibelakang tina.


"bisakah anda berdiri di samping bu tina saja pak?" ucap elena memandang tajam pria itu.


semua orang langsung menatap guru pria itu yang berusaha bersikap biasa saja.


guru pria itu menggeser tubuhnya dan berpindah ke samping tina "ada apa?" tanya guru pria itu dingin


elena menyeringai "boleh aku bertanya pak guru?" ucap elena melipat tangan nya didepan dada.


guru pria itu menelan saliva nya dengan kasar dan mengangguk "hem.. kita mulai dari mana ya" elena mengetuk ngetuk dagu nya pertanda sedang berfikir


"bapak semalam kenapa pulang terlambat?" tanya elena duduk diatas meja yang ada di samping guru pria itu


"hah? saya se..semalam ada pekerjaan lebih yang belum selesai" jawab guru itu mencoba untuk tidak gugup.


elena memicingkan mata nya "benarkah?" tanya elena turun dari atas meja


guru pria itu menganggukkan kepala nya "bagaimana jika aku tidak percaya?" tanya elena mendekati lagi guru itu.


"kau.. kau tidak berhak bertanya tanya tentang dirimu!" bentak guru itu dengan suara yang lantang


plakkkkk


elena menampar wajah guru pria itu "turunkan nada bicara mu" ucap elena dengan suara yang amat dingin.


guru pria itu terbelalak "kau.."


Brakkkk


elena menendang tubuh guru itu hingga menabrak meja yang ada dibelakang nya lalu tersungkur.


"sudah aku bilang jangan tinggikan suara mu kepadaku, tetapi kau malah ingin menampar ku" ucap elena membalikkan tubuh nya


"dan kau, apa pekerjaan mu disini?" tanya elena menatap seorang pria yang bekerja menjadi penjaga ruangan keamanan


"saya menjaga keamanan" jawab pria itu dengan dahi yang sudah dipenuhi dengan peluh.


elena berjalan maju beberapa langkah sedangkan pria itu terus mundur "dia seperti iblis" batin halid yang melihat semua kejadian ini.


semua orang tidak berani membuka suara nya bahkan aron sekalipun "dan kau akan diam hanya karena disogok dengan uang?" tanya elena


"tid.."


Brukkk


belum sempat pria itu menjawab elena langsung menendang pria itu dengan sekuat tenaga nya hingga membuat pria itu tersungkur dilantai.


"cih menjijikan" gerutu elena duduk kembali didepan komputer itu dan mengutak atik komputer didepan nya.


beberapa saat kemudian elena mencabut sebuah flashdisk yang terhubung ke komputer itu.


"semua bukti ada disini, polisi akan paham tanpa kalian menjelaskan nya, jangan menambahi bumbu diinformasi ini atau sekolah ini akan mendapat tuduhan"


elena berlalu pergi begitu saja meninggalkan guru guru yang masih tercengang melihat nya.


para murid yang dari tadi memperhatikan aksi elena dari jendela berdecak kagum melihat keberanian dan kehebatan wanita muda itu.


elena adalah murid termuda yang ada di sekolah ini dalam tingkat paling tinggi jadi tidak heran mereka semua terkagum kagum dengan aksi elena, apa lagi guru yang dihajar elena tadi adalah guru killer.


.


.


.


guru nya jahat ya bestie pengen ikut mukul juga wkwk


jangan lupa dukung author terus ya bestie next time😉