My Man Is The CEO Of Casanova

My Man Is The CEO Of Casanova
BUKAN OBSESI



Hari ini adalah hari terakhir bagi Elena menjadi seorang gadis lajang, dikarenakan besok Aron akan mengucap ijab qabul atas nama dirinya didepan semua orang.


Hari ini Elena bersama mama nya dan Laras datang ke hotel yang akan dijadikan tempat resepsi untuk melihat perkembangan persiapan segalanya.


Ani dan Laras yang sudah tahu kedatangan Harlina pun hanya bisa diam karena Elena sendiri yang mengatakan bahwa semua akan baik baik saja.


"Selamat datang nyonya nyonya dan nona muda"


"Hay Merry, terdengar sangat formal membuat ku sedikit kesal" ucap Elena


"Maafkan aku" kekeh Merry dan langsung memeluk Elena.


Merry lah yang dipercaya untuk menyiapkan segala dekorasi untuk pernikahan Elena yang akan terjadi besok.


Merry yang memiliki tim WO terkenal pun semakin naik daun dikarenakan menjadi orang terdekat nona muda kesayangan keluarga Smit ataupun Agarandra.


"Semuanya sudah 99% , finally nanti malam semua akan selesai"


"Apa ini belum selesai?"


"Tentu saja belum, ada beberapa hal kecil yang harus diselesaikan"


"Wahhh tapi ini sudah terlihat sangat mewah Merry, terimakasih ya sudah membantuku" ucap Elena tulus.


"No, seharusnya aku yang berterimakasih karena kau tidak melupakan aku adik kecil ku yang cantik" ucap Merry membuat ketiga wanita itu tertawa.


"Salam nona dan nyonya" sapa tim WO milik Merry.


"Hay semuanya, terimakasih sudah membuat pesta pernikahan mewah untukku, kerja keras kalian begitu memuaskan jadi aku sudah memesan makan siang untuk kalian semua"


Semua tim WO berterimakasih kepada Elena karena sikap hangat wanita ini dan perdulinya kepada orang lain.


Elena, Laras dan Ani pun berkeliling aula pernikahan untuk besok, Elena tak hentinya berdecak kagum melihat semua ini.


"Ini benar benar indah" gumam Elena menjajah aula hotel dengan pandangan nya.


"Elena!" panggil Clara yang tiba tiba datang


"Clara" ucap Elena dan langsung memeluk wanita itu


"Sedang apa kau disini?"


"Aku? aku yang mengurus makanan wedding mu adik kecil" ucap Clara mengingatkan.


"Ya Tuhan aku lupa, maaf Clara begitu banyak yang ku pikirkan belakangan ini" ucap Elena tersenyum hangat


"Jangan terlalu banyak berfikir nanti kau sakit"


"Kau memang selalu pengertian" ucap Elena merangkul bahu Clara


Setelah lelah berkeliling dan membicarakan banya hal, Elena dan Clara memutuskan untuk mengunjungi cafe tempat Clara bekerja dulu.


"Aku sudah sangat lama tidak ketempat ini, semuanya masih sama membuat ku rindu dengan kita yang dulu" ucap Elena menatap sendu.


"Semuanya sudah berubah El, bukankah kau yang menyeret aku untuk sampai sejauh ini? kau yang merubah hidupku El"


"Karena dulu kau selalu menguatkan aku Clara, bukan hanya dirimu tetapi yang lain juga terimakasih atas ke tulusan kalian terhadap ku" ucap Elena tulus.


"Berbicara tentang hubungan mu, oma Aron sudah kembali bukan? lalu bagaimana sikapnya dengan mu?"


"Ya kau bisa membayangkan ketika orang yang tidak kita sukai harus tinggal serumah dengan kita bukan?"


"Kau harus hati hati El terlebih ada nenek sihir itu dirumah kalian" ucap Clara memperingatkan


"Aku ingin tinggal bersama papa saja waktu oma datang sampai menunggu hari pernikahan kami tetapi Aron tidak mengizinkan"


"Aron benar El, jika kau pergi maka Melisa akan terus mencari cela retak antara hubungan mu dengan Aron, ahh aku hanya berharap kau baik baik saja"


"Tenanglah ada Helga dan Amey yang bersama ku, mereka akan menjaga ku selalu Clar" ucap Elena


"Hay El" sapa seorang pria yang tiga tiba duduk disamping Elena.


Elena langsung menoleh kearah pria itu, Elena memicingkan matanya saat melihat wajah familiar itu.


