My Man Is The CEO Of Casanova

My Man Is The CEO Of Casanova
KEPULANGAN ARILANDRO



Lucas dan Fito sedang menunggu didepan ruangan Albert dengan raut wajah cemas, begitupun Areta.


Dua jam lamanya ruangan operasi itu tertutup tanpa tahu apa yang terjadi didalam sana.


"Aku berjanji akan membalas kan dendam putraku kepada putrimu Bramasta Agarandra" gumam Areta mengepalkan tangan nya.


Fito yang mendengarnya pun langsung menoleh kearah omanya, ntah mengapa dia merasa tidak setuju jika oma nya membalaskan dendamnya kepada Elena.


"Elena tidak salah oma" celetuk Lucas


Areta langsung memandang Lucas tak percaya, kenapa cucunya tiba tiba membela wanita itu pikirnya.


"Apa maksud mu Lucas? papa mu meninggal karenanya"


"Bukan karena Elena tetapi papa nya, lagian ini memang salah papa yang terlalu tamak"


"Cih, jangan bilang kau memang sudah sangat mencintai gadis itu Lucas, dia wanita musuhmu Aron, Lucas!" bentak Areta.


Lucas hanya menunduk pasrah, rasanya begitu salah jika omanya menyelakai Elena atas kesalahan Albert.


Fito memicingkan matanya memandang saudara nya itu, ada rasa marah saat Lucas membela nama Elena, Fito sadar bahwa itu rasa cemburunya.


"Padahal aku duluan yang mengenal Elena" batin Fito menunduk sedih, dia mengingat kala pertama dirinya bertemu dengan gadis dingin itu yang kini senyum nya ada dimana mana.


Ceklekkkk


Pintu ruang operasi pun terbuka, Areta, Lucas, dan Fito langsung menyerbu dokter kepercayaan mereka.


"Bagaimana keadaan putraku?"


"Maaf nyonya, tuan Albert tidak bisa diselamatkan"


Deghhhhhh


Areta langsung terduduk di lantai karena kabar kematian putranya yang sangat tidak ingin didengar nya.


Fito dan Lucas hanya bisa menunduk sedih, bukan saatnya mereka bersedih karena mereka harus kuat demi Areta walaupun mereka adalah pihak yang paling terpukul disini.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dirumah mewah milik Aron, sedang terjadi perdebatan awet antara Elena dan Zio yang dinantu oleh Amey.


"Yakkk aku tidak ada menyembunyikan ponsel mu, bilang saja jika kau selingkuh dari Amey" ketus Elena


"Jelas jelas nona tadi keluar dari kamar ku, nona pasti yang mengambil ponsel ku" tuduh Zio


"Yakk Zio, kau menuduhnya? aku yang menyuruh nya masuk kekamar ku karena aku meminta bantuan untuk membawa buku yang ada dikamar mu"


"Alahhh alibi kalian berdua, sudah aku tidak ingin berdebat kembalilah saja ponsel ku"


"TIDAK ADA!" bentak Elena dan Amey secara bersamaan.


Helga, Hugo dan Aron hanya bisa memijit pelipis mereka mwlihat perdebatan mereka yang sudah berlangsung selama satu jam.


"Saya mohon kembalikan nona, tidak ada apa pun disana"


"Apa yang harus ku kembalikan gila? aku tidak mengambil poselmu!" bentak Elena


Zio langsung memandang tajam Amey, Amey yang dipandang seperti itu pun tak mau kalah juga


"Kembalikan sayang"


"Kimbilikin siying, jangan menuduh ku sialan aku tidak mengambilnya" ucap Amey


Halid yang baru kembali dari luar pun bingung melihat nona mudanya dan Amey bertengkar dengan Zio.


"Apa yang mereka ributkan?" tanya Halid pada Helga yang mengangkat bahunya saja.


"Zio" panggil Halid membuat sangat empunya menoleh


"Ini ponsel mu, maaf tidak izin karena tadi aku buru buru" ucap Halid meletakkan ponsel Zio diatas meja.


Seketika Zio langsung menatap elena dan Amey yang sudah menatap nya tajam seakan ingin melahab pria itu.


"Hehe maaf non"


"MAAFF!" bentak Elena dan Amey secara bersamaan membuat semua orang terjingkat.


"Kau ya Zio, lihat saja akan ku bu...."


"KABURRRRR!" teriak Zio berlari setelah menyambar ponsel nya yang ada diatas meja.


"ZIOOOOO" teriak Elena membuat telinga yang mendengarnya terasa sakit.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dirumah yang berbeda, tepatnya dirumah Bram yang kini juga dihuni oleh Ani dan putranya Rico.


