
Siang hari yang terik, cahaya mentari begitu menyengat menyinari jalanan kota dan setiap sudutnya.
Aron baru saja kembali setelah melakukan rapat bersama klien penting perusahaan nya.
tok tok tok
"masuk"
"lapor tuan, Martin akan melakukan sesuatu terhadap nona muda" lapor Hugo yang baru masuk kedalam ruangan kerja Aron.
Aron langsung menegakkan tubuhnya, Aron memang terlampau sibuk beberapa hari ini sehingga tidak memantau Elena secara langsung.
"apa yang akan dia lakukan?" tanya Aron dengan rahang yang sudah mengeras
"dia akan menculik non..."
Brakkkkk
"kapan?" tanya Aron yang sudah tersulut oleh emosi karena laporan dari algojo nya
"nanti malam tuan, seperti nya nona akan keluar malam ini karena tiga sahabat nya sedang ada acara dikeluarga masing masing" jawab Hugo.
"tidak bisa dibiarkan, kita lakukan sesuai rencana nanti malam" titah Aron yang langsung dipahami oleh Hugo.
Malam hari pun tiba, Elena sudah bersiap dengan menggunakan hotpants jeans berwarna putih yang dipadu dengan sweater navi yang sedikit kebesaran.
Elena berniat keluar malam ini karena ketiga sahabat nya sedang melakukan acara bersama keluarga mereka masing masing.
kini Elena menyusuri jalanan kota yang dipinggir nya menjual berbagai macam makanan.
Elena banyak mencoba makanan disana karena semejak sembuh dua minggu lalu Elena jarang sekali keluar malam karena sikap posesif sahabatnya.
Elena tidak tahu ada dua mobil ditempat yang berbeda sedang memperhatikan pergerakan nya dari tadi.
disebuah mobil mewah berwarna putih, seorang pria tambun sedang memandang Elena dengan mata ranjang nya.
siapa lagi jika bukan Martin, tekad Martin begitu bulat karena Elena sudah berkali kali menolak nya seakan menginjak harga diri nya.
"kau akan menjadi milikku malam ini dan setelah itu aku akan membunuhmu untuk membayar mulutmu itu" gumam Martin menunjukkan seringainya.
sedangkan ditempat yang berbeda hanya selisih jarak saja, terlihat mobil pribadi biasa berwarna hitam juga memantau Elena.
siapa lagi kalau bukan Aron, karena tahu Martin mengincar wanita nya Aron memutuskan untuk mengambil Elena lebih dulu.
Aron sengaja membawa mobil lain karena mobilnya memiliki plat keluarga yang sangat dikenal oleh banyak orang.
bagitupun dengan Martin, Aron tidak ingin Martin curiga dan bertindak sesukanua terhadap gadis itu.
"setelah ini alihkan Martin" titah Aron yang langsung dituruti oleh Hugo.
"setelah nona berjalan kembali, kalian alihkan Martin sehingga dia tidak dapat mengejar nona" titah Hugo kepada anak buahnya dari sambungan telepon.
Elena melirik arloji nya yang sudah menunjukkan jam 11 malam, Elena memutuskan untuk kembali ke apartemen karena Jessica pasti akan mencarinya jika sudah pulang.
Elena memilih jalan dari belakang, jalan yang lumayan sepi karena Elena melihat Wahyu dan Teddy dijalan depan tadi.
Martin yang melihat langkah Elena semakin menjauh, memerintah kan supir nya untuk mengikuti Elena.
saat ingin memasuki jalan yang dipilih Elena, mobil Martin tiba tiba oleng langsung saja supir nya berhenti karena takut mereka celaka.
"sial!!" umpat Martin saat supir nya mengatakan ban mereka bocor dan tidak bisa dilanjutkan lagi.
"hubungi yang lain, kita culik dia lain waktu malam ini malam keberuntungan nya" ucap Martin menatap jalan yang tadi dilalui Elena.
sedangkan dimonbil yang berbeda, Aron sedang tersenyum tipis karena Hugo mengatakan bahwa Martin sudah mundur.
"kita bawa dia" ucap Aron dan langsung dituruti Halid yang menjadi supir malam ini, bukan hanya Halid tetapi Zio juga ikut.
Elena terus berjalan sembari menatap ponselnya yang sedang berbalas pesan dengan sahabatnya.
telinga Elena juga sedang mendengarkan musik dari earphones, jalanan ini hanya sepi bukan gelap jika gelap Elena tidak akan mau melewati nya.
Mobil yang ditumpangi Aron terus melaju mendekat kearah Elena, seperti nya Elena acuh saja dengan hal itu.
