
" Maaf? Apa selamanya kamu membuat aku kecewa terus meminta maaf lagi. Tapi untuk kali ini tidak! bukankah sudah aku katakan kalau aku hanya akan memberikan kamu satu kesempatan tapi kamu, mengulangnya lagi, apa kamu pikir aku nggak punya perasaan." Ucap Hani dengan menggebu-gebu, karena jujur saja dia begitu kecewa dengan sikap Narendra Hari ini.
" Sayang_"
" Cukup Azzam, kita lupain semua rencana kita! sebaiknya kamu pulang, nanti pengacara aku yang akan menemui kamu." Tegas Hani, Keputusan wanita itu sudah bulat, untuk mengakhiri ini.
Sebab dia tidak bisa bersama orang yang mengaku cinta tapi menyakiti dengan alasan kebaikan. Hani tidak membutuhkan pria seperti itu, bukan karena dia merasa dia paling hebat tapi dia hanya ingin melindungi hatinya sendiri dari rasa sakit sudah cukup rasa sakit yang dia rasakan selama ini dia tidak ingin menambah lagi.
Hani sadar dia adalah tipe orang yang susah untuk membuka hatinya dan susah pula untuk move on, Namun dia tidak ingin munafik juga! kehadiran Narendra beberapa bulan ini sedikit mengikis jejak Kenan, tapi apa yang di lakukan Narendra tadi, membuat wanita itu kembali ragu dengan keputusannya.
Untuk itu sebelum dia semakin tersakiti, Dia harus melindungi hatinya. Toh di tempat ini dia tidak punya siapa-siapa? Keluarga hanya sebatas nama keluarga tapi pada kenyataannya dia tetap sendiri dan Kini sudah saatnya dia kembali pada rencana Awal, meninggalkan semuanya setelah pernikahan ini berakhir.
" Sayang kamu sudah janji tidak akan berubah dan akan tetap kembali apapun yang terjadi. kumohon, tetap dengan janji kita." Ucap Narendra sembari meratap penuh Harap kepada wanita itu.
Namun Hani justru menggeleng kepalanya. Kemudian berbalik meninggalkan Narendra, wanita itu masuk kedalam kamarnya, mengunci rapat pintu itu dari dalam.
"Hani, sayang jangan seperti ini, aku minta maaf aku janji akan berubah, aku nggak akan mengulangi kesalahan ini lagi, aku mohon beri aku satu kesempatan lagi." Narendra Masih saja memohon sembari menggedor-gedor pintu kamar Hani namun wanita itu tidak kunjung membukanya.
Seharian Narendra menunggu Hani keluar dari kamarnya, Namun wanita itu tidak kunjung keluar. Bahkan saat waktu makan siang dan malam pun Hani tidak keluar, Padahal Narendra sudah berusaha untuk meminta maaf dengan memasak untuk mereka berdua.
" Sayang, Marahnya di lanjutin nanti ya! Keluar makan dulu, aku udah buatin makanan malam buat kita." Ucap Narendra dari balik pintu kamar itu namun Hani tetap tidak meresponnya.
Dan kesempatan itu di manfaatkan dengan baik oleh Hani.
Narendra tidak tahu jika setiap sudut ruangan di apartemen itu terpasang cctv, yang terhubung langsung ke ponsel Hani, kecuali kamar dan kamar mandi.
Jadi dia bisa melihat apa saja yang di lakukan suaminya itu di apartemennya.
Hani melangkah keluar Kamarnya itu dengan hati-hati sembari membawa ranselnya yang sudah dia siapkan Sejak tadi siang.
Malam itu, Hani tidak hanya pergi dari apartemennya dia juga meninggalkan tanah kelahirannya Tanpa sepengetahuan siapapun. Narendra , Lita, Dino dan semua orang kepercayaannya tidak ada yang tahu Hani pergi kemana. GPS yang sengaja Dino tanamkan di lengannya terakhir mengirimkan sinyalnya di rumah sakit dimana wanita itu melepaskannya.
Ponselnya yang lama ataupun yang baru tidak bisa di lacak oleh hacker-nya maupun Kai.
Wanita itu seakan lenyap dari permukaan bumi, Jejak Haaniya maupun Ivanna tidak bisa di temukan.
Tidak hanya mereka yang di buat pusing mencari. Regan pun tidak dapat menemukan kemana perginya Hani semua orang di buat bertanya kemana perginya wanita itu tapi tak kunjung menemukan jawabannya.
" Aku harap kamu pergi hanya untuk meredamkan amarah kamu Hani bukan karena kecewa." Gumam Lita. Karena dia tahu kecewanya Seorang Haaniya itu sangat sulit untuk dia kembali.