HAANIYA.

HAANIYA.
Tak pernah mencintaimu



Tiga Hari sudah Haaniya berada di Bali dan disini Narendra masih di sibukkan dengan pekerjaannya! Belum sempat untuk menyusul istrinya itu.


Sementara Haani, wanita itu masih sering mengabarinya seperti perjanjian awal, tetapi ia hanya mengirim pesan saja dan yang melakukan hal itu adalah Naela, sang adik ipar! tentu saja dengan mengunakan ponsel Hani, karena Hani sendiri pun sibuk dan tidak sempat mengabari Narendra kecuali malam tentunya.


Disaat Narendra tengah di sibukkan dengan tumpukan pekerjaan, Nahla tiba-tiba masuk kedalam ruangan kerjanya dan langsung memeluk tubuh Narendra dari belakang sembari mencium pipinya.


" Nala, kamu apa-apaan sih." Bentak Narendra seraya menyentak tubuh Nahla, hingga tangannya yang melingkar pada leher Narendra langsung terlepas. Narendra bahkan berdiri dari duduknya, kemudian menjauhi wanita itu.


" Bang, Nala nggak mau lagi ya ikutin permintaan Tante Luna." Teriak Wanita itu." Abang bilang nggak cinta sama dia, Abang cuma cinta sama Nala, apa yang Abang lakukan ke Hani itu cuma pura-pura. Tapi nyatanya, makin kesini Abang makin asyik sama dia, Abang lupa sama Nala." Lanjutnya. " Abang tahu nggak, Nala tuh rindu, Nala tuh cemburu, Nala ingin kita kaya dulu lagi."


Wanita itu terus saja mengeluarkan isi hatinya, Sementara Narendra tetap diam sambil menggaruk pelipisnya yang tidak gatal satu tangannya ia masukkan kedalam saku celananya.


Awalnya Narendra ingin menahan semua ini lebih lama lagi, tapi dia takut kenekatan Nala yang seperti ini, membuat Hani pergi, dia tidak sanggup jika hal itu sampai terjadi. Sebisa mungkin dia harus memanfaatkan kesempatan dan waktu yang di berikan Hani.


" Nalha, Sebelumnya Abang minta maaf sama kamu? Abang udah sering manfaatin kamu dengan berpura-pura mencintai kamu, Karena sesungguhnya dari awal, Abang tidak pernah cinta sama kamu, Abang mau jadi pacar kamu karena alasan yang tidak bisa Abang katakan sama kamu sekarang. Abang cuma cinta sama satu wanita dan itu Haaniya bukan kamu." Jelas Narendra, pria itu tidak peduli jika kejujurannya itu akan membuat Nahla sakit hati karena untuk saat ini perasaan dia dan Haaniya yang jauh lebih penting di atas apapun.


Terserah jika Nahla, akan menganggapnya egois dan membenci dirinya, dia tidak masalah dengan hal itu selama Haaniya tidak meninggalkannya. Harusnya sejak dulu dia bersikap seperti ini tapi semua sudah berlalu dan dia juga masih memiliki kesempatan selama beberapa bulan ke depan untuk memperbaiki semuanya.


" Bohong, Abang bohong kan sama Nala? Nala tahu bang, Abang mengatakan semua ini agar Tante Luna tidak curiga kan kalau Abang Sebenarnya benci banget sama Hani dan cinta Abang itu cuma sama Nala." Sela Nahla dengan begitu yakinnya, membuat Narendra mengeleng-geleng kepala. Wajar sih kalau Nahla menyimpulkan jika dia membenci Hani dari sikap Narendra selama ini, tapi dengan pede wanita ini mengatakan jika Narenda mencintainya. Astaga sungguh sebuah kesalahpahaman yang harus di luruskan karena dia tidak pernah mencintai Nahla sedikitpun.


Jika di tanya kenapa dia mau berpacaran dengan Nahla padahal ia tidak memiliki perasaan sedikitpun? Itu semua karena desakan teman-temannya, sekaligus untuk menolong Kevin.


Dan semua ini berawal dari beberapa tahun yang lalu, dimana Narendra begitu marah kepada Keenan, karena pria itu berani memacari Hani dan hilang kontak dengannya begitu saja.


Untuk menghilangkan kekesalannya kepada Keenan, Narendra sering menghabiskan malam di klub berharap dengan begitu ia dapat menghilangkan perasaannya. Tapi siapa sangka hal itu justru dimanfaatkan oleh Lisa, yang sudah lama menaruh hati kepadanya, wanita itu ingin menjebak Narendra dengan sengaja membayar bartender untuk mencampurkan minuman Narendra dengan obat perangsang, kemudian mengantarkan ke meja mereka. Kebetulan Lisa, Nahla dan Amna juga ikut bergabung bersama mereka! Tapi hal itu justru di ketahui oleh Nahla.


