
Mobil yang ditumpangi Elena dan Aron pun sudah berhenti didepan rumah mewah milik mereka berdua.
Terlihat Jonathan dan bik Minah yang sudah menunggu mereka, Mereka mendapat kabar yang tidak baik tentang Elena.
Perdebatan di rumah Laras pun sampai di telinga Jonathan yang membuat pria paruh baya itu khawatir.
Elena turun dari mobil bersama Aron masih dalam keadaan menangis, tidak selamanya orang harus terlihat kuat kan?
"Sayang" panggil Jonathan dan langsung memeluk Elena
Melihat Elena yang sudah dianggap putri kandung oleh Jonathan menangis, membuat dada pria itu sesak.
"Aku membenci mereka papi, tapi aku merindukan nya" adu Elena menangis dalam pelukan Jonathan
"Kita masuk dulu sayang" ucap Aron dan berjalan masuk bersama Jonathan yang masih memeluk Elena.
"Tenang lah nak, tenangkan diri dan hatimu, berdamailah dengan masa lalu" ucap Jonathan mengelus rambut Elena.
Cukup lama Elena menangis dalam pelukan Jonathan hingga kini gadis cantik itu tertidur dan sesekali sesenggukan.
"Kita bawa ke kamar Aron" ucap Jonathan
Aron langsung menggendong Elena ala bridal style dan diikuti oleh Jonathan yang jalan lebih dulu.
Sesampainya dikamar mereka, Aron merebahkan perlahan tubuh Elena agar gadis itu tidak terusik.
"Kau tidak mengeceknya lebih dulu?" tanya Jonathan duduk si sofa kamar Aron
"Aku tidak berfikir akan terjadi seperti ini pih, aku fikir keluarga El tidak akan mencarinya lagi setelah tahu Elena bersama Fras" jawab Aron
Jonathan hanya bisa menghela nafas, Jonathan menatap wajah cantik Elena dari tempat nya duduk.
"Kalian harus menikah nak" ucap Jonathan
"Umur dia belum genap 20 tahun papi" jawab Aron
"Kau menolak untuk menikahinya?" ketus Jonathan
"Tentu saja tidak aku menyayangi nya papi, tapi apa dia mau?" ragu Aron.
Aron tahu bahwa Elena sangat tidak mau jika harus menikah muda, terlebih umur Elena yang baru menginjak 19 tahun 3 bulan lalu.
"Coba bicara kepadanya" titah Jonathan dan Aron pun hanya mengangguk setuju.
^π^π^π^π^π^π^π^π^π^π^π^π^
Hari minggu yang cerah, Elena baru saja selesai membaca buku di taman bersama Helga dan Amey.
"Dimana Aron mbak?" tanya Elena sopan kepada salah satu pelayan
"Tuan muda sedang berenang di kolam samping nona" jawab pelayan itu tersenyum
Para pelayan dan pengawal dirumah Aron begitu menyukai Elena karena gadis itu sangat menggemaskan dan juga sopan.
Perlu kalian tahu bahwa Elena adalah orang termuda yang tinggal dirumah Aron, dia bocil disini.
"Terimakasih mbak" ucap Elena dan berlalu pergi.
Elena menuju kekolam renang samping rumah mewah itu, Elena melihat sekeliling dan tidak menemukan siapa pun hanya Aron yang sedang berenang.
Elena duduk di tepi kolam dengan menjulurkan kakinya kedalam air karena gadis itu sedang menggunakan celana hotpants.
Aron tersenyum melihat Elena dari sudut kolam yang berbeda, Aron mendekati Elena dan berhenti tepat didepan gadis itu.
"Wekend" satu kata seribu makna, itulah wanita.
"Ada yang ingin didatangi?" tanya Aron yang sudah tahu alur pembicaraan Elena
"Ke apartemen aku yuk" ajak Elena
"Tumben" ucap Aron
"Ingin mengambil barang yang disana, mana tahu orang tua Jessi ingin menempatinya lagi" jawab Elena
"Baju kamu? kalau memang iya kan bisa beli baru" cowok anti ribet
"Bukan hanya baju sayang, tapi barang yang lain juga, mau ya" mohon Elena menunjukkan wajah menggemaskan nya
"Jika sudah seperti ini mana bisa menolak" jawab Aron
"PAPI IKUTT!" teriak Jonathan yang tidak sengaja mendengar percakapan keduanya
"Kita seperti punya anak" kekeh Elena
"Tua bangka itu tidak akan berhenti mengganggu ku" geram Aron.
"Yaudah yuk siap siap" ajak Elena berdiri lebih dulu dan disusul Aron.
