My Man Is The CEO Of Casanova

My Man Is The CEO Of Casanova
CANDELIGHT DINNER



Sore hari yang cerah, mentari jingga memenuhi langit cerah sinar nya memenuhi jalanan kota dan setiap bangunan.


Elena sedang duduk di kursi kerja nya sembari memeriksa beberapa berkas dan beberapa dokumen yang diberikan staf lain kepadanya.


tok tok tok


"masuk"


"hay El" sapa Roy yang baru masuk keruangan Elena dengan menggunakan pakaian formal berjas nya yang berwarna abu abu


"ada apa pak?" tanya Elena yang enggan berbasa basi.


Roy berjalan kearah Elena, dan duduk di hadapan wanita cantik dan berwajah dingin itu.


"nanti malam dinner yuk" ajak Roy memandang Elena lekat


Elena langsung mengangkat wajah nya, sebelah alis Elena terangkat menampilkan ekspresi bingung.


"ck, nanti malam kita dinner El, jangan memandang ku seperti itu" gerutu Roy yang mulai geram dengan ketidak pekaan Elena.


"ada acara?" tanya El beralih ke pekerjaan nya lagi


"tidak ada acara, aku hanya ingin makan malam bersamamu mu, mau ya ku mohon" pinta Roy menangkup kedua tangan nya didepan dada.


Elena berfikir sejenak "apa salahnya aku Terima, kan makan malam gratis" batin Elena, pemikiran gadis itu cukup konyol ternyata.


"baiklah jam 7 malam, aku menunggu di lobby apartemen" jawab Elena memperhatikan pekerjaan nya lagi.


"benarkah?" tanya Roy memastikan dan Elena pun mengangguk.


Roy langsung sumringah, ingin sekali dirinya melompat lompat saat ini juga, seketika dia merasakan ribuan kupu kupu sedang berterbangan di perutnya.


"tunggu aku nanti malam" ucap Roy dan berlalu pergi ke luar ruangan Elena.


Dita yang baru keluar dari ruangan nya pun dibuat bingung dengan ekspresi Roy yang terlihat sumringah setelah keluar dari ruangan sahabat nya.


Dita pun memutuskan untuk masuk ke ruangan Elena, Dita tidak melihat apa pun disini semacam hadiah atau apa pun yang diberikan Roy untuk Elena, lalu kenapa adik bos nya tadi terlihat senang.


"pak Roy menang lotre ya El?" celetuk Dita duduk di hadapan sahabat nya.


"tidak" jawab Elena tanpa menoleh kearah Dita


"lalu?" tanya Dita bingung, melihat ekspresi sahabat nya seperti tidak ada yang spesial


"dia mengajak ku candelight dinner" jawab Elena santai seperti tidak mempunyai beban.


"dan kau menerima nya?" tanya Dita sedikit tidak percaya, dan sialnya gadis itu mengangguk


"APAA!!" teriak Dita membuat Elena terjingkat kaget.


Di tempat yang berbeda tepatnya di Smith Groupe, Aron pun merasakan keterkejutan yang sama dengan Dita setelah menerima kabar dari Hugo.


Aron memang tidak memantau CCTV ruang kerja Elena dari pagi karena banyak nya pekerjaan yang harus dikerjakan.


Hugo menggosok telinganya yang hampir saja berdarah darah karena teriakan dari tuan muda nya.


"dimana mereka akan dinner?" tanya Aron yang sudah tersulut emosi "apa dia tidak mengingat ku?" gumam Aron yang masih bisa didengar Hugo


"bagaimana bisa nona mengingat anda tuan, dihidup nona anda bukan siapa siapa saat ini" Hugo hanya bisa mengeluh dalam hati karena masih sayang nyawa.


"di restauran Ledbury tuan muda" jawab Hugo


"HALIDDD!!" teriak Aron menbuat Halid yang sedang minum kopi tersedak, buru buru Halid menyambangi bos ny.


"siap tuan muda" ucap Halid tegas setelah berdiri di depan Aron.


"apa pekerjaan ku malam ini?" tanya Aron memandang asisten nya


"malam ini anda ada pertemuan de..."


"batalkan, aku ingin memantau langsung mereka, aku tidak ingin pria itu menyentuh calon istriku, keluar kalian!"


Halid dan Hugo langsung berlari keluar karena tuan muda mereka sudah menunjukkan tanduk dan taring nya.


"sebenarnya ada apa Hugo? kau melaporkan apa tentang Nona?" tanya Halid yang merasa pusing menghadapi CEO yang tadinya kejam menjadi bucin


"nona muda akan candelight dinner dengan tuan Roy" jawab Hugo


"APAA?" pekik Halid membuat Hugo terjingkat kaget


"ck jangan berteriak" gerutu Hugo memukul lengan Halid.


"hey kau bodoh atau gimana? siapa yang tahu kalau nona Elena wanita tuan muda, jika semua orang tahu mana ada yang berani mendekat atau pun menatap nona"


Halid langsung terkekeh dengan pikiran bodohny, ternyata Halid melupakan kalau nona mudanya belum bersama tuan mereka.


Malam hari pun tiba, Elena sudah berdiri di lobby dengan menggunakan dress malam tanpa lengan berwarna maron yang dipadu dengan tas dan sepatu berwarna hitam.


Tidak lama sebuah mobil sport berwarna kuning berhenti tepat didepan Elena, Roy keluar dengan menggunakan pakaian rapi berjas nya yang berwarna biru.


Roy tercengang dengan pakaian Elena yang terbuka dan wanita itu terlihat sangat cantik malam ini


"kau cantik sekali El" puji Roy memandang takjub wanita incaran nya


Elena memutar bola matanya malas "bisa kita pergi sekarang?" tanya Elena tidak menanggapi pujian Roy.


"ahh iya, ayo kita pergi" ucap Roy membukakan pintu mobilnya untuk Elena.


setelah itu Roy membukakan pintu mobil nya untuk Elena, setelah itu Roy langsung melesatkan mobilnya meninggalkan apartemen Elena.


Setelah menempuh perjalanan beberapa saat, mobil Roy berhenti didepan salah satu restauran mewah di kota.


Kedua nya berjalan masuk secara beriringan, terlihat seperti pasangan kekasih yang lain memang.


Roy ingin menuju private room tetapi Elena menolak dan meminta duduk didekat jendela kaca restauran mewah itu yang mengarah ke jalan raya.


kini keduanya sedang menikmati makan malam yang mereka pesan, tanpa tahu ada sepasang mata yang dari tadi memperhatikan mereka yang duduk tidak jauh dari meja mereka.


Elena hanya fokus pada makanan nya sedangkan Roy sesekali mencuri pandangan Elena yang terlihat sangat cantik malam ini.


Keduanya tidak terlibat percakapan apapun, hingga sampai selesai makan pun suasana masih hening dengan pikiran mereka masing masing.


"kamu sangat cantik El" ucap Roy memecah kesunyian.


"hemmm" Elena hanya membalas dengan deheman saja, dia sangat jengah dengan kata kata itu.


"El" ucap Roy menggapai tangan Elena yang ada diatas meja.


Elena langsung menoleh kearah Roy, ingin menarik tangan nya kembali tetapi ditahan oleh tangan besar Roy.


"mungkin ini sudah yang keberapa kalinya, tetapi aku tidak bisa bohong El, aku mencintaimu" ucap Roy dengan tulus.


hati Elena benar benar tidak tersentuh sama sekali, dia sangat muak dengan kata kata cinta seperti itu


"maaf Pak" ucap Elena menarik tangan nya paksa dari genggaman Roy "kita hanya sebatas bos dan karyawan" ucap Elena langsung berdiri dari duduknya


"kamu mau kemana?" tanya Roy mencengkeram tangan Elena


"pulang" ucap Elena menepis tangan Roy


"aku antar" pinta Roy dengan tulus


"tidak perlu" ketus Elena dan berlalu pergi meninggalkan Roy dengan kepatahan hati yang sudah biasa.


"aisshh sudah hafal sekali aku yang seperti itu" gerutu Elena dalam hati, bahkan Elena mengumpati tindakan Roy tadi.


Elena berdiri dipinggir jalan sembari menunggu taxi yang di pesannya sampai, dia memeluk dirinya sendiri karena angin malam menusuk hingga ketulang nya.


pakaian yang terbuka membuat nya kedinginan, tiba tiba ada seseorang yang menyampirkan sebuah jaket dibahu Elena.


Elena langsung menoleh tetapi orang itu langsung pergi dengan pakaian hitam dan topi hitam yang menutupi tubuhnya.


"hey... siapa kau? ini jaket mu aku tidak perlu" teriak Elena yang tidak digubris pria misterius itu.


pria itu masuk ke sebuah mobil mewah yang di dalamnya sudah ada beberapa orang pria berpakaian hitam juga.


"mau sampai kapan tuan?" tanya salah satu pria disana


"biarkan dia menikmati dunia nya yang seperti ini dulu, setelah itu aku akan merebut paksa dirinya" jawab pria yang menyerahkan jaket kepada Elena tadi.


setelah memastikan Elena pergi meninggalkan restauran, mobil pria itu pun melesat pergi meninggalkan parkiran yang tidak terlalu jauh dari restauran.


.


.


.


ada yang bisa nebak siapa pria itu? yuk ikutin terus kelanjutan kisah nya, akan berakhir happy ending atau sad ending.


jangan lupa dukungan buat author yak🤗