Nahla pun tidak ingin kehilangan kesempatan, ia juga suka kepada Narendra. Jadinya dia mengancam akan menceritakan hal ini kepada Melly dan Luna. Lisa yang kesal kepada Nahla, meminta agra untuk mengantarnya pulang dan tidak peduli lagi dengan rencananya.


Dan entah di bilang beruntung atau apes. Kevin yang baru saja datang langsung meneguk minuman itu tanpa bertanya lebih dulu.


Melihat kehadiran Kevin, Narendra meminta Kevin untuk mengantarkan Nahla pulang, sabab gadis itu sudah sangat mabuk, Setelah itu dia langsung pulang lebih dulu karena Luna sudah berulang kali menelponnya dan memintanya untuk pulang segera atau dia akan menyusul putranya itu.


Dan yang terjadi selanjutnya Kevin tidak mengantar Nahla pulang, tetapi keduanya justru berakhir di sebuah kamar hotel. Kevin tidak memikirkan segala dampaknya nanti sebab dia sudah di kuasai oleh naf-su yang meminta untuk segera di salurkan.


Disaat kesadarannya kembali, Kevin justru panik sendiri, ia takut di hajar oleh Jayden jika Nala mengadukan hal itu kepada ibunya. Walaupun Kevin yakin itu bukan pengalaman pertama Nahla, tetap saja ia khawatir apalagi selama ini Nahla berperan sebagai gadis polos dan manja ia juga sering memanfaatkan rasa bersalah ibunya, bukan tidak mungkin dia juga akan melakukan hal itu untuk memberi pelajaran kepada Kevin.


Memikirkan semua itu membuat Kevin cemas dan takut ia langsung menghubungi Narendra dan kai untuk membantunya kebetulan kai dan pacarnya juga menginap di hotel yang sama dengannya, karena hotel itu berseberangan dengan club' yang mereka datangi.


"Kai bantu aku, Sebelum dia bangun! Please." Mohon Kevin. Karena pikirannya kai adalah anak orang kaya, pengusaha juga jadi kalau dia di tuntut masih amanlah, Sementara dia cuma pemuda biasa yang sedikit beruntung karena menjadi sahabat Rendra.


" Nggak! Enak saja, kamu makan nangkanya masa aku yang dapat getahnya. Enak bener kamu." Tolak Kai.


Kevin pun tidak punya pilihan, ia ingin meminta bantuan kepada Narendra yang baru datang, tapi Nahla keburu bangun dan wanita itu mengira Narendra-lah yang menidurinya, ia bahkan menangis dan meraung seakan dia adalah korban dan terus berteriak menuduh Narendra. Ia bahkan tidak menghiraukan penampilan Narendra yang lebih rapih dari kedua pria yang berada di kamar hotel itu.


Narendra yang mulai sakit kepala mendengar suara cempreng Nahla yang terus menuduhnya. Terpaksa bertanya wanita itu mau apa agar dia bisa diam. Nahla dengan yakin mengatakan ingin menjadi pacarnya. Tentu saja Narendra menolak hal itu, tapi kedua sahabat tak berakhlak itu mendorongnya untuk menerima Nahla sambil mencari cara untuk memutuskannya nanti.


Dan disitulah awal hubungan Nahla dan Narendra terjadi jika di tanya sudah pernahkah terjadi adegan pemersatu bangsa di antara keduanya. Tentu saja tidak, karena Narendra cukup menghormati Dina. Dia lebih baik menyewa jala-ng bersih di luar sana ketimbang dia harus menusuk bulak-balik Nahla. Walaupun begitu, Narendra tetap seorang lelaki, sehingga ia beberapa kali ada lah melakukan make-out dengan Nahla tapi hanya sampai tahap hisapan dan obok-mengebok saja! Termasuk di malam pertamanya dengan Hani, semua itu bisa terjadi karena Nahla yang terus membuka diri untuk Narendra. Sebagai lelaki normal tentu saja ia tergoda.


" Bang jawab Nala, semuanya bohong kan! Abang masih cinta sama Nala." Tanya Nala lagi sembari mengguncang lengan Narendra, membuat pria itu tersadar dari lamunannya.


Oh iya sambil tunggu Haaniya mampir yu ke cerita teman aku. Semoga kalian suka.