HAANIYA.

HAANIYA.
Silahkan nyonya.



" Sepertinya aku menginginkan sesuatu." Ucap Hani lalu meletakkan sisa es krimnya di atas meja.


Narendra mengerutkan keningnya, menunggu istrinya itu mengatakan apa yang dia inginkan, namun wanita itu tak kunjung mengatakan apa yang dia inginkan.


" Apa yang kamu inginkan Honey?" Tanya Narendra pada akhirnya.


Hani pun mengubah posisi duduknya lalu menghadap pria itu. " Aku menginginkan dirimu malam ini." Jawab Hani.


" Silahkan nyonya, lakukan apapun yang kamu inginkan?" Ucap Narendra merentang tangannya, mempersilahkan wanita itu melakukan apapun pada dirinya.


" Tidak disini, bawah aku ke kamar." Narendra langsung mengendong Hani lalu membawanya ke kamar tidur mereka.


Pria itu membaringkan tubuh Hani dengan perlahan di atas ranjang. Saat ia hendak menegakkan tubuhnya. Hani justru melingkarkan kedua tangannya pada leher Narendra lalu mencium bibir pria itu dengan sedikit menyesapnya.


Narendra yang sudah seminggu puasa karena berjauhan dengan Hani. Dengan senang hati menyambut ciuman istrinya.


" Aku mencintaimu." Ucap Narendra begitu melepas tautan bibir mereka, karena mereka berdua sama-sama membutuhkan oksigen.


Hani menatap kedua mata Narendra cukup lama lalu ia berkata di depan wajah prianya itu. " Aku juga mencintai kamu."


" Honey_"


" Ya, Aku mencintaimu Azzam." Dan keduanya pun kembali berciuman untuk menyalurkan perasaan satu sama lain.


Malam ini akan menjadi malam yang indah untuk keduanya, karena ini pertama kalinya keduanya melakukan penyatuan itu dengan penuh cinta bukan hanya sekedar tanggung jawab atau nafsu semata.


Penyatuan yang mereka lakukan, begitu pelan. Karena Narendra ingin menjaga kenyamanan kedua anaknya di dalam sana sekaligus menikmati penyatuan itu.


Cukup lama kedua melakukan penyatuan itu hingga akhir mereka sampai pada puncak dengan kepuasan satu sama lain. Setelah pergulatan itu mereka pun tertidur.


...\=\=\=\=\=\=\=\=\=...


Wanita itu sudah tidak menyebalkan lagi, ia juga lebih banyak bergerak, walaupun dia masih suka meminta ini dan itu.


Wanita itu juga mulai kesulitan tidur karena perutnya yang semakin membesar dan sering bolak-balik kamar mandi, membuat Narendra menjadi suami siaga, pria itu selalu terjaga dimalam hari jika merasakan pergerakan Hani, Narendra juga tidak akan tidur sebelum istrinya itu tidur lebih dulu, bukannya apa Narendra hanya ingin memastikan istri dan calon anaknya baik-baik saja sampai lahiran Nanti.


Karena kebiasaan Hani masih sama, dimana dia hanya ingin bertemu dengan orang-orang yang ingin dia temui saja. Seperti Hana, Bunda Dian, Ela, Lita membuat Narendra mengunakan waktunya 1 kali 24 jam untuk menjaga sang istri kecuali mereka tidur.


Dokter pun sudah melarang Hani pergi-pergi. sebab wanita itu sering sekali meminta keluar negeri, bahkan perayaan baby moon mereka dirayakan di Maldives dan terakhir mereka keluar negeri adalah seminggu yang lalu dimana mereka mengunjungi makam Keenan, Tidak seperti biasanya Hani membawa buket bunga mawar putih, sebab kali ini dia hanya membawa buket berwarna merah, membuat Lita yang tahu seperti apa janji Keenan dan Hani, sedikit terkejut berbeda dengan Narendra yang merasa cemburu akan hal itu. pria itu bahkan beberapa kali meminta Hani menukarnya dengan buket mawar putih tapi Hani tetap kekeuh dengan pendiriannya.


Ya, saat mengunjungi makam Keenan keduanya tidak sendirian.karena teman-teman mereka juga ikut untuk jalan-jalan. Ela, Kairan, Arga, Nico, Lita, Kevin bahkan, Lisa dan Nahla pun ikut, termasuk Nayna dan keempat adik Hani, siapa lagi kalau bukan Aiden, Hana, Gio Sama Aby. sehingga kedua wanita itu tidak dapat melakukan apapun karena mereka kalah jumlah serta posisi, belum lagi Narendra serta ketiga adik Hani yang selalu mengancam Kedua wanita itu, untuk tidak menyentuh Hati seujung kuku pun


" Hari ini aku sama Lita, udah janjian untuk jalan pagi bersama, jadi kamu tidak perlu ikut." Ucap Hani.


Namun Narendra langsung menolak dengan tegas. " Tidak honey, aku akan tetap akan ikut, aku tidak mau kamu sampai kenapa-kenapa." Sahut Narendra.


" Azzam, Lita bisa menjaga aku!"


" Tidak Honey! aku yang akan menjaga kalian?apa kamu lupa, Lita juga harus menjaga kandungannya." Sahut Narendra membuat Hani menyerah dan hanya bisa mengikuti apa yang di ucapkan suaminya.


Pagi itu ketiganya pun jalan pagi bersama. Lita sendiri tinggal di depan apartemen Hani dan Narendra karena Hani mendesak suami Lita untuk membeli apartemen kosong yang berada di depan apartemen mereka agar wanita itu bisa Hani jaga. sebab suaminya hanya datang seminggu sekali selebihnya dia akan bersama istri pertamanya yang juga sedang hamil saat ini.


Takdir orang sungguh rumit! entah apa yang di rasakan Lita, terkadang Hani sampai menitihkan air matanya menempatkan posisinya di tempat Lita.


" Kalian ingin sarapan Apa?" Tanya Narendra, setelah mereka memutari gedung apartemen itu beberapa kali.


"Terserah." jawab kedua wanita hamil itu kompak, kemudian mereka saling melirik Sebelum tertawa bersama.


" Baiklah aku yang pilih dan kalian nggak boleh menolak." Tegas Narendra dan keduanya pun mengangguk. Setelah itu mereka menghampiri pedagang kaki lima yang berada di luar gedung apartemen itu mereka lalu sarapan dengan menu ala kadarnya.