
Narendra membuka matanya dan melihat Hani yang masih terlelap di sebelahnya, bahkan cahaya matahari yang masuk menebus tirai jendela, menerpa wajahnya tidak membuat tidur wanita itu terusik sedikitpun.
" Aku mencintaimu." Bisik Narendra tepat di depan wajah Hani kemudian mencium bibir wanitanya.
Sekali Hani nampak tidak terganggu, Narendra kembali mengulanginya lagi dan lagi, hingga membuat wanita itu perlahan membuka kedua matanya.
" Selamat pagi istriku."Ucap Narendra, mencium kening istrinya.
" Hmmm, pagi juga." Jawab Hani sembari merenggangkan otot tubuhnya, yang terasa pegal, karena terlalu lama tidur dengan posisi yang sama sepanjang malam. " Kamu tidak kerja?" Tanya Hani.
" Sebentar lagi sayang! Aku masih ingin memeluk kamu seperti ini." Jawab Narendra, mengeratkan pelukannya pada tubuh istrinya itu.
" Singkirkan tanganmu, aku mau mandi." Ucap Hani. Wanita itu menghempaskan tangan Narendra dari tubuhnya.
Kemudian beranjak turun dari ranjang itu. Hani sebenarnya malas sekali untuk mandi, tapi pagi ini dia ada pertemuan dengan orang-orang kepercayaannya.
Pertemuan ini untuk menugaskan orang-orang itu di setiap anak cabang hotel secret garden H, juga club malamnya.
Mommy Mayang tidak bisa di rekrut kembali, karena suaminya ingin dia hanya fokus untuk dirinya saja. sehingga Hani harus memilih ulang orang-orang yang bisa dia percaya.
Walaupun nantinya dia tidak ada di tempat, tapi dia tidak ingin usaha yang dia bangun dengan mengorbankan masa remajanya hancur begitu saja.
Karena dulu disaat anak-anak seusianya bebas kemana saja dan bisa bersenang-senang sesukanya. Tapi dia justru fokus membuat bangunan kosong itu bisa seterkenal Sekarang.
Narendra menyusul Hani. " Kita mandi bersama sayang." Ucap Narendra.
" Tidak Azzam, karena aku yakin dalam satu jam kita tidak akan keluar dari dalam sana! dan aku punya pertemuan dengan pengurus club, dua jam dari sekarang." Sahut Hani, sembari menepis tangan Narendra yang sudah mulai berkeliaran di tubuhnya.
" Sayang, aku Janji akan cepat?"
" Katakan itu, kepada wanita yang baru kamu temui, jangan kepadaku." Sela Hani kemudian meninggalkan pria itu begitu saja. " Jangan cemberut begitu! Malam nanti, kita akan melakukan sepuasnya." Ucap Hani, wanita itu kembali berbalik, kemudian mencium bibir Narendra lalu kembali masuk kedalam bathroom lagi.
Sambil menunggu istrinya selesai Narendra membuka MacBook, kemudian memeriksa pekerjaannya.
Belum ada sepuluh menit dia duduk dengan MacBook di pangkuannya. Hani, sudah keluar dengan handuk yang melilit ditubuh dan kepalanya.
" Sayang_"
" Sebaiknya kamu segera mandi, bukankah kamu juga harus berangkat kerja." Sela Hani memotong ucapan Narendra. Setelah itu ia melangkah masuk kedalam walk in closed, meninggalkan Narendra yang masih membeo di tempatnya.
...\=\=\=\=\=\=\=\=...
Tepat jam sepuluh pagi, Hani dan orang-orang kepercayaannya, telah berkumpul di sebuah ruangan yang biasanya di jadikan tempat pertemuan mereka, tinggal menunggu dua orang lagi sebelum pertemuan itu dimulai.
Lima menit menunggu, pintu itu kembali terbuka dan masuklah kedua orang itu. " Astaga ini benaran yey kak Honey, ek tadi nggak percaya waktu si Anton bilang, yei ada disini." Ucap pria bertulang lunak dengan gaya kemayu-nya kemudian mencium pipi kanan dan kiri Hani. " Iih, yei makin cantik ek gemes deh."
Lita yang melihat hal itu, memutar bola matanya malas. " Rudy, duduk." Titahnya.
" Astaga cin,, ye dari dulu ya memang keterlaluan sama ek, harus berapa kali ek ingatin name ek tuh Rika cin.." Lita mendengus sambil memutar bola matanya malas. Namun pria bertulang lunak itu justru menghampirinya dan memeluknya sebelum duduk di kursi yang telah di sediakan untuknya.
" Hai kak! Gimana kabar kakak?" Tanya Hani, Wanita itu berdiri dari kursinya, kemudian berpelukan dengan pria satunya lagi. Pria itu bernama Anton, kakak laki-lakinya Lita, sebelum mommy Mayang ke Jakarta untuk berkerja wanita itu adalah janda satu anak dan anak itu adalah Anton ini.
" Aku baik, kakak sempat cemas waktu itu! Tapi senang lihat kamu baik-baik saja." balas Anton setelah mengurai pelukannya dengan Hani.
" Duduklah kak." Hani mempersilahkan pria itu duduk. Tapi sebelum itu, dia menghampiri Lita memeluk adik perempuannya itu dengan penuh kasih sayang, sekaligus melepas rindu karena sudah lama mereka tidak bertemu tidak hanya Lita dia juga menghampiri Dino dan Kakaknya.
Beberapa menit kemudian mereka pun mulai serius membahas pertemuan kali ini.
" Sesuai yang aku katakan tadi, Lita akan di tempatkan di kantor cabang yang di Bali, kak Anton dan Rika bisa-kan mengurus club ini?" Keduanya pun mengangguk. Dan Dino serta kakaknya Tetap dengan hotel grand secret H sementara sisanya dia letakkan di kantor cabang yang ada di tempat lain.
Begitu pertemuan itu selesai tinggallah, Lita Anton, Rudi dan Dino di ruangan itu. Mereka menatap penuh tanya kepada Hani.
" Jangan menatap aku seperti itu, kalian akan tahu saat waktunya tiba."
" Mulai ye main rahasia-rahasiaan." Ucap Rudi. Sementara Hani hanya tertawa saja.
Kali ini wanita itu mencoba untuk membuat orang-orangnya mundur dan mempercayakan semuanya kepada suaminya itu seperti yang di inginkan Narendra. Walaupun begitu orang-orangnya Hani adalah orang-orang terlatih dan sigap. Jika mengetahui dia akan mengikuti Regan nanti.