Mobil Aron berhenti tepat disamping Elena, Elena sedikit bingung tetapi acuh saja karena tidak kenal dengan mobil ini.
Elena ingin berlari tetapi tangan nya langsung ditarik oleh salah satu pria itu sehingga Elena tidak bisa melanjutkan langkah nya.
"lepas brengsek, siapa kalian?" bentak Elena memberontak.
dua pria itu adalah Hugo dan Zio, Zio yang menarik tangan Elena agar tidak kabur tadi.
karena Elena terus memberontak Hugo mengeluarkan sapu tangan yang sudah diberi obat bius
"emmpphh" Hugo membekap mulut Elena, sedangkan kaki Elena terus memberontak sebisanya hingga kakinya menendang masa depan Zio.
"ahhhhh" pekik Zio menahan nyeri di area pangkal paha nya.
Halid dan Aron yang berada didalam mobil menahan tawa mereka melihat kaki Elena menendang keras aset berharga Zio.
tubuh Elena pun ambruk, efek obat bius itu sudah berjalan dan Elena pun sudah pingsan didalam gendongan Hugo.
Hugo membawa tubuh Elena kedalam mobil tepat dimana Aron sedang duduk menunggu mereka.
Aron membaringkan tubuh Elena dan meletakkan kepala gadis itu diatas paha nya sebagai bantal.
Zio jalan kearah mobil dengan tertatih, dia begitu menyesal kenapa tidak menyuruh Halid saja tadi.
"apakah tendangan nona muda tepat sasaran Zio?" tanya Halid setelah Zio duduk di kursi samping kemudi.
"diamlah kau brengsek, astaga aset berharga ku" lirih Zio mengelus pelan junior nya yang masih terasa nyeri.
tawa Hugo dan Halid pun langsung meledak, apa lagi Halid yang melihat wajah memerah Zio.
Halid melesatkan mobilnya meninggalkan jalan sepi itu karena apa yang mereka inginkan sudah mereka dapatkan.
"ini ponsel nona tuan, tadi terjatuh dan itu bunyi terus seperti nya ada yang menelpon" ucap Zio menyerahkan ponsel Elena kepada Aron.
Aron menerimanya dan melihat siapa yang menelpon wanitanya, ternyata ketiga sahabat nya yang sudah mengirim pesan berkali kali dan juga menelpon.
Aron menonaktifkan ponsel Elena dan menyimpannya disaku celana, Aron melepas jaket nya untuk menyelimuti tubuh Elena.
"kau sudah bersama ku sayang, kau tidak sendiri lagi sekarang" gumam Aron mengecup kening Elena secara lembut.
setelah menempuh perjalanan tiga jam lamanya, mobil yang dikendarai Halid pun sampai di sebuah Mansion mewah yang di jaga oleh banyak pengawal.
Aron membopong tubuh Elena kedalam mansion mewah itu, Aron langsung membawa Elena kelantai 3 dimana kamar utama berada.
setelah sampai di kamar Aron, Aron meletakkan tubuh Elena dengan perlahan keatas ranjang dan langsung menyelimuti nya.
"selamat datang sayang, kau akan menjadi nyonya dirumah ini dan di keluarga Smith" ucap Aron mengecup kening Elena.
Aron keluar dari kamar nya dan menuju ruang kerja nya yang berada di lantai 2 karena ingin berbicara dengan orang kepercayaan.
didalam ruang kerja Aron sudah ada Zio, Halid dan juga Hugo, ketika Aron masuk mereka langsung berdiri dan membungkukkan tubuhnya.
"apa nona belum sadar tuan?" tanya Hugo setelah Aron duduk dihadapan mereka.
"belum" jawab Aron singkat dan matanya tertuju pada ponsel Elena yangbada ditangan nya.
"anak buah Martin tidak ada yang tau saat kita membawa nona tuan, mereka langsung ditarik oleh Martin" ucap Hugo memberi laporan.
"bagus, perketat penjagaan aku yakin jika mereka tahu Elena kelemahan ku maka mereka akan menyerang kita" ucap Aron dan meninggalkan tiga pria itu.
Hugo dan yang lainnya sudah tahu apa maksud tuan mereka, Aron tidak akan membiarkan siapa pun menyakiti wanita kesayangan nya.
bukan tidak mungkin musuh Aron akan menyerang jika mendengar kabar bahwa Aron kini mempunyai kelemahan yaitu Elena.
.
.
.
penasaran ga nih gimana reaksi Elena ketika bangun nanti hehe
staytune dan jangan lupa dukung author ya 😄