
Las Vegas, USA.
Di sebuah kasino yang sangat terkenal di kota itu, seorang pria tengah duduk, mempertaruhkan chip-chip bernilai milyaran dollar di atas meja judi.
Pria itu adalah Regan Arvenio Elbarack. Seorang mafia tampan yang berhati dingin dan terkenal dengan kekejamannya. Pria itu tak segan-segan untuk membunyikan pistolnya jika ada yang berani mengusiknya.
Selain terkenal sebagai mafia, ia juga seorang CEO di salah satu Perusahaan besar di kota las Vegas, juga beberapa kota besar lainnya.
Tapi siapa yang akan menyangka pria setampan juga sekaya Regan pernah di tolak serta di khianati wanita yang tinggal selangkah lagi menjadi istrinya.
Pengkhianatan yang di lakukan calon istrinya, membuat pria itu membalasnya kepada Pela-cur- Pela-cur yang ia bayar untuk menghabiskan malam dengannya, bahkan tak jarang dari mereka yang ia bunuh begitu ia selesai mengunakan tubuh mereka.
Nama wanita hebat itu adalah Zivanna Lee dan seperti apa wajahnya tidak ada yang tahu, kecuali Regan dan Antek-anteknya itupun dalam bentuk samaran. Regan sendiri pun tidak tahu jika nama Zivanna Lee, adalah sebuah nama samaran! karena nama wanita itu sebenarnya adalah Haaniya Dianly Xavier.
Nama Ivanna sendiri begitu terngiang-ngiang di kepala mereka yang pernah menghabiskan waktu bersama Regan. Sebab para wanita itu hanya, bisa mende-sah dan mengerang tanpa bisa protes, saat Regan menyebut nama Ivanna di sela-sela percintaannya dengan wanita lain, jika ada yang protes dan tidak terima dengan apa yang dia lakukan, orang itu sudah siap bertemu dengan malaikat maut, sebelum waktunya.
Namun anehnya para, wanita-wanita itu, bukannya tobat, mereka justru semakin menyukai Regan saat tubuh pria itu berada mereka.
" Oh sial kalah lagi." umpat lelaki berperut buncit yang berada satu meja judi dengan Regan, ketika chip-chip miliknya berpindah ke tangan pria itu.
" Kamu tidak akan pernah bisa mengalahkan aku! sebaiknya kamu tinggalkan permainan ini, sebelum kelelahan ini berakibat pada perusahaan kamu." Ucap pria itu dengan begitu angkuhnya, disertai kepulan asap yang keluar dari bibirnya membentuk bulatan-bulatan.
" Anda terlalu merasa tinggi tuan dan malam ini saya mungkin kalah dari anda tapi saya tidak akan lupa jika Anda juga pernah di kalahkan oleh seorang wanita."Kekalahannya membuat pria itu,lupa dengan siapa dia berhadapan, sehingga ia begitu berani menantang Seorang Regan seperti itu.
Tanpa banyak bicara, Regan langsung berdiri dari duduknya mengeluarkan pistol dari saku jasnya. Kemudian menembak tepat pada dahi pria itu dan dua peluru lainnya ia sematkan di dada bagian kiri dan Kanannya." Itulah hukuman untuk orang yang berani berkata lebih dari dua kata tanpa se-izinku." Ucap Regan tanpa belas kasih dan tidak ada yang berani menentangnya. pembunuh di Casino bukanlah sesuatu yang baru untuk orang-orang yang berkerja disana atau menjadi pengunjung tempat itu. " Urus dia, Jhon dan Pastikan polisi-polisi bodoh itu tidak mengusik waktuku. Kamu bawah dan lemparkan mayatnya di hadapan keluarganya. Jangan lupa untuk membawa kedua anak gadisnya pada pelelangan malam ini untuk menganti hutang-hutang ayah mereka serta Akuisisi perusahaannya." Titah Regan kepada tangan kanannya tanpa ingin di bantah kemudian pria itu menarik rambut salah satu pelayan wanita di Casino itu untuk mengikutinya.
