HAANIYA.

HAANIYA.
Maafkan aku sayang.



" Pergi dari sini atau aku akan membunuhmu." Ucapannya tidak main-main.


Namun Narendra justru tersenyum sambil membuka lebar kedua tangannya, seakan mempersilahkan orang itu untuk melakukan apapun pada dirinya.


"Aku tidak main-main untuk kali ini, Narendra Azzam Sanjaya! Sebaiknya kamu tinggalkan apartemen aku sekarang juga. "Tegasnya dan orang itu Adalah Haaniya. "Keluar dari apartemen aku breng-sek. Kamu pikir kamu siapa haah, sehingga kamu dengan sesuka hatinya terus mempermalukan aku serta menyakiti hati aku sesuka hati kamu."


" Sayang maaf aku bisa jelaskan." Ucap Narendra mencoba membujuk. Namun wanita itu mengeleng kepalanya, dia terlalu malas mendengar alasan apapun.


Bukannya apa! Dalam rencana mereka tidak ada kesepakatan untuk Nahla ikut serta! Tapi pria itu dengan sengaja membawanya, belum lagi kata-kata Narendra kepadanya, sungguh buat Hani sakit hati.


Sekalipun untuk alasan kebaikan, tapi tidak dengan di usir seperti tadi juga, oke keduanya mungkin tahu semua itu hanya main-main tapi bagaimana dengan Nahla serta keluarga suaminya, mereka tidak tahu kalau semua itu hanya main-main dan hal itu membuat Hani malu, Ya dia malu di permalukan Seperti tadi dan yang paling mengecewakan lagi, ini kedua kalinya Narendra melakukan hal itu kepadanya.


"Aku nggak butuh penjelasan kamu! Mau pisah kan ayo! Kita pisah, aku bisa menyelesaikan masalah aku sendiri, mau hidup mati sekali pun jangan pedulikan aku. " Ucap Hani lagi.


Tau sang istri marah! Narendra langsung bersimpuh di hadapan Hani. " Maaf, aku salah! Tolong jangan bilang pisah sayang, aku nggak mau pisah sama kamu." Dalam hal ini Narendra tidak bermaksud untuk menyakiti Hani.


Itu sebabnya dia memanfaatkan kontrak pernikahan mereka dan membuat seakan-akan dia yang salah dalam hal ini, karena dia tahu sang mama tidak akan pernah setuju jika dia menikahi Nahla dan untuk terlepas dari Nahla serta gangguan wanita itu, Narendra sudah punya rencana yang cukup matang untuk Nahla.


Tapi sepertinya dia harus memikirkan ulang semua rencannya Jika istrinya itu kembali tersakiti. Jujur Narendra pikir Hani tak akan sakit hati sebab wanita itu selalu dengan pede berkata jika Nahla bukan saingan dia dan dia tidak perlu bersaing dengan siapapun, jika benar Narendra miliknya tetap akan kembali kepada-nya, tidak mau seperti apapun dia paksakan dia tidak akan mendapatkan Narendra dan yang ada hanya rasa sakit.


" Pergilah Azzam, kita lupakan semua rencana kita! Aku tidak akan melibatkan siapapun lagi untuk masalahku, aku yakin Regan tidak akan menyakiti aku," ucap Hani dengan yakinnya. Dan yang di katakan Hani memang benar adanya, Regan tidak mungkin untuk menyakiti Hani, sebab pria itu terlalu terobsesi untuk memilikinya.


Dia bahkan menurut saat Hani menolak sentuhannya Jika tanpa adanya ikatan pernikahan, Dan dalam seminggu Regan langsung menyiapkan penikahan Mereka sayangnya Kenan datang dan menggagalkan Semua itu, hingga membuat Regan marah dan harus membunuh pria itu dengan cara yang paling kejam agar tidak ada yang berani bermain-main lagi dengannya.


Malam itu disaat Hani dan Kenan jatuh kedalam air, Regan mengutus anak buah terbaik untuk ikut terjun mencari mereka berdua.


Kenan yang tidak ingin Hani di tangkap karena pria itu yang bertanggung jawab atas keselamatan Hani sampai wanita itu kembali ke tengah-tengah keluarganya. Meminta Haani menyelam dengan mengikuti arus, sementara dirinya muncul ke permukaan untuk mengelabui anak buah Regan.


Tapi sayang, Dia justru di siksa hingga merenggang nyawa di tangan pria itu dan saat tubuh kenan sudah tidak bernyawa, Dia di kubur begitu saja. Yang mana membuat Hani sangat membenci Regan.