
Mansion Regan.
Regan menyudahi kegiatan berendam-nya itu setelah jari-jari tangannya mulai mengeriput karena terlalu lama berendam.
Pria itu melangkah keluar dari bathub lalu membersihkan busa sabun yang menempel ditubuhnya di bawah guyuran air shower, Setelah itu ia mengambil jubah mandi untuk membungkus tubuhnya.
Regan melangkah keluar kamar mandi, kemudian mendekati interkom yang terletak di atas nakas samping tempat tidurnya, kemudian menekan tombol interkom itu, dimana alat itu terhubung dengan langsung ke kamar Jenny, dapur serta ruangan-ruangan lainnya yang di letakkan alat.
" Ya tuan." Jawab wanita paruh baya , yang tidak lain adalah jenny.
"Suruh Stella ke kamarku, sekarang." Titah Regan kemudian mematikan sambungan interkom itu secara sepihak tanpa menunggu jawaban dari Jenny disana.
Setelah berbicara dengan Jenny, Pria itupun melangkah kearah sofa. Mendudukkan bokongnya di sana dengan kedua tangan yang ia rentangkan seraya mendongak keatas sambil memejamkan matanya.
Tok... Tok... Tok..
Tak sampai lima menit ia duduk di sofa itu, pintu kamarnya pun di ketuk dari luar. " Masuk." Ucap Regan tanpa membuka kedua matanya.
Ceklek.
Pintu kamar itu terbuka, terlihat seorang wanita yang baru saja di minta Regan masuk dan berlutut di depan pria itu.
Tanpa Regan jelaskan, wanita itu sudah tahu apa yang harus dia lakukan.
Tangan wanita yang bernama Stella itu, menyibakkan jubah mandi milik Regan tepat di bagian pangkal pahanya, hingga terlihat ular tak bebisa yang masih tertidur lemas di sana.
Wanita itupun tanpa takut menggenggam kepala ular itu mengunakan satu tangannya dan tangannya yang lain menggenggam bagian yang tidak tergapai. Membuat ular itu perlahan-lahan mulai menunjukkan ketegangannya.
Stella terus mengusap ular itu naik turun hingga dia benar-benar terbangun, barulah ia mulai memanjakan ular itu mengunakan mulutnya.
Gerak Stella awalnya pelan namun Regan yang tidak sabaran menahan rambut wanita itu kemudian menggerakkan kepalanya maju-mundur dengan begitu cepatnya.
Maklum saja! Sudah lama Regan tidak melakukan hal itu karena fokus kepada Hani namun puncak kesabarannya datang juga dengan melampiaskan semua gairahnya yang tertahan selama ini kepada Stella dan membayangkan wanita itu sebagai Haaniya, sungguh sesuatu yang tidak bermoral bukan
" Jangan bersuara, jala-ng, kamu membuat gairah ku menurun." Ucap Regan ketika Stella tersedak sampai terbatuk-batuk! pria itu tidak ada lembut-lembutnya kepada Stella.
Tanpa memberi kesempatan untuk Stella beristirahat Regan langsung menarik lingerie yang di gunakan Stella hingga sobek begitupun dengan dalamnya. Tanpa melakukan pemanasan pria itu langsung memasuki Stella dan bergerak maju-mundur dengan begitu brutalnya.
Sehingga membuat Stella mende-sah dengan begitu hebatnya. " Oh my God." Ucap wanita itu disela-sela desa-hannya dengan mata yang terbalik hampir memutih semua.
Regan yang marah langsung mencekik leher Stella. " Dasar wanita sia-lan, tutup mulut kamu! Jangan bawa-bawa nama tuhan saat kamu melakukan dosa." Ucap Regan tanpa menurunkan ritme permainannya, juga tidak melepaskan cekikan-nya sehingga membuat wajah Stella memerah.
...\=\=\=\=\=\=\=\=\=...
Dua jam berlalu pria itu belum juga menyudahi permainannya, hingga ketukan di pintu kamarnya, membuat Regan mau tak mau mengakhiri pemain panasnya dengan Stella.
" Masuk." Titahnya Setelah menyemprotkan benih-benihnya dengan begitu saja di atas tubuh wanita yang bernama Stella itu. " Katakan." Ucapnya lagi, ketika sang asisten telah masuk kedalam ruangan.
" Maaf tuan, kami kehilangan jejak tuan Narendra begitu juga dengan pelayan wanita yang di tugaskan untuk menggodanya, tuan." Ucap pria itu.
"Bagaimana dengan gambar dan video-video yang saya minta." Tanya Regan, pria itu tidak peduli dengan Narendra. Yang di pedulikan hanyalah senjata untuk menghancurkan pernikahan Narendra, agar Zivanna atau Haaniya itu merasa jijik dan tidak akan mau kembali bersama Narendra lagi.
" Maaf tuan, tapi hanya ini yang kami dapatkan." Ucap pria itu sembari menunjukkan beberapa foto dan video Narendra juga Hani yang sengaja mereka ambil pada layar iPad yang telah ia siapkan ketika tuanya bertanya nanti.
Dalam video juga foto itu tidak banyak adegan intim yang mereka dapatkan hanya saat Narendra mencium leher Hani begitu pun sebaliknya dan ada juga saat wanita itu duduk di pangkuan Narendra sembari menenggelamkan wajahnya pada ceruk leher Narendra dengan begitu mesranya.
" Siapa wanita ini?" Tanya Regan, seakan baru menyadari sesuatu.
" Namanya Alice tuan! Dia baru berkerja disini." Jawab sang asisten.
Membuat wajah Regan memerah karena marah. Tidak peduli wanita itu mengunakan topeng Seperti apa! Regan dapat mengenalinya dari tatapan matanya itu. " Cari wanita itu sampai ketemu, aku tidak peduli bagaimanapun caranya kalian harus mendapatkannya tanpa lecet sedikitpun." Titahnya.
Sang asisten pun mengangguk kepalanya, walaupun bingung dengan permintaan tuanya itu, Setelah itu dia pun meninggalkan kamar Regan.
" Wanita sia-lan, keluar kamu dari ruangan ini." Regan langsung menarik rambut Stella keluar dari kamarnya, wanita malang itu harus menjadi sasaran pelampiasan Regan.
Regan menghempaskan tubuh wanita itu di luar kamarnya, kemudian menutup pintu itu dengan begitu cepatnya. " Arrggghhh, Ivanna." Teriaknya seperti orang frustasi, saat menyadari keteledorannya hingga Hani yang sudah berada dalam genggamannya bisa terlepas dengan begitu mudahnya tanpa dia menyadarinya.
.