HAANIYA.

HAANIYA.
Dasar pria aneh!



Ditempat lain! Hani yang baru terbebas dari drama orang-orang seperti Nahla, tersenyum puasa. Karena sesungguhnya wanita itu tidak merasakan kecewa seperti yang ia tunjukkan tadi, dia hanya berpura-pura, sebab ingin segera pergi dari sana. Karena jujur saja dia tidak suka dengan hubungan yang dibuat-buat.


Mau itu persahabatan, persaudaraan, keluarga ataupun cinta! Hani selalu menjalaninya dengan tulus kepada orang-orang yang dia anggap keluarga, sahabat maupun kekasih. Entahlah hal itu berlaku kepada Narendra atau tidak! Karena awal hubungan mereka saja Narendra sudah berkhianat dengan tidur bersama Nahla di malam pertama mereka dan meninggalkan ia seorang diri, belum lagi pria itu juga mempermalukan dirinya di depan banyak orang, walaupun orang-orang itu, masih keluarga mereka. Tetap saja Hani merasa malu.


Taksi yang Hani Naiki, berhenti di lobby Apartemennya, karena wanita itu tidak berencana untuk pulang ke rumah mertuanya. " Terima kasih pak." Ucap Hani Setelah membayar ongkos taksi. Hani pun langsung menuju apartemennya yang berada di lantai paling atas gedung apartemen itu.


Dan setibanya dia di sana! Hani langsung membersihkan tubuhnya. Apartemen itu saat ini di tempati oleh Lita, karena wanita itu merasa tak enak hati jika tetap tinggal di kediaman Xavier, Sementara Hani sendiri tidak tinggal lagi disana. Untuk itu ia memilih kembali ke apartemen Hani.


Usai membersihkan dirinya dan berganti pakaian dengan kaos kebesaran serta hot pants berbahan Levis. Hani pun mengambil kunci mobil sportnya. Tak lupa ponsel serta dompetnya. Setelah merasa tidak ada yang kelupaan Hani pun meninggalkan Aparteman menuju garasi di mana mobil-mobil mewahnya terparkir berjejer bersama mobil mewah pemilik apartemen lainnya. Semua mobilnya yang terparkir di apartemen itu serta di hotel maupun di club, tentu Hani dapatkan dengan usahanya sendiri dan itu di luar saham-saham yang dia dapat dari keluarganya maupun keluarga Sanjaya.


Dan saat dia berada dalam lift, beberapa orang yang berada dalam lift yang sama dengannya terus menatap kepada wanita itu. Sekilas semua terlihat biasa saja sangat biasa malah. Kaos putih kebesaran, hot pants, sendal jepit dan rambut yang di biarkan terurai sengaja tidak ia sisir. Namun semua itu menambah kesan seksi dan wow. Karena wanita dengan penampilan sederhana itu mempunyai dompet dengan merek ternama, kunci mobil sport di tangan serta ponsel keluar terbaru. Semua itu membuat orang bertanya-tanya dengan semakin bertambah penasaran dengan sosok wanita itu.


Dan saat lift itu kosong, Hani memotret dirinya sendiri, kemudian mengirimnya kepada Lita juga Ela. Dengan caption. #temani aku malam ini. Club SH. Pengunjung.# Setelah itu ia keluar dari lift menuju mobilnya.


Dengan suasana hati yang bisa di bilang tidak baik-baik saja. Hani mengemudi mobilnya menuju pantai, ia ingin menikmati kesendiriannya di sana dengan sedikit mengenang pria itu. Karena hanya dengan begitu ia merasa sedikit jauh lebih baik.


Setibanya di tepi pantai yang sepi dan jauh dari pengunjung lain, Hani keluar dari mobilnya wanita itu kemudian naik ke atas kap mobilnya! duduk di atas kap mobil itu menikmati dinginnya angin malam dan membiarkan angin malam menerpa wajahnya, karena waktu kini baru menunjukkan pukul setengah delapan malam. Hani sengaja menyimpan ponsel barunya di mobil agar tidak ada yang menganggu kesendiriannya, ia membawa ponsel lamanya, memutar kembali rekaman suara itu.


Hani menepisnya dengan kasar, kemudian menghirup dalam-dalam oksigen di sekitarnya berharap hal itu dapat membuat perasaannya jauh lebih baik. Karena terus saja di jungkir balikkan oleh keadaan. Dan ternyata berpura-pura kuat dan baik-baik saja itu, membutuhkan kesiapan diri. Bukan untuk orang yang serapuh dirinya.


"Tuhan, jika dia lebih baik bersamamu lantas! Aku disini untuk siapa. Pundak ini tidak sehebat itu, aku tidak sekuat itu, Tolong jika engkau ingin membuat aku kuat seperti yang kamu inginkan, Ambil saja hatiku, aku ingin hidup layaknya orang yang tak berhati, agar aku tidak perlu memikirkan orang lain serta perasaanku sendiri." Teriaknya sembari mendongak kepalanya ke atas.


"Jangan pernah mengutuk tuhan atas kebodohanmu sendiri." Seorang pria tiba-tiba berdiri dihadapannya dan berbicara mengunakan bahasa Inggris. Membuat wanita itu menghentikan kebodohannya seraya menatap kepada orang itu. Wajahnya tidak terlihat, karena pria itu sedang memunggunginya." Wanita pada umumnya seperti itu, menggilai pria, menyerahkan apa yang mereka punya kemudian menyalakan tuhan atas kebodohan mereka." Pria itu masih saja mengeluarkan pendapatnya sembari memunggungi Hani,


Membuat Hani semakin bingung, tadi sebelum ia memarkirkan mobilnya di sana, jelas tidak ada seorang pun. Sehingga Hani bisa dengan leluasa mengeluarkan isi hatinya tanpa ada yang tahu. Entah datang dari mana pria itu.


Hani tidak ingin memikirkannya karena pria itu telah menganggu suasana sendirinya. Hani pun tidak ingin meladeni pria yang sudah dapat dia pastikan sebagai warga negara asing itu. Jika di tanya dari mana Hani mengetahui hal itu, tentu saja karena pria itu berbicara kepadanya mengunakan bahasa Inggris tentunya.


" Dasar pria aneh," Ucap Hani, wanita itu segera melompat dari cap mobilnya dan pergi dari sana. Hani ini mengunakan kebebasanku untuk menghabiskan waktu bersama kedua sahabatnya di club malam ini. Bodoh amat dengan pria itu.


Saat mobilnya telah bergerak menjauh. pria itu baru berbalik dan menunjukkan seringainya. " Pada akhirnya aku menemukanmu Honey." Pria itu tersenyum puasa. Terus menatap Mobil yang telah menghilang di kegelapan malam itu." Zivanna atau Haaniya. Kamu tetaplah milikku." Lanjutnya.