HAANIYA.

HAANIYA.
Berita mengejutkan



"Ela kalian disini juga?" Tanya Lita. Wanita itu baru kembali dari kantin, Setelah membeli kopi untuk dirinya dan Narendra.


"Iya dua hari aku kedepannya aku libur jadi aku ingin menghabiskan waktu bersama kalian berdua sebelum kamu kembali ke Bali nanti." Jawab Ela.


Rencananya begitu Hani keluar dari rumah sakit, Ela akan langsung kembali ke Bali karena dia memiliki banyak pekerjaan di sana dan Hani tahu akan hal ini.


"Kamu mau kopi?" Lita menawari Kairan kopi, Setelah dia memberikan segelas kopi pesanan Narendra, kepada pria itu.


" Kalau boleh." Ucap Kai dan Lita pun memberikan kopi pesanannya kepada suami dari sahabatnya itu.


Setelah itu dia bergabung bersama Hani dan Ela di ranjang Hani.


Ketiganya pun mulai Asyik bercerita sembari bercanda tanpa menghiraukan kedua pria yang juga tengah asyik membahas sesuatu, itu.


Hingga Ela memberitahu berita yang cukup mengejutkan, wanita itu berkata. "Minggu depan kak Arga sama Lisa akan menikah di Bali, kamu ikut nggak Han?"


" Apa! Ini serius?" Alih-alih menjawab pertanyaan Ela, Hani justru balik bertanya.


" Tentu saja! Tanya tuh Mereka kalau nggak percaya." Jawabnya sembari menunjuk kepada Narendra dan Kairan.


" Kok mendadak? Apa jangan-jangan Lisa_"


" No! Kamu salah Hani sayang, Lisa tidak kenapa-kenapa, justru karena dia takut bernasib sama seperti Nahla dan Amna, makanya itu dia maksa kak Arga untuk segera menikahinya. Tau sendiri kan bucin-nya kak Arga ke Lisa tuh kaya gimana! Dia langsung nurut gitu aja. Mama dan papa serta kakek udah minta dia untuk memikirkan semuanya lagi dan jangan terburu-buru. Tapi kak Arga tetap Keukeh pada pendiriannya." Jelas Ela panjang kali lebar.


" Bagus dong, setidaknya dia sudah keluar dari keluarga Xavier dan tidak menjadi benalu lagi di sana." Sahut Lita dengan entengnya.


" Tapi dia jadi bagian dari keluarga aku dan aku tak suka itu. Menyebalkan rasanya harus menerima kenyataan punya ipar seperti dia! Aku lebih berharap jodoh kak Arga itu kamu, bukan dia_"


" Dan aku tidak mengharapkan doa_mu itu." Sela Lita, seraya memandang tak suka kepada sahabatnya.


"Hello, Lita sayang mau sampai kapan kamu berpikir seperti itu, buka mata kamu dan lihatlah tidak semua pria itu sama." Ela berkata sambil mencubit kedua pipi Lita, membuat wanita itu semakin kesal kepadanya.


" NAELA AZZURA." Sentak Lita sembari menghempaskan tangan Ela dari kedua pipinya." Kamu menyebalkan, dasar nyonya masih gammpp_"


" Ela, Lita kalian menindih kaki ku." Tegur Hani


"Maaf" Ucap keduanya kompak sembari menjauh dari Hani.


" Kalian ini." Keluh wanita hamil itu sembari mengeleng-geleng kepalanya. Sementara ke-dua wanita itu hanya tertawa sembari menunjukkan deretan gigi mereka.


Keributan yang di lakukan ketiga wanita itu, hanya di lihat saja oleh KAI dan Rendra. Sebab kedua pria itu mengerti bagaimana mereka saat berkumpul, pasti akan saling mengusili juga, seperti yang di lakukan Hani dan kedua sahabatnya itu.


...\=\=\=\=\=\=\=\=\=...


Waktu berlalu dengan begitu cepatnya tidak terasa kini Hani sudah di bolehkan untuk pulang.


Dan mereka akan pulang ke apartemen Rendra untuk sementara waktu, sambil menunggu rumah yang baru di beli Narendra siapa untuk di tempati.


Narendra sengaja tidak membawa Hani pulang ke rumah orang tuanya karena Hani tidak ingin tinggal disana dan demi kenyamanan istrinya yang saat ini tengah mengandung itu dan Narendra tentu harus menghargai keputusan itu.


" Sudah siap?" Tanya Narendra, begitu pria itu kembali ke ruangan rawat inap istrinya.


" Ya! Kamu sudah mengambil obatku." Jawab Hani, sembari balik bertanya.


Narendra pun mengangguk sembari menunjuk beberapa macam obat yang ada di tangannya.


Pria itu baru selesai mengurus administrasi istrinya dan sekaligus menebus resep obat untuk Hani bawah pulang.


" Dimana Lita? " Tanya Narendra ketika dirinya tidak melihat sahabat istrinya itu.


"Dia sedang mandi sekaligus bersiap-siap. Setelah mengantar aku nanti, dia akan langsung kembali ke Bali siang ini." Jawab Hani.


" Dia kerja apa disana? Kenapa buru-buru sekali?" Tanya Narendra, namun Hani hanya menjawab dengan menaikkan kedua bahunya, seolah-olah dia tidak tahu tempat Lita bekerja .


" Entahlah dia belum cerita kerja dimana! Lagian aku juga nggak tanya." Jawab Hani tidak ingin memberi tahu yang sebenarnya jika Lita itu berkerja di hotel miliknya yang ada di sana.