
Bagaimana bisa dia memiliki wanita lain, dia saja tidak pernah meninggalkan gedung apartemen ini, lalu bagaimana bisa dia memiliki wanita lain dan Nahla, Narendra sudah tidak berhubungan dengan wanita itu. Ada apa dengan istrinya ini.
Narendra masih menatap Hani dengan cemas dan menunggu kata-kata yang akan keluar selanjutnya dari bibir istrinya itu.
Tapi sialnya Hani masih diam, wanita itu justru beranjak dari tempat tidurnya kemudian menarik Narendra untuk keluar turun dari ranjang.
"Honey, ada apa ini! Aku tidak tahu salah aku dimana? Tapi kamu tiba-tiba menuduhku yang tidak-tidak." Ucap Narendra.
"Apa kurang jelas yang aku katakan, kamu itu punya wanita lain di belakang aku " kekeh-nya membuat Narendra pusing seketika.
" Honey, atas dasar apa kamu menuduhku Seperti itu, aku tidak pernah meninggalkan kamu, aku selalu ada di sisi kamu tapi kenapa_"Narendra tidak dapat meneruskan kata-katanya, saat Hani menghentikan aksinya dan menatap Narendra dengan mata yang berkaca-kaca.
"Kamu menuduh aku berbohong? Iya." Teriak Hani, Air matanya sudah membendung di kelopak matanya, sekali kedip saja maka cairan bening itu akan membasahi pipinya.
" Bukan begitu honey_"
" Jadi benar kamu punya wanita lain." Sela Hani membuat Narendra kehabisan kata-katanya.
" Oh, tuhan apalagi ini." Keluh Narendra yang tidak menyangka akan terjebak ucapannya sendiri.
Pria itu kemudian berlutut di hadapan Hani, ia memberanikan diri memeluk pinggang istrinya itu.
Sementara Hani sendiri hanya bisa menangis, entah mengapa dia jadi sangat sensitif, dia yang mencari masalah dia juga yang menangis sungguh situasi yang sangat aneh.
Bahkan Hani sendiri tidak suka dia yang seperti ini." Honey dengarkan aku, aku berani bersumpah. Tidak ada wanita lain di hidup aku selain kamu." Ucap Narendra sambil mencium perut Hani. " Hanya kamu wanita yang aku cintai. Tolong percayalah padaku."
" Ya aku bersumpah! Hanya kamu." Ucap Narendra, sembari mendongak keatas untuk melihat wajah sembab istrinya itu.
" Kamu marah sama aku yang seperti ini?" Tanya Hani, karena wanita itu merasa dirinya terlalu aneh jika disamakan dengan dia yang biasanya tenang dan tidak suka kekanak-kanakan seperti ini.
Narendra berdiri, kemudian mencium bibir istrinya itu. " Tidak! aku mencintai kamu, jadi mau seperti apapun kamu, aku tidak akan marah, apalagi ada mereka disini? Sekarang katakan, apa yang membuat kamu berpikir kalau aku punya wanita lain, hmmm." Tanya Narendra sambil menggesek ujung hidungnya dengan ujung hidung Hani.
Keduanya saling menatap kedalam mata satu sama lain. " Aku hanya takut, kamu mencari pelampiasan diluar." Jawab Hani, membuat Narendra terkekeh geli.
" Bagaimana bisa aku mencari diluar, sedangkan aku memiliki istri yang selalu siap jika aku inginkan." Ujar Narendra.
" Tapi, kamu tidak pernah memintanya! Setelah kita bertemu, padahal kita sudah sebulan lebih bersama dan aku pun sudah baik-baik_"
" Sstthhtt," Narendra meletakkan jari telunjuk pada bibir Hani, kemudian mengusap bibir itu menggunakan ibu jarinya. " Aku mengerti Honey, satu-satunya alasan aku tidak memintanya, karena aku memikirkan kamu dan Anak kita, walaupun aku harus tersiksa menahan hasrat-ku sendiri." Jelasnya kemudian.
Hani pun mengangguk kepalanya mengerti." Tapi aku sudah baik-baik saja." Ucap Hani.
Narendra pun tersenyum." Ya aku tah m_ hmmpp." Belum sempat Narendra menyelesaikan ucapannya, Hani sudah lebih dulu membenamkan nempel bibirnya dengan bibir Narendra.
Narendra pun dengan senang Hati menyambut ciuman itu. " Ingin bercinta?" Tanya Narendra di depan bibir Hani begitu ia melepas tautan bibir mereka.
" Hmmm." Hani bergumam sebagai jawaban dan yang terjadi selanjutnya...