HAANIYA.

HAANIYA.
Dia di Rooftop.



"Maaf sayang! Jika selama hidupmu, Daddy dan mommy membuat Hani terluka! Tapi dengan kamu yang diam seperti ini dan terus menghindar itu hanya akan semakin memperburuk hubungan kita sayang serta menyakiti diri kamu sendiri! Untuk itu kita harus bicara." Ucap Dion sembari mengusap kepala Hani dengan begitu sayangnya.


"Kamu tahu dari dulu sampai saat ini perasaan Daddy sama mommy ke kamu tidak pernah berubah, kamu tetap menjadi yang pertama dan yang tersayang untuk kita berdua, sekalipun ada Lisa, Aiden dan Hana! Itu tidak akan mengubah posisi kamu sampai kapan pun." Lanjutnya, membuat wanita itu langsung berpaling dan menatap tajam kepada Dion.


"Aku bukan anak kecil Daddy! Yang akan merasa cemburu dan takut kehilangan kedua orang tuanya hanya karena aku memiliki adik, aku tidak seperti itu." Sahutnya.


" Jika bukan itu alasannya lalu mengapa kamu membenci Daddy sampai seperti ini?" Tanya Dion pria itu tidak ingin sok tau dan salah menyimpulkan perasaan putri lagi, untuk dia memilih bertanya letak kesalahan mereka itu di mana.


" Sekalipun Hani menjelaskan Daddy tidak akan mengerti karena memang sejak awal kalian tidak pernah mengerti perasaan aku, karena yang kalian tau itu, cuma mengajarkan aku untuk mengerti semua! Tanpa bertanya aku nyaman atau tidak, aku suka dengan semua ini atau tidak. Yang kalian lakukan itu hanya memuji, tanpa kalian tahu pujian kalian itu bukan lagi sebuah kasih sayang, tapi doktrin yang membuat aku menjadi seperti pujian kalian itu. Hani kan pintar, Hani kan anak yang baik dan Masih banyak hal lainnya, Yang membuat aku membenci diri aku sendiri karena selalu menuruti pujian kalian hingga aku lupa apa yang aku inginkan, hingga lupa bahwa diri ini juga butuh di mengerti." Teriak Hani.


Kondisinya saat ini, membuat dia sedikit emosional dan tidak bisa mengontrol perasaannya." Percuma kita bahas ini, toh Sekarang aku bukan tanggung jawab kalian lagi, aku bukan bagian dari keluarga Xavier. Daddy dan mommy juga tidak perlu repot-repot untuk memahami aku karena itu sudah tidak ada gunanya untuk saat ini." Lanjutnya dengan nafas ngos-ngosan seakan dia baru habis berlari mengelilingi rumah sakit itu.


"Maaf_"


"Cukup, perut aku sakit dad! Aku ingin istirahat, tolong panggil Lita." Ucap Hani, wanita itu tidak ingin mendengar ucapan sang Daddy lebih jauh lagi. " Tolong dad! Kalau Daddy sayang sama aku." Pintanya.


Setibanya di luar ruangan itu, dion langsung mencari Lita sahabat putrinya dan bertanya kepada mereka yang di luar. " Entahlah tadi aku tidak begitu memperhatikan gadis itu pergi kemana." Jawab Ken. Karena dia hanya melihat saat Lita keluar dan tidak memperhatikan wanita itu pergi kemana, sebab dia tengah asyik berbicara bisnis dengan KAI.


"Cari saja di Rooftop! Dia dan Hani paling suka menghabiskan waktu di tempat seperti itu." Jawab Ela.


"Kamu juga kan?" Sahut Reval, Namun Ela Hanya menaikkan kedua bahunya saja, membuat Reval menggeleng kepalanya.


Setelah mengetahuinya keberadaan Lita, Dion pun pergi ke Rooftop untuk menemui gadis itu, karena Hani membutuhkannya.


Dion masuk kedalam lift begitu pintu lift itu terbuka. Pria itu menekan tombol menuju lantai teratas gedung itu.


Setibanya di Rooftop, Dion melihat Lita sedang duduk di atas tembok pembatas Rooftop itu dengan kaki yang menggantung bebas ke bawah, wanita itu terlihat enjoy, tak ada perasaan takut sedikitpun. " Anak-anak ini." Gumam Dion perlahan sembari terus mendekati gadis itu.