Aron dan Elena pun keluar dari lift, Elena memakai gaun diatas lutut berwarna baby blue yang dipadu dengan flatshoes putih.
Sedangkan Aron memakai Tuternilc berwarna hitam dengan celana bahan berwarna coklat tua.
Aron memandang jengah Jonathan yang menyengir kuda menatap mereka berdua dengan pakaian yang sudah rapi juga.
"Ck papi kenapa harus ikut sih?" ketus Aron yang sudah jengah karena belakangan ini Jonathan tidak memberi waktu berdua bagi mereka
"Elena tidak melarang, iya kan sayang?" tanya Jonathan menatap Elena
"Ayo berangkat sekarang" ajak Elena berlalu lebih dulu.
Setelah menempuh perjalanan beberapa saat, mobil yang ditumpangi Aron dengan beberapa iringannya pun sampai didepan gedung apartemen.
Mereka langsung masuk dan menuju lantai tujuh dimana apartemen yang Elena tinggali berada.
Setelah masuk kedalam apartemen, Elena melihat sekeliling dan semuanya masih berada di tempatnya.
"Mari aku bantu berkemas" ucap Aron dan melangkah bersama Elena kekamar Elena.
Beberapa pengawal yang dibawa Aron akan mengemas barang Elena yang lain seperti buku dan sebagainya.
Elena akan mengemas pakaian nya sendiri dan dibantu oleh Aron.
Plukkkkkk
Saat Elena mengambil pakaian nya ada sebuah album foto yang terjatuh dari dalam lemari Elena.
Elena mengambil foto itu dan memandangi potret seorang pria bertubuh tegap yang sedang mencium pipi seorang gadis kecil yang berwajah bulat.
Jonathan mendekati Elena yang berdiri terdiam di depan lemari sembari memandangi sesuatu.
Deghhhhh
Jonathan seketika mematung setelah melihat foto siapa yang Elena pandangi.
"Bram, tidak perlu ku selidiki lagi Elena memang putrimu Bram" batin Jonathan.
Jonathan mengusap lembut pundak Elena membuat wanita itu sedikit terjingkat, Elena langsung memasukkan foto itu kedalam lipatan bajunya.
"Siapa nak?" tanya Jonathan
"Almarhum papa El pih" jawab Elena tersenyum kecut
"Dia pasti pria yang baik" ucap Jonathan tersenyum lembut
Elena menggeleng "Dia pria yang gagal dalam segala hal pih, gagal menjadi cinta pertama untuk anak nya dan gagal menjaga cinta sejatinya"
Jonathan tersenyum getir mendengar jawaban Elena, Jonathan sedikit tidak percaya jika sahabatnya menghianati wanita yang paling dicintai nya.
"El" panggil Jessica yang baru kembali dari rumah orang tuanya.
Elena mengerutkan keningnya saat melihat Jessica datang dengan tergesa-gesa.
"Kau kenapa?" tanya Elena
"Dibawah, Ada pak Roy yang ingin menemuimu" ucap Jessica
"Ngapain?" tanya Elena bingung
Elena memang sudah lama tidak bertemu dengan pria pria yang sering mengejarnya dulu, terlebih memang keposesifan dari Aron yang melarangnya
"Jangan temui dia" ucap Aron yang keluar dari kamar Elena.
"Dia mengatakan apa padamu Jessi?" tanya Jonathan
"Dia hanya ingin bertemu El, jika tidak dia akan mendatangi El kerumah tuan Aron" jawab Jessica
"Dia memang gila, aku tidak mau menemuinya" tolak Elena.
"Aku disini El" ucap Roy yang tiba tiba masuk kedalam apartemen Elena begitu saja
Aron langsung merangkul pinggang Elena posesif, Aron tidak merasa Roy ancaman baginya hanya saja dia harus tetap waspada.
"Anda tidak boleh sembarangan masuk tuan Roy" ucap Aron dingin
"Ini apartemen El, apa urusan dengan mu?" ketus Roy
"Dia calon istriku aku berhak mengatur siapa saja yang bisa menemuinya" jawab Aron
"Pergilah Roy, kau lihat aku sudah menemukan cintaku" ucap Elena
"Tidak, aku ingin berbicara berdua dengan mu sekarang" ucap Roy
"Kau tidak bisa memaksanya" ketus Jonathan
"Maaf tuan besar Smith, tetapi putra Anda telah merebut apa yang seharusnya milik saya" ucap Roy tanpa tahu malu
"Apa maksud mu? aku sudah menolak mu tetapi kau seperti tuli!" bentak Elena
"Kau tetap mil....."
Dorrrrr
Pyarrrrr
"AKHHHHHH"
.
.
.
Cie digantung wkwk, sabar yak hihi.