"Bukankah kau..."


"Ahhh pasti kau lupa, aku Aril teman sekolah mu dulu" ucap Arilandro dengan ramah.


"Ohhh kau ternyata" jawab Elena singkat.


"Bagaimana kabar mu El? kamu lanjut universitas mana sekarang ini?"


"Baik" jawab Elena singkat.


"Aku ingat mata mu berwarna hitam dulu lalu kenapa sekarang berwarna hijau?"


Seketika Arilandro terbelalak dengan pertanyaan Elena, Arilandro bingung harus menjawab apa sekarang.


"E..emm waktu itu aku memakai kontak lensa, yahh aku memakai soflen dulu karena tidak pede saja dengan mata hijau ku"


Elena mengangguk singkat, Clara yang mengingat sesuatu pun langsung menatap Arilandro dengan tatapan penuh selidik


"Kau mengingat pria yang pernah menteror mu El?" tanya Clara dan Elena mengangguk.


"Syukur nya dia sudah sadar dan tidak mengganggu ku sekarang, tapi aku masih penasaran siapa dia dan kenapa menteror ku"


"Obsesi?"


"Hanya itu? dia gila jika menteror ku hanya karena obsesi semata"


"Cinta?" celetun Arilandro membuat Elena dan Clara langsung menoleh kearah nya.


"Apa maksud mu?" tanya Clara


"Emm maksud ku, bagaimana jika pria itu mencintai mu?"


"Tidak dia hanya terobsesi dengan ku"


"Jika memang sudah memiliki ikatan sebelumnya bagaimana?"


"Heh, mana mungkin papa ku mengatakan aku sudah dijodohkan oleh Aron sedari aku bayi walaupun umur kami jauh" jawab Elena.


"Dua pria?" ucap Arilandro lagi yang sukses membuat kedua wanita itu bingung.


"Dua pria apanya?" tanya Clara tidak mengerti


"Jika papa El menjodohkan dirinya dengan dua pria yang berbeda bagaimana?"


"Jika pun iya aku akan tetap memilih orang yang aku cintai"


"Lalu pria satu nya lagi? apakah kau tidak memikirkan perasaan nya?"


"Masih banyak wanita didunia ini bukan hanya aku, lagian perasaan itu tidak bisa dipaksakan" ucap Elena datar.


"Kenapa kau begitu melontarkan banyak pertanyaan seakan kau yang menjadi pria kedua itu" celetuk Clara


"Hah? ti...tidak hanya bertanya saja, aku permisi dulu ya sampai jumpa El" pamit Arilandro dan berlalu pergi.


"Manusia prik" gerutu Elena setelah Arilandro pergi.


Arilandro menatap sendu Elena dari dalam mobilnya, Arilandro begitu senang bisa melihat wajah Elena dari dekat tetapi sedih dengan jawaban jawaban Elena tadi.


"Aku sangat mecintai mu El, ini bukan obses ini cinta El" gumam Arilandro dengan berderai air mata.


Aron yang baru selesai bertemu klien nya pun menjemput Elena dicafe itu karena memang sudah mengatakan niat nya kepada Elena tadi.


"Sayang" panggil Aron mengecup kening Elena.


"Sudah selesai?"


"Sudah, mau langsung pulang?"


"Aku pamit ya Clar, dan terimakasih atas waktu mu walaupun sibuk"


"Sampai jumpa besok dan istirahat lah dengan baik" ucap Clara memeluk Elena dan berpamitan pergi juga.


Elena dan Aron keluar dari cafe itu dengan mengobrol yang sesekali diselingi dengan tawa ceria.


Aron merangkul pinggang Elena dan sesekali bercanda dengan gadis itu membuat tawa Elena begitu lepas dan juga bahagia.


Arilandro yang melihat itu dari dalam mobil pun merasakan hatinya berdenyut, ini sangat sakit bagi Arilandro.


"Kenapa kau setega itu El, aku sangat mencintaimu dan setia menunggu mu selama ini tapi kenapa kau mencintai pria Casanova yang bisa saja menyakiti mu El"


"Seharusnya aku yang ada diposisi itu El, aku yang merangkul pinggang mu dan tertawa bersama mu bukan dia, seharusnya aku El"


"Kau mengatakan bahwa didunia ini bukan hanya dirimu seorang wanita tapi hanya dirimu yang aku cintai El, hanya kamu dan akan selamanya sepele itu Elena Gresya Agarandra".


.


.


.


Jangan lupa dukungan buat author🄰