Regan melangkah masuk kedalam lift, yang akan mengantarnya ke lantai paling atas dimana kamarnya berada. Begitu lift itu berhenti dan terbuka! Regan langsung di sambut pintu besar berwarna coklat di hadapan. pria itu kemudian memasukkan sidik jarinya dan pintu pun terbuka. ia mendorong wanita itu untuk masuk kedalam, setelah itu melepaskan ikat pinggangnya wanita itu mengerti apa yang di inginkan Regan, tanpa menunggu perintah ia langsung berlutut didepan Selang-kangan Regan dan meneruskan apa yang di inginkan pria itu , karena ia tidak ingin berakhir sama seperti pria tadi.
Wanita itu tanpa malu-malu menunjukkan keahliannya dalam memanjakan benda panjang, berurat tak bertulang milik Regan, membuat pria itu tak tahan untuk tidak mengeluarkan suara erangan serta desa-hannya.
" Sial, kenapa kalian begitu bodoh! kenapa kalian tidak bisa seperti dia." Ucap pria itu sembari memejamkan matanya. " Oh Ivanna! harusnya kamu biarkan aku merasakan milikmu sebelum kamu pergi, oohhh dasar breng-sek." Umpatnya lagi.
Kata breng-sek, yang entah dia ucapkan kepada siapa! membuat dadanya terasa begitu nyeri! Kata itu sering Ivanna ucapkan kepadanya dan masih banyak umpat lain, yang wanita itu tunjukan kepadanya jangan lupa tatapan benci dan jijiknya. membuat Regan hampir gila mengingat hal itu.
" Sia-lan, kalau aku tahu kamu akan melarikan diri! harusnya aku memperkaosa kamu! bukan Aarrrgggghh." pria itu menjambak rambut wanita bawa sana dan mengerakkan kepala wanita itu dengan begitu cepat dan brutal, hingga wanita itu tersedak, Namun Regan tidak peduli, pria bahkan tidak menurunkan tempo permainannya, hingga ia menyemburkan bibit anaknya yang terbuang percuma. " Sialan, kau bukan Ivanna, dasar jala-ng keluar dari kamarku, sebelum aku meledakkan kepalamu." Usirnya. Wanita itu pun pergi meninggalkan Regan dengan kegilaannya di dalam sana, Wanita itu tidak mempermasalahkan apa yang di lakukan Regan, karena dia keluar dari kamar Regan dalam keadaan hidup saja sudah sangat bersyukur.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Hari pertamanya di tanah air tercinta, sungguh melelahkan untuk Hani, selain dia harus berpura-pura di hadapan sahabat-sahabat orang tuanya dan anak-anak mereka, yang mana membuat meeting Hani tertunda dari jadwal yang sudah di sepakati. Bersyukur staf hotelnya begitu kompeten dan menghargai orang yang mengaji mereka, sehingga Hani datang jam berapa pun mereka tidak mempermasalahkan.
" Akhirnya meeting ini selesai juga." Ucap Hani, sembari mendarat bokongnya di sofa ruang kerja Dino. " terima kasih ya kak! sudah mau membantu mengurus hotel ini selama Hani tinggalin." Ucapnya lagi kepada Dino.
" My honey, kamu ngomong apa sih! aku disini di gaji oleh kamu, sudah sewajarnya aku pun melakukan yang terbaik untuk kami juga. " Sahut Dino, dari kursi kebesarannya. " Tanpa bantuan kamu, kakak ipar dan keponakanmu tidak akan hidup dan makan enak seperti sekarang, Oh iya dia juga berpesan jika kamu memiliki waktu temui-lah dia di rumah sekaligus jenguk kedua keponakan kamu." Lanjut, Hani pun hanya menjawab dengan anggukan kepala.
" Sampaikan salam-ku kepada Kaka ipar, begitu urusanku selesai, aku akan menemui mereka. Oh iya kak! aku harus ke club' sekarang. mommy pasti sudah menunggu aku di sana." Ucap Hani sembari beranjak dari tempat duduknya. Kemudian menghampiri Dino yang ikut beranjak dari tempat duduknya. Keduanya saling berpelukan sebentar, Setelah itu Dino mengantar Hani menuju lift khusus. " Sekali lagi terima kasih ya kak! aku puas dengan hasil kinerja kakak. bulan ini aku akan memberikan bonus dua kali lipat dari bulan kemarin, oke. Aku pergi dulu, bye kak." Lanjutnya lagi, sebelum melangkah masuk ke dalam lift.