HAANIYA.

HAANIYA.
Meminta izin.



Hotel Grand Secret, tepatnya sebuah kamar presidential suite, Terlihat seorang pria sedang berbicara dengan kenalannya melalui sambungan telpon. pria itu berdiri pada balkon kamar sambil menatap keindahan kota itu dari tempatnya berdiri, dengan kedua tangan yang berpegang pada tralis pembatas, Pria itu kini sedang berbicara dengan seseorang yang berada jauh di sebrang sana, terlihat dari earphone yang terpasang di telinganya.


" Sedang apa kamu di las Vegas, apa kamu membutuhkan pesanan baru! bukankah Sebelum aku pergi beberapa anak buah ku telah menyelundupkan, beberapa ton ke tempatmu. Apa penyelundupan itu gagal, ingat aku tidak mau rugi, apapun yang terjadi aku harus tetap mendapatkan uangku." Ucap Pria itu kepada orang yang menelponnya.


" Mr Regan! kamu tidak perlu khawatir untuk itu! barang-barang itu sudah sampai dan rasanya masih kwalitas terbaik, aku senang berbisnis dengan Anda." Jawab orang dari seberang sana, kepada pria yang bernama Regan itu. " Aku menelepon karena ingin bertemu denganmu, sayangnya kamu tidak ada disini dan adikmu berkata kamu sedang mengejar seorang wanita. Apa dunia akan berakhir, sehingga Mr Regan yang biasanya membuat wanita tunduk di depan Selang-kangannya kini harus menunduk di depan Selang-kangan wanita itu. Katakan wanita seperti apa dia, aku akan menyiapkan seratus yang lebih baik dari dia. Sehingga anda tidak perlu mempermalukan diri anda seperti sekarang ini." Lanjutnya lagi dari seberang sana, membuat Regan tersenyum seraya mengeleng kepalanya, walaupun hal itu tidak dapat di lihat oleh orang yang menelponnya.


" Kamu tidak perlu khawatir serta repot untuk mencari aku wanita, Maddie! Karena aku masih Regan yang sama, Wanita tetap alat untuk mengeluarkan bibit tak terpakai, tidak lebih_"


" Apa kamu tertarik pada gadis yang kamu kejar saat ini." Tanya orang itu, memotong ucapan Regan Sebelum pria itu menyelesaikan kata-katanya.


" Kamu benar sekali Maddie aku sangat tertarik kepadanya, saking tertariknya aku rasanya ingin aku hancur kesombongannya itu sampai tak tersisa sedikitpun." Ucap Regan sembari mencengkram tralis besi yang ia pegang dengan begitu kuatnya hingga buku-buku jarinya memutih seakan benda itu adalah Haaniya. pria itu bahkan menyatukan giginya hingga menimbulkan suara seperti orang sedang mengigit es batu.


" Wow, Sepertinya kalian berdua memiliki kisah yang memilukan, Apa cinta bertepuk sebelah tangan atau di paksa keluar pas lagi asyik-asyiknya." Ucap Maddie dari seberang Sabrang sana, di ikuti oleh tawa mengejek pria itu.


" Sudahlah, lupakan soal wanita itu, biarkan wanita itu menjadi urusanku, sekarang katakan tujuan kamu menelpon Ku." Regan sengaja mengalihkan pembicaraan mereka tentang Hani.


" Sayang sekali, padahal kamu tahu betul, Aku selalu tertarik dengan wanita yang membuatmu tertarik."


" Dia hanya wanita bodoh yang dibutakan oleh cintanya, kamu tidak perlu tertarik kepada wanita itu, karena hal itu hanya akan membuatmu sakit kepala. Katakan ada kamu menghubungiku." Regan kembali menanyakan pertanyaan yang sama.


" Baiklah aku tidak akan bertanya lagi jika kamu menginginkan seperti itu. Aku menghubungimu hanya untuk mengajakmu bertemu, Karena aku sedang berada di sini, sayang kamu tidak berada di tempat." Regan terlihat mengangguk-anggukkan kepalanya, seolah mengerti walaupun hal itu tidak dapat di lihat oleh Maddie di seberang sana.


" Maaf kan aku! Di lain waktu jika kamu berkunjung lagi, aku sendiri yang akan menyambut kedatangan kamu dan akan aku sungguh anggur terbaik untukmu. "


" Aku menunggu saat datangnya hari itu." Jawab orang di seberang sana membuat Regan tersenyum puas, ia itu pun mengiyakannya, membuat Regan tersenyum puas.


Sore itu jadwal Dino untuk berangkat ke Bali! karena sudah biasa tiga bulan sekali pria itu akan berangkat kesana untuk melakukan kunjungan sekaligus mengecek kinerja Anak Cabang hotel Grand Secret yang ada disana.


Sayangnya, siang Harinya Anak Dino keserempet motor saat Anak itu bermain-main bersama temannya di sekolah karena istrinya terlambat menjemput Anak Dino di sekolah, Alhasil pria itu tidak bisa berangkat ke Bali karena ia tidak dapat bekerja dengan tenang jika kondisi anaknya masih seperti ini.


Hani yang mengetahui Hal itu langsung mengunjungi Anak Dino saat jam makan siang, begitupun dengan Lita. " Bagaimana Kondisi tio, kak." Tanya Hani setibanya Di ruang rawat anaknya Dino. Hani kemudian menyerahkan mobil-mobilan yang ia beli untuk Tio, anaknya Dino, Kepada sang istri Dino tak lupa mereka berpelukan dan cium pipi kanan juga pipi kiri. Lita pun ikut menyerahkan mainan yang di beli, serta melakukan hal yang sama seperti yang di lakukan.


" Dia, baik-baik saja! lagian dia hanya sedikit terkejut tadi, tapi sejauh ini aman kok, ini juga dia baru aja tidur." Hani mengangguk mendengar penjelasan Dino. Wanita itu duduk di ruang itu sejak, mereka berbincang cukup lama hingga Dino teringat rencana keberangkatannya ke Bali.


Pria itu kemudian mengajak Hani dan Lita keluar setelah menitipkan putranya kepada sang istri,. Dino sengaja memilih Taman yang sedikit sepi Sehingga mereka dapat, dengan leluasa membahas urusan pekerjaan tanpa takut di ganggu.


"Gimana sama jadwal ke Bali?" Tanya Hani, saat mendaratkan bokongnya pada bangku taman.


" Kakak, juga nggak Tahu, Honey. Lagian Tio kalau masih sakit seperti ini anaknya, sedikit rewel, bagaimana kalau kamu aja yang pergi di temani Lita, sekaligus ngajarin dia juga." Jawab Dino sekaligus memberikan saran kepada Hani.


" Aku sih mau-mau aja kak! tapi kakak kan tahu sendiri, status aku, kalau aku maksa pergi tanpa beri tahu siapa-siapa bisa heboh dong keluarga aku." Sahut Hani di angguki Lita dan Dino.


" Ya udah kamu izin aja sama Narendra! katakan padanya kalau ada salah satu teman kamu yang akan menikah disana dan dia ingin mengundang kamu." Usul yang di berikan Dino cukup masuk akal, tapi apa Narendra Akan setuju. " Udah kamu nggak usah banyak berpikir, di coba aja dulu. Waktunya mepet ini." Lanjutnya, Hani pun dengan berat hati mengangguk kepalanya.


" Baiklah, aku akan coba memberi tahunya. untuk itu aku harus kembali Sekarang, kamu juga kembali ke apartemen aja Lita, Siap-siap gih. kalau udah dapet persetujuannya kita tinggal berangkat. Titah Hani kepada Sahabatnya itu.


Setelah itu keduanya pun berpamitan kepada Dino dan hanya menitip salam untuk istrinya Dino. Setelah mendapat anggukan dari Dino. keduanya pun berpisah, Hani kembali ke perusahaan Sanjaya untuk menemui suaminya guna meminta izin Sementara Lita kembali ke apartemen untuk menyiapkan keperluan mereka yang akan di bawah ke Bali, mulai dari berkas, pakaian sampai keperluan mereka selama berada disana nanti! Toh gadis itu sudah terbiasa melakukannya.