"Tuan Arilandro sudah kembali tuan" ucap Deni orang kepercayaan Bram


"Lihatlah sekarang Bram, apa yang harus kita katakan pada Arilandro? kau bilang dia sudah sangat mencintai El"


"Aku akan bicara baik baik dengan nya, ayo kita temui dia" ucap Bram pergi bersama Ani yang kini sudah menjadi istrinya lagi karena memang suart cerai mereka hanyalah sebuah kertas bukan sungguhan.


Arilandro yang sedang duduk diruang keluarga pun tak kalah nya tersenyum, Arilandro begitu tidak sabar mendengar kabar terbaru dari pamannya.


"Arilandro" sapa Bram dan langsung memberikan pelukan hangat pada Aril


"Aku senang bisa kembali paman" ucap Aril tulus.


"Lohh bibi? sejak kapan Bibi ada disini?" tanya Arilandro memandang Ani


Ani langsung memandang kepada suaminya yang hanya bisa tersenyum sembari menganggukkan kepalanya.


"Perjodohan kamu dengan El tidak bisa dilanjutkan Ril"


Deghhhhhhh


"A..apa maksud paman dan bibi? bibi bercanda kan? dimana El?"


"El dirumah Aro, Alirandro" jawab Bram


Arilandro langsung memandang Bram dengan tatapan tak percaya, Bram sudah menjanjikan padanya bahwa setelah dia pulang dari luar negeri Elena sudah ada dirumah ini.


"Elena sangat mencintai Aron dan begitupun sebal..."


"Lalu aku? paman tidak memikirkan perasaan ku? aku juga sangat mencintai El paman" ucap Arilandro tegas


"Nak dengarlah..."


"Tidak bibi, El akan tetap menjadi milikku dan selamanya akan seperti itu, jika paman tidak bisa mengambilnya untuk ku maka aku yang akan berjuang untuk nya"


Arilandro langsung melengos pergi meninggalkan Bram dan Ani yang hanya terdiam di tempat mereka.


Brakkkkkkk


Arilandro membanting pintu kamar nya dengan keras, Arilandro langsung memandang foto Elena yang ada dimeja nakas nya.


"Kau tetap milikku El, yahh kau tetap milikku, jika paman tidak bisa maka aku harus merebutmu dengan cara ku karena selama ini aku hanya mengikuti cara paman"


"Aku sangat mencintaimu El bahkan melebihi apa pun, aku berjanji aku akan menjemput mu sayang dan kita akan hidup bahagia bersama"


Arilandro langsung mengemasi pakaian nya kedalam koper serta barang barang penting miliknya.


Di ruang keluarga, Bram dan Ani hanya bisa memijit pelipis mereka karena bingung harus bagaimana setelah ini.


"Bagaimana ini Bram? salah mu yang menjodohkan putri kita dengan dua orang pria"


"Situasinya rumit waktu itu, aku berfikir El tidak akan diterima di kelurga Smith saat kita susah, siapa sangka Aron sendiri yang mendapatkan Elena"


Kedua orang tua itu seakan buntu karena tidak bisa memikirkan solusi akan masalah ini.


Bukan tidak mungkin Arilandro bertindak nekad bahkan bisa saja pria itu menculik Elena ataupun menyerang Aron.


Ani langsung bangkit dari duduknya saat melihat Arilandro kembali dengan sebuah koper besar ditangan nya.


"Kamu mau kemana nak?"


"Aril akan pergi dari rumah ini bibi, ini rumah paman bukan rumah Aril"


"Ini rumah mu juga Arilandro" ucap Bram


"Tidak paman, terimakasih atas segalanya selama ini, paman tidak bisa membawa El untuk ku kan? maka aku yang akan mengambil nya sendiri dengan cara ku"


Arilandro langsung berlalu keluar dengan barang barang miliknya yang sudah dikemas rapi dalam sebuah koper.


"Arilandro tunggu nak, masih banyak wanita lain didunia ini ikhlaskan El nak"


"Tidak bisa paman, bertahun lamanya aku menunggu cintaku hingga saatnya tiba aku harus merelakan nya bersama pria lain?"


"Elena begitu mencintai Aron nak, sangat sulit memisahkan mereka Arilandro"


"Apa pun itu paman, El milikku karena kau yang sudah menjodohkan kami maka kami akan menikah, tidak ada yang bisa menahan ku, aku pergi"


Arilandro pergi dengan segudang rasa sakit dihatinya, bagaimana bisa setelah menunggu sekian lamanya kini harus melepaskan secara tiba tiba.


Hatinya sudah terlanjur tertambat kepada Elena, Arilandro begitu mencintai Elena ntah itu cinta atau obsesi Arilandro sendiri tidak bisa membedakan nya.


.


.


.


Happy New Year raeders author 🤗