My Man Is The CEO Of Casanova

My Man Is The CEO Of Casanova
TERLUKA



Malam yang sangat dingin, Elena masih berkutat dengan laptop nya karena mengerjakan tugas kuliah yang akan dikumpulkan besok.


"Istirahat gih El udah jam berapa ini?" ucap Jessica.


Mereka sedang melakukan panggilan vidio bersama yang diikuti Elena, Jessica, Dita dan juga Rasya.


"Sebentar lagi, nanggung banget besok kalau harus bangun pagi banget"


"Aelah ngeyel bet ni bocah, Rasya ketiduran noh"


"Hooh, kecapean kayaknya" ucap Dita terkekeh.


"Yaudah tutup aja deh biar tidur semua kita"


"Setuju Jess, yaudah by El"


"By gaes"


panggilan vidio pun terputus, Elena terus berkutat dengan laptopnya sampai beberapa saat kemudian gadis itu tertidur dengan laptop yang masih menyala.


Kantuk Elena sangat berat hingga gadis itu tertidur di kursi dengan kepala yang di telungkup kan diatas meja.


Aron masuk kedalam kamar dan berdecak kesal melihat Elena yang tertidur diatas meja dengan laptop yang masih menyala.


"Ingin sekali aku memecat dosen mu"


Aron mendekati Elena dan memindahkan gadis itu keatas ranjang lalu Aron menyelesaikan tugas kuliah Elena yang tersisa sedikit lagi.


Matahari mulai menyingsing, dua orang kekasih masih terlelap didalam selimut hangat mereka.


Elena mulai menggeliat dan merasa perut nya berat, seperti biasa pasti ada tangan kekar Aron disana.


"Tugasku" gumam Elena teringat dengan tugas nya yang belum selesai.


Dengan perlahan Elena melepaskan pelukan Aron dan turun dari ranjang, Elena berjalan menuju meja belajar yang ada dikamar itu juga.


"Eh sudah selesai? hehe calon suami ku memang yang terbaik" gumam Elena melirik Aron yang masih tertidur.


"Terimakasih calon suamiku"


Cuppp


Elena langsung berlalu kekamar mandi untuk membersihkan dirinya, Aron langsung membuka mata dan tersenyum kecil.


Aron sudah terbangun lebih dulu dari pada Elena, bahkan ucapan ucapan gadis itu pun Aron dengar.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Jessica sedang menunggu sahabatnya digang yang seperti biasa Helga menurunkan Elena.


Elena langsung masuk kedalam mobil Jessica saat sampai digang itu, Jessica langsung melesatkan mobilnya menuju universitas yang sudah tidak jauh.


Kini kedua gadis itu sudah berada didalam ruang kelas mereka, ruangan itu pun sudah terlihat ramai.


"Masih jam kosong nih, satu jam lagi baru dosen masuk kita keperpus yuk"


"Yaudah deh ayuk"


Elena meninggalkan tas nya diatas meja begitu saja dan berlalu ke perpustakaan bersama Jessica.


Setelah memilih buku yang ingin mereka baca, kedua wanita itupun sudah berjalan keluar perpustakaan.


"Tugas mu beneran selesai tadi malam?"


"Sisa beberapa, niat ingin mengerjakan pagi tadi ternyata sudah selesai"


"Kok bisa?"


"Kerjaan Aron lah" jawab Elena bangga


"Seru ya kalau punya calon suami IQ diatas rata rata"


"Jadi kau mengatakan bahwa aku bodoh?"


"Kau yang bilang bukan aku"


"Ck menyebalkan"


"Mana flashdisk nya?"


"Ditas ngapain aku bawa bawa" jawab Elena.


Mereka pun kembali ke kelas dan Elena pun langsung menuju meja nya hendak mengambil flashdisk tugas nya.


Elena memeriksa lagi Flashdisk miliknya karena tidak ada dalam tas nya.


"Kenapa El?"


"Flashdisk tugas nya, kok ga ada ya?"


"Ketinggalan mungkin, coba telfon orang rumah" ucap Jessica memberi solusi.


Elena langsung menyambar ponsel nya dan menelpon bik Minah untuk mengecek kamar nya.


"Tidak ada, aku ingat tadi pagi sudah memasukkan nya kedalam tas"


"Coba cari lagi" ucap Jessica membantu Elena mencari disekitar meja nya.


Mata Elena langsung tertuju pada Riska yang mejanya berada selisih dua baris dari mejanya.


Riska sedang bersenda gurau bersama teman nya sembari memotong buah apel dengan pisau buah kecil lalu memakannya langsung.


"Hebat sih kalau kamu bisa selesaikan tugas ini dalam satu malam"


"Iya dong, IQ aku kan tinggi" jawab Riska mengeluarkan Flashdisk nya.


"Itu flashdisk ku" gumam Elena menatap Flashdisk nya yang ada ditangan Riska.


Elena langsung menghampiri meja Riska dengan raut wajah penuh emosi.


"Kembalikan Flashdisk tugas ku"


"Dihh ini punya ku"


"Kembalikan Riska"


"Aku menyelesaikan ini sendiri dan kau ingin merebutnya karena tidak menyelesaikan tugas mu"


"Itu Flashdisk tugas ku, di flashdisk itu ada inisial nama ku karena Jessica sendiri yang memberikan nya"


Semua mahasiswa menonton pertengkaran adu mulut antara Elena dan Riska yang dibantu dengan sahabat masing masing.


"Kembalikan"


"Ini punya ku"


"Kau mencurinya dari tas ku"


"Hey hey ada apa ini!" teriak seorang dosen pria yang datang karena salah satu mahasiswa ada yang melapor keributan di kelas ini.


"Dia nih pak mau merebut flashdisk tugas saya"


"Merebut katamu? itu Flashdisk tugas ku"


"Ini punya ku"


"DIAMMM! Elena Gresya, mahasiswa jalur beasiswa jangan keterlaluan"


"Sementang aku jalur beasiswa jadi dia berhak mencuri hak ku?" tanya Elena menatap tajam dosen pria itu.


"Ada apa ini?" tanya kepala dosen yang masuk ke ruang kelas itu.


"Mama, upik abu ini ingin mengambil flashdisk tugas ku" rengek riska


"Jangan memutar balikkan fakta Riska, flashdisk itu milikku!" bentak Elena.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di perusahaan Aron, Aron sedang menghadiri rapat dengan dewan direksi perusahaan nya.


Ponsel Halid bergetar didalam saku, Halid langsung permisi keluar ruangan rapat hendak mengangkat panggilan itu.


"Katakan"


"Lapor tuan Halid, dikampus sedang terjadi pertengkaran antara nona muda dengan putri kepala dosen"


"Hanya sebuah pertengkaran apa masalahnya?"


"Kepala dosen dan seorang dosen membantu karena Riska mencuri Flashdisk tugas milik nona muda"


"Kami akan kesana"


Halid langsung menutup panggilan itu dan kembali ke ruang rapat untuk memberitahu Aron tentang Elena.


Aron langsung mengepalkan tangan nya setelah Halid membisikkan laporan pengawal yang ditugaskan untuk menjaga Elena.


"Kita lanjutkan dilain waktu, saya ada urusan mendesak" ucap Aron dan berlalu keluar ruangan rapat.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Di flashdisk itu ada inisial nama ku karena Jessica yang memberikannya"


"Banyak Flashdisk seperti ini bisa saja punya kita sama"


"Tidak, aku memesannya langsung untuk hadiah ulang tahun Ek yang ke 19 bisa kupastikan flashdisk itu tidak ada yang punya selain El" ucap Jessica tegas


"Kembalikan Riska"


"Tutup mulut mu gadis miskin!" bentak kepala dosen yang adalah mama Riska


"Kenapa jika aku miskin hah? apa di Universitas ini tidak diterbitkan sebuah aturan hah?"


"Kau hanya jalur beasiswa kami bisa mengeluarkan mu kapan saja"


"Silahkan saja, setelah ini jangan cari dan memohon kepadaku jika hidup mu hancur" ucap Elena dengan nada mencibir.


"Dasar jal....."


Tangan kepala dosen itu langsung terhenti saat ingin menampar Elena karena ada seseorang yang menahan nya.


"Berani kau menyentuh calon istriku?" Ucap Aron dingin dan menghempas kasar tangan wanita paruh baya itu.


"Tu...tuan Aron"


Jessica mengerutkan kening nya saat melihat kening Elena yang mengeluarkan peluh bahkan wajah gadis itu berubah sangat pucat.


Tiba tiba mata Jessica terbelalak saat melihat tangan Elena yang mengeluarkan darah begitu banyak.


"Elena tangan mu!" pekik Jessica langsung menahan tubuh Elena yang langsung lunglai.


Aron dengan sigap menangkap tubuh Elena, Aron juga terbelalak saat melihat tangan Elena yang bersimbah darah.


"Aron cepat Aron luka nya dalam" ucap Jessica membelit tangan Elena yang terluka dengan syal nya yang berwarna putih.


Aron langsung berlari menggendong Elena menuju keluar universitas dengan diikuti oleh Halid.


"Aku akan mengabarkan Dita dan Rasya, kami akan menyusul" ucap Jessica berlari kearah yang berlawanan.


"Cepat Halid" titah Aron setelah duduk sembari memangku Elena yang sudah lemas dan berwajah pucat.


.


.


.


Lanjottttttt.