HAANIYA.

HAANIYA.
Tidak Honey.



Waktu berlalu dengan begitu cepatnya, tidak terasa sudah satu bulan Hani mengurung dirinya di apartemen. Bukan karena dia yang tidak ingin keluar tapi kehamilannya yang membuat dia malas melakukan hal itu.


Narendra sudah sering mengajaknya untuk keluar sesuai saran dari mertua dan mamanya karena tidak ingin Hani bosan, mengingat wanita hamil mudah bosan dan gampang stress, Namun Hani terus Menolaknya.


Dan hari ini mau tidak mau, Hani harus keluar, karena hari ini adalah jadwal pemeriksaan kandungannya, lebih tepatnya tiga hari yang lalu, tapi Hani selalu menolak untuk pergi.


Tentu saja Narendra turuti semua keinginannya, tapi untuk kali ini tidak, sebab orang tuanya terus-menerus memaksa dia untuk membujuk Hani ke dokter.


" Azzam_"


" Tidak Honey, hari ini kandungan kamu harus di periksa." Ucap Narendra, sembari mencium kening Hani.


Wanita itu saat ini tengah duduk di depan meja riasnya, menyisir rambutnya dengan malas-malasan. Terlihat jelas diwajahnya, wanita itu tidak ingin pergi kemanapun.


"Tidak bisakah_"


" Tidak Honey." Tegas Narendra lagi.


Pria itu kemudian mengambil sisir dari tangan Hani kemudian menyisir rambutnya. " Kamu sudah melihat beritanya?" Narendra bertanya di sela-sela ia menyisir rambut Hani.


Hani pun menjawab dengan menganggukkan kepalanya." Apa yang kamu rasakan sekarang?" Tanya Narendra ingin tahu.


" Ketenangan! Apa aku jahat Azzam?" Jawab Hani seraya balik bertanya.


" Tidak Honey, kamu melakukan hal itu untuk melindungi Hana, kamu adalah kakak yang baik! Jika Nayna berada di posisi yang sama, aku juga akan melakukan hal yang sama. Jangan merasa bersalah dan jangan pikirkan apapun, oke! I love you." Ucap Narendra sambil mengusap punggung Hani, Setelah meletakkan sisir yang dia gunakan untuk menyisir rambut Hani.


Andai dulu Regan tidak mengancamnya sambil menyebut nama Hana, mungkin pria itu masih bebas kemana saja Sekarang ini.


" Hmmm, terima kasih." Sahut Hani tanpa membalas ungkapan cinta dari Narendra.


Dan Narendra juga tidak mempermasalahkan hal, walaupun jauh di lubuk hatinya dia sangat ingin mendengar kata-kata cinta keluar dan bibir Hani. Tapi Narendra sadar untuk saat ini, yang paling utama adalah membuat Hani percaya dengan kelulusan cintanya.


" Aku tidak suka mengikat rambutku akhir-akhir ini, karena itu membuat kepalaku sakit, Azzam." Jawab Hani.


" Baiklah, sudah selesai! Kita pergi sekarang?" Hani mengangguk dan keduanya pun meninggalkan apartemen itu menuju rumah sakit dimana Narendra telah membuat janji dengan dokter kandungan.


Hubungan keduanya dari hari ke hari semakin membaik dan harmonis.


Regan yang awalnya mereka takutkan, telah di penjara karena bukti-bukti yang Hani dapat, aset-aset dan tabungannya pun telah di bekukan, karena semua itu hasil dari usaha ilegal yang dia lakukan selama ini, Mulai dari penjualan obat terlarang, manusia sampai beberapa senjata ilegal.


Dan lebih membuat Hani dapat bernafas lega, saat dia tahu obat yang dia tukar dengan vitamin Regan di konsumsi pria itu sampai habis karena mereka tidak mengetahui tentang obat itu.


Sementara untuk Nahla sendiri, Kevin-lah yang mengurusnya, pria itu berjanji kepada Narendra, bahwa Nahla tidak akan pernah menganggu mereka lagi dan benar saja. Nahla tidak pernah memiliki kesempatan untuk melakukan hal itu karena Kevin selalu mengawasinya dan Narendra sendiri pun tidak memiliki perasaan apapun pada Nahla, jangankan perasaan melihat kearahnya saja tidak.


...\=\=\=\=\=\=\=...


Setelah menempuh perjalanan hampir setengah jam, akhirnya mereka sampai di rumah sakit yang tujuh.


Keduanya pun langsung masuk keruang dokter tanpa harus menunggu nama di panggil.


" Selamat siang dok, bisa kita langsung pemeriksaan saja, aku sudah tidak tahan." Ucap Hani.


Sang dokter pun hanya bisa mengangguk, ketika melihat wajah pucat Hani dengan keringat dingin yang membasahi dahinya dan beberapa tempat di wajahnya.


Sebab saat ini Hani benar-benar merasakan pusing dan dokter pun segera memeriksa kandungannya.


Dokter mengatakan kandungan Hani baik-baik saja, ia juga menulis resep vitamin untuk Hani. pemeriksaan kandungan Hani tidak berjalan lama karena wanita itu yang sudah tidak tahan berlama-lama di luar.


Begitu selesai pemeriksaan dan mendapatkan vitamin untuk Hani, keduanya langsung pulang ke Apartemen.