My Man Is The CEO Of Casanova

My Man Is The CEO Of Casanova
HARI BAHAGIA ELENA



Hari ini adalah hari kelulusan elena, setelah beberapa bulan menempuh pendidikan disana, wardah dan tina memutuskan untuk meluluskan elena lebih awal.


gadis itu sudah bisa memahami apa yang belum diajarkan, ntah karena buku yang sering dia baca atau memang IQ nya yang tinggi.


"sudah siap sayang?" tanya laras yang akan menjadi wali elena bersama fras dihari kelulusan nya.


elena mengangguk, mereka kini sudah berada didalam mobil dengan dikendarai oleh fras sendiri sedangkan elena duduk di bangku penumpang belakang.


"kami cantik sekali el" puji laras melihat elena memakai kebaya berwarna cream yang sangat padu dengan kulit nya yang putih.


elena hanya tersenyum hangat menanggapi pujian laras.


Setelah menempuh perjalanan beberapa menit, mereka sampai didepan sekolah yang sudah cukup ramai dengan para murid dan wali murid yang lain yang akan melakukan kelulusan juga.


elena turun dari mobil bersama laras dan juga fras, pada waktu yang bersamaan juga aron turun dari mobil nya


"el langsung kesana ya bunda" ucap elena meninggalkan laras dan fras.


"tuan smith" sapa fras menjabat tangan aron sebagai bentuk penghormatan


"salam tuan fras, sedang apa anda disini?" tanya aron yang tidak mengingat kalau laras dan fras adalah wali elena, gadis yang digadang-gadang di sekolah ini.


"putri angkat kami sekolah disini tuan" jawab fras tersenyum ramah


"oh begitu, saya permisi" pamit aron yang diikuti dengan halid meninggalkan fras dan laras.


sedangkan disisi lain elena sudah duduk di bangku para siswa yang akan lulus.


terlihat fitri mendekatinya "kau cantik sekali el" puji fitri melihat elena dari atas sampai bawah


"hemm" elena hanya berdehem menanggapi pujian dari laras, ntah mengapa sifat dingin nya juga tidak bisa berubah kepada teman yang bisa dibilang dekat dengan nya.


tidak lama laras dan fras pun datang, dan langsung duduk disamping kanan elena "kamu menjadi pusat perhatian sayang" ucap laras melihat sekeliling mata yang tertuju pada putri angkatnya.


elena tidak perduli dan tetap fokus pada buku novel ditangan nya, fras yang melihat nya pun hanya bisa menggelengkan kepala.


"hay el" sapa seorang pria yang langsung duduk di samping kiri elena, bangku itu sudah dari tadi kosong.


elena sudah tahu suara siapa itu, iya pria itu adalah aril pria yang tidak juga menyerah mengejar elena.


laras yang melihat elena tidak menyapa balik pun merasa sungkan "hay nak, nama kamu siapa?" tanya laras menatap aril


"nama saya aril tante, tante mama nya el?" tanya aril menjabat tangan laras dan juga fras.


elena yang mendengar pertanyaan aril merasa ulu hati nya ditusuk seribu jarum, elena memejamkan mata nya menahan nyeri di hati nya.


"iya aril, tante mama nya el, nama tante laras" jawab laras yang tahu perasaan elena walaupun wajah gadis itu terus tertunduk.


"senang bertemu tante" ucap aril dengan ramah


sebenarnya aril tidak begitu yakin laras adalah ibu kandung el hanya saja enggan bertanya


"kok ga mirip ya? tante laras sama el beda banget wajah nya, sama om fras juga beda, mata el coklat bening sedangkan mereka berdua hitam pekat"


"dari segi wajah juga berbeda, wajah elena lebih dominan bulat sedangkan mereka tirus" batin aris menelisik wajah ketiga orang itu.


aron sebagai pemilik sekolah memberi kata sambutan kepada seluruh siswa dan juga wali siswa.


banyak siswi yang berbisik bisik pujian dengan ketampanan pemilik sekolah ini, siapa yang tidak tahu aron.


"wahh itu kan CEO terkaya itu, aku lupa kalau dia pemilik sekolah ini"


"tapi dia itu Casanova sering gonta ganti cewek"


"apa salahnya? dia tampan, kaya, dan lihat tubuh nya, ahhh.. ya ampun kekar banget"


begitu banyak pujian yang dilontarkan dari mulut para siswi, sedangkan elena terus fokus pada buku nya.


mata aron tiba tiba tertuju pada elena yang duduk di samping aril, yahh aril memang tidak merubah posisi duduk nya dari tadi.


acara pun selesai hingga hari akan menunjukkan waktu makan siang, semua sudah mendapatkan rapor masing masing.


elena adalah murid yang mendapat prestasi paling tinggi di sekolah itu, tidak sedikit pula yang memuji kepandaian nya.


aron mendekati fras yang sedang bercengkrama dengan para penjabat lain.


"tidak kusangka putri angkat mu begitu pintar tuan fras" ntah memuji atau mengingatkan fras akan masa lalu, intinya ucapan aron begitu menohok hati fras.


"saya anggap sebuah pujian tuan smith" jawab fras memaksakan senyum nya.


fras mencari keberadaan putri angkat dan istrinya, hingga mata nya tertuju pada elena yang berdiri berdampingan dengan laras yang sedang bercengkrama dengan kaum sosialita nya.


"apa dia sudah memi.."


"maaf tuan smith, putri saya tidak akan bekerja dia akan melanjutkan kuliah" jawab fras yang sudah tahu arah pembicaraan aron


"tenanglah tuan fras, saya tahu trauma itu masih melekat dihati mu tapi jangan anggap aku sama seperti mereka"


"maaf tuan smith saya melupakan jasa anda, saya hanya mengkhawatirkan putri saya, dia begitu berharga bagi saya dan istri saya kehadiran nya melengkapi kekurangan kami"


aron adalah orang yang membawa meta, putri fras pulang dari markas rival nya sekaligus orang yang sudah menculik meta.


aron tidak marah karena fras menyela ucapan nya, jika dia jadi fras pun akan mengalami trauma yang lebih parah.


setelah keluhan elena yang tak kunjung berhenti mereka memutuskan untuk pulang.


gadis itu tak kunjung berhenti mengeluh dari mulai, lapar padahal sudah makan, capek padahal bisa duduk dan segala macam nya.


laras dan fras tahu kalau putri angkat mereka sangat tidak suka dengan keramaian, apa lagi begitu banyak orang yang menyambanginya.


mereka sampai rumah sore hari karena begitu banyak orang yang ingin berbicara dan memuji sepasang suami istri itu, dikarenakan kepintaran putri angkat nya.


"ehh kok gelap" gumam elena membuka pintu rumah yang ditinggalinya bersama dita.


elena selalu membawa kunci cadangan yang diberikan dita, laras dan fras pun ikut masuk.


"CONGRATULATIONS AND HAPPY BIRTHDAY ELENA GRESYA"


elena terkejut ketika lampu menyala dan mendapati ruang tamu yang sudah didekor ala pesta ulang tahun kecil kecilan.


disana juga ada dita bersama orang tuanya, jessica bersama orang tua nya, dan juga rasya bersama orang tua nya.


elena masih tercengang dengan semua nya "selamat ulang tahun ya sayang, semoga kebahagiaan selalu menyertai mu" ucap laras mengecup kening elena.


laras dan fras sengaja mengulur waktu hingga hari hampir gelap, dikarenakan dirumah ini semua orang masih sibuk memberikan sambutan dan perayaan untuk elena.


mata elena berkaca kaca, dia saja hampir lupa dengan hari ulang tahun nya jika saja mereka tidak mengingatkan.


"terimakasih semua nya, ini hari yang paling bahagia buat el" ucap elena tulus.


bagaimana tidak bahagia, dia menjadi lulusan terbaik serta mendapati nilai terbaik dari sekolah nya dan juga mendapat perayaan ulang tahun yang sebelum nya tidak pernah didapatnya.


"kami menyayangi mu" dita, jessica, dan rasya memeluk elena secara Bersamaan.


elena benar benar merasakan bahagia yang sesungguhnya setelah kehilangan papa nya. mereka yang berstatus keluarga elena saja tidak pernah mau repot repot seperti ini tetapi mereka, mereka yang tidak ada hubungan darah rela meluangkan waktu memberikan ucapan untuk elena.


mereka memberikan kenyamanan dan kebahagiaan diulang tahun elena yang ke 18tahun ini.


.


.


.


happy birthday el hehe terharu


jangan lupa dukung author ya bestie 🥰