HAANIYA.

HAANIYA.
Candaan antara sahabat.



Setibanya di lobby hotel, Hani langsung menemui Lita yang saat ini tengah ikut membantu resepsionis disana. Walaupun ia sering mengeluh lelah! Tapi ia tidak pernah membiarkan Hani sendiri. Wanita itu selalu menemani Hani, entah di samping atau di belakang layar.


" Udah selesai?" Tanya Lita begitu Hani menghampirinya.


Hani pun mengangguk kepalanya." Ayo! Mommy pasti udah nungguin kita." Giliran Lita yang menganggukkan kepalanya.


Keduanya pun meninggalkan hotel milik Hani menuju club' sesuai rencana." Kenapa lama sekali tadi! Ada masalah kah?" Tanya Lita saat keduanya telah berada di dalam mobil.


" Nggak ada kok, nanti kamu baca aja sendiri laporannya, aku udah minta ka Dino untuk mengirimkan file nya ke kamu." Jawabnya. Hani memang se-percaya itu kepada Lita, sehingga beberapa file penting milik hotel dan club' yang dia punya, Lita-lah yang memeriksanya selain itu, Lita juga bisa mengantikan peran Hani ketika wanita itu tak ada.


" Kamu tahu, aku nggak menyangka loh! Kita bisa ada di titik ini." Ucap Lita, sembari fokus menyetir, sementara Hani hanya menatap langit senja yang mulai menghilang. "Dan sekarang aku percaya yang di ucapkan kakek Xavier itu benar. Bahwa kita lebih hebat dari yang kita pikirkan. Dan aku percaya itu sekarang."


Hani menyeringai tipis mendengar ucapan Lita, pikirannya saat ini berkelana jauh, Dimana saat kakek Xavier memberikan Grand Secret H. Kepadanya. Hotel itu di berikan tanpa sepengetahuan Dion dan yang lainnya. Itulah kenapa hotel itu beri nama Grand Secret H. hotel. bahkan hotel itu hanya di berikan berupa bangunan dan dua orang kepercayaan tuan Xavier! sisanya ada usaha Hani dari uang tabungan


" Aku pun nggak menyangka akan kembali lagi kesini! Seandainya dia_" Hani tidak dapat melanjutkan kata-katanya, kemarahannya saat mengingat akan kejadian malam itu, membuat ia tak sadar mengepalkan tangannya sendiri.


" Hani, ayolah! Dia sudah tenang di sana, dengan kamu bersikap seperti ini kamu hanya akan menyulitkannya!dia pun akan ikut sedih saat kamu bersedih. " Sahut Lita, wanita itu paling malas kalau Hani sudah masuk dalam mode galaunya karena itu, hanya akan membuatnya larut dalam kesedihan dan membuatnya sakit sendiri.


" Kamu itu_"


" Cukup Hani, berhenti mengatakan aku tidak merasakan apa yang kamu rasakan! Aku melihat bagaimana kamu rapuh, serapuh-rapuhnya, aku mendengar tangisan kamu hampir setiap malam, aku melihat kamu menjerit tersiksa dengan perasaan kamu dan masih banyak tentang kamu dan rasa sakit-mu yang aku tahu. Apa kamu masih ingin bilang aku tidak tahu! Kamu tahu Haaniya, bahkan hatiku pun ikut menangis dan hancur sepertimu. Tapi aku tidak pernah menunjukkannya, karena aku tahu saat itu hanya ada, aku yang kamu andalkan, aku yang kamu butuhkan sebagai tempat bersandar, seandainya aku juga ikut tengelam dalam rasa sakit-mu, mungkin kita nggak akan ada disini." Ucap Lita panjang kali lebar sebelum Hani menyelesaikan kata-katanya. " Dengar Haaniya. Kamu tidak aku pernah sembuh dari rasa sakit-mu, jika kamu terus mengingatnya! mungkin ada saatnya dimana kamu mengingatnya tapi bukan untuk kamu ratapi! Kamu harus merelakan semua yang terjadi walaupun itu tidak mudah. Karena inilah hidup, yang terkadang memaksa kita untuk melakukan apa yang tidak kita sukai."


" Ckck, kamu mulai bersikap puitis sekarang! Mau aku simpan kata-kata kamu untuk diri kamu sendiri nanti?" Ejek Hani.


" Oke, kali ini kamu menang dan aku akan menunggu saat dimana aku akan menjadi penonton dan pemberi nasihat yang baik." Ujar Hani, sembari mencubit gemas pipi Lita. Begitu mobil yang di kemudikan oleh sahabatnya itu terparkir diparkiran khusus untuknya di basemen club' itu.


" Maaf ya Bu Hani, yang terhormat! Aku nggak tertarik sama laki-laki_"


" Astaga Lita, jangan-jangan." Hani menunjukkan ekspresi takut, wanita itu mundur untuk menghindari sembari memeluk tubuhnya sendiri! seakan apa yang dia takutkan itu benar.


" Hani jangan mulai. Aku itu masih normal." Teriaknya kesel membuat Haaniya tertawa. Melihat hal itu bukannya marah lita justru senang, karena ia bisa melihat tawa itu lagi, setelah sekian lama. " Aku senang kamu bisa tertawa lagi." Ucap Lita lagi. Membuat tawa itu langsung lenyap seketika.


" Lebay." Sahut Hani tak suka, wanita itu kemudian melangkah keluar dari dalam mobilnya, sementara Lita yang menyadari sesuatu, langsung berlari kecil mengikuti langkah Hani.


" Hani, tunggu! Teriak Lita."


" Apalagi sih Lita, Haaah?" Tanya hati sembari memutar kepalanya ke belakang untuk menatap sahabatnya itu.


" Nih, jangan lupa dipakai." Ucap Lita sembari menyerahkan topeng mata berwarna hijau. Topeng itu hanya menutupi dahi sampai batas hidung saja. Itulah ciri khas dari club' milik Hani, dimana semua pengunjung di wajibkan untuk memakai topeng, tidak hanya haniya dan pekerjaannya saja. Ini juga alasannya kenapa club hani disebut club' eksklusif karena selain semua pengunjung di sana harus menggunakan topeng, identitas pengunjung yang datang pun tidak ada yang tahu bahkan pegawai di sana termasuk Hani sendiri tidak tahu identitas para pengunjung itu! kecuali orang yang di tugaskan di bagian pendataan pelanggan. Karena pengunjung club yang datang bukanlah orang sembarang.


" Astaga hampir saja aku lupa! Terima kasih." Hani pun mengambil topeng pemberian Lita kemudian memakainya. Setelah itu keduanya pun meneruskan langkah mereka.


Kamar mommy Mayang di lantai paling atas gedung itu adalah letak kamarnya yang menjadi tempat tujuan mereka saat ini. Bukan hanya mommy Mayang! Kamar Lita dan Hani pun tersedia di sana walaupun mereka berdua tak pernah mengunakannya. Selain kamar mereka, kamar untuk pegawai Mereka yang ingin tinggal pun di sediakan dan yang akan pulang ada beberapa supir yang akan mengantar mereka pulang dengan selamat. Hani sangat menjamin pekerjaannya, selain gaji besar dan identitas yang dia sembunyikan, mereka juga mendapat jaminan keselamatan dan lainnya.


" Mommy__ Astaga sorry mom." Baru saja keduanya, melangkah masuk kedalam ruang pribadi mommy Mayang, mereka sudah di sambut pemandangan yang wow, hingga kedua gadis itu memutuskan untuk keluar dan menunggu mommy Mayang selesai.