HAANIYA.

HAANIYA.
Kamu yakin?



"Jika kamu ingin berkerja! Datanglah besok jam 10.00 pagi, kamu tunggu saya di sini." Ucap wanita paruh bayah yang Hani Antar sampai depan mansion Regan, Sebelum mereka berpisah kemarin.


Wanita yang dia tahu adalah orang kepercayaan Regan, wanita itu yang bertugas mengurus semua hal yang ada di dalam mansion itu, termasuk menyeleksi pelayan yang masuk untuk jadi pekerja di mansion Regan.


Didalam Mansion itu, Regan memiliki lima puluh orang pelayan yang di tugaskan untuk mengurus mansion itu dan tiga puluh orang pengawal yang di tugas untuk menjaga keamanan mansion-nya.


Dan semua itu tidak seberapa karena di markasnya Regan masih mempunyai ratusan pengawal dan orang-orang terlatih lainnya.


Itulah sebabnya, Hani tidak dapat beradu kekuatan dengan Regan, jika dia tetap nekad melakukan hal itu, bukankah itu sama saja dengan dia bunuh diri.


Hani kini sedang menunggu wanita paruh yang dia tahu namanya adalah Jenny, sebab sebelum mereka berpisah kemarin. Mereka sempat berkenalan dan menyebutkan nama satu sama lain. Sebenarnya tanpa Jenny atau biasa di panggil madam Jenny itu, menyebutkan namanya! Hani sudah mengetahui segala informasi tentang wanita itu sehingga dia bisa merancang pertemuan kemarin dengan sebaik mungkin.


Hani melirik jam di pergelangan tangannya, dia mulai terlihat tidak sabaran, karena waktu bertemu mereka sudah lewat beberapa menit.


" Huuuffhhh." Wanita itu mendengus, Jika bukan karena dendamnya kepada pria itu, tidak akan mau dia berdiri di depan mansion orang seperti pengemis begini.


Lagian hanya ini satu-satunya cara yang aman untuk dia tetap berada di dekat Regan dan menyusun rencana untuk membalas pria itu.


Karena Hani yakin tempat paling berbahaya adalah tempat persembunyian yang paling aman. Jika dia lebih lama beranda diluar, cepat atau lambat Regan pasti akan menemukannya.


" Selamat siang, Alice! maaf membuat kamu menunggu." Sapa Wanita paruh baya yang sejak Tadi Hani tunggu.


" Selamat siang madam! Anda tidak perlu meminta maaf, karena saya yang membutuhkan pekerjaan ini, Jadi tidak ada salahnya jika sedikit menunggu."Sahut Hani sembari tersenyum kepada wanita itu.


Kekesalannya langsung menguap begitu saja, Berganti raut bahagia penuh harap! Saat melihat madam Jenny menghampirinya. " Oh iya apa kamu yakin ingin berkerja disini?" tanya madam Jenny, Wanita itu masih tidak percaya gadis yang lebih cocok menjadi model itu, kini harus berkerja kasar dengan menjadi pelayan di mansion ini.


" Tentu saja nyonya. Saya sangat membutuhkan pekerjaan ini juga tempat tinggal yang nyaman." Jawab Hani terdengar begitu polos dan Naif.


" Baiklah, kalau kamu sudah yakin untuk berkerja disini, Semoga kamu betah dan ingat setiap ingin pergi keluar kamu harus meminta izin dua atau tiga hari sebelum waktu kamu keluar. " Ucap wanita itu mengingatkan, walaupun dia sudah pernah mengingatkan hal ini kemarin tapi tak ada salahnya jika dia mengingatkan Hani lagi.


" Ini kamar kamu. Silahkan Beristirahat, Dua jam dari sekarang kamu bisa temui saya di Mansion utama dan saya akan menjelaskan apa yang tugas kamu disini." Ucap paruh baya ini, Setelah mengantar Hani ke sebuah kamar yang berada di paviliun.


Paviliun itu di khususkan untuk pelayan dan penjaga. Tapi ada pelayan-pelayan tertentu dan terpercaya yang menepati kamar pelayan di mansion utama, Seperti madam Jenny dan beberapa pelayan lainnya.


" Baik madam " Ucap Hani, Setelah itu madam Jenny pun meninggalkannya.


...\=\=\=\=\=\=\=\=...


Di tempat lain, Narendra justru harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit, karena perbuatannya.


Ya niatnya untuk membuat Hani keluar dari rumah orang tuanya, tidak hanya membuat dia kehilangan Hani saja.


Tapi Ketiga saudara laki-laki Hani pun tidak terima kakak perempuan mereka di perlakukan seperti itu, pertama mereka mungkin memaafkan karena ada orang tua mereka dan juga ada Hani waktu itu, tapi untuk yang kali ini tidak ada maaf untuk Narendra.


Aiden, Gio dan Abi memberikan pukulan yang bertubi-tubi kepada Narendra begitu mengetahui bagaimana pria itu menghina dan mengusir Hani Dan Narendra pun hanya pasrah saja menjadi samsak, untuk ketiga pria itu! hingga membuatnya berakhir di rumah sakit seperti ini.


" Ngapain di urusin sih ma! biarin aja." Ucap Ela saat mengunjungi saudara kembarnya itu. bahkan wanita itu dengan sengaja menekan luka-luka di tubuh Narendra dan di wajahnya.


" Ela jangan seperti itu." Tegur Luna, karena se-kesal apapun di sama Narendra, wanita itu tetap tidak tega jika melihat putranya meringis kesakitan.


" Ciih, mama terlalu memanjakan dia! jadinya gitu tuh manja." sahut Ela.


" Aauuhh Ela." Wanita itu sengaja menampar pipi Narendra di tempat yang lebam hingga membuatnya meringis kesakitan.


Tanpa menghiraukan jeritan Narendra, Naela melenggang keluar dari ruang rawat kakak laki-lakinya itu. Bahkan teriakkan Luna pun tidak ia